Sebuah kenyataan tiap peristiwa yang kita lalui kan terukir dan menjadi pelajaran berharga menuju proses yang Terbaik.
Jumat, 19 Oktober 2012
Burn Of Leadership
#Antara Individu
Saya adalah saya, saya yang tau diri saya dan saya yang tau bagaimana menyikapi diri saya dan saya yang tau tujuan saya apa, dengan siapa saya bisa mncapai tujuan saya,juga bagaimana mencapai tujuan saya,,,
yah semua tentang pandangan dari diri sendiri ketika lebih mengedepankan kebutuhan dalam mengambil keputusan untuk dirinya. Kemudian dalam dirinya ia harus tau dengan siapa saya akan mencapai tujuan saya?..maka interaksi antar individulah yang mengolah itu semua menjadi individu yang bersosialisasi karena ingin mendapatkan yang sevisi dengannya. Kedekatan dan saling memahamilah ketika sudah mulai menyamakan persepsi.
#Antara individu dengan jama'ah.
Namun ketika kita dihadapkan dengan situasi yang harus mngedepankan jama'ah dibanding individu, mulailah peran kita sebagai individu belajar memahami, belajar bagaimana mengedepankan orang lain, belajar bagaimana mencapai tujuan bersama, belajar bersikap dengan yang lain dan belajar mengembangkan potensi diri yang bisa disinergikan juga dengan orang lain hingga bisa saling melengkapi satu sama lain. Hingga saatnya kau memerlukan pemimpin untuk menampung dan mengarahkan semua visi dan misi antar individu dengan individu yang mulai berjama'ah dalam mencapai suatu tujuan agar tujuan jama'ah dapat terintegritas dan berjalan dengan baik dalam pergerakannya.
#Antara Qiyadah waljundiyah
Sebuah jama'ah tidak akan bergerak tanpa pemikiran dan karya-karya individu yang disatukan dan disinergikan untuk mencapai tujuan bersama.Memang menjadi pemimpin itu tidaklah mudah, karena harus bisa sebijak mungkin dalam mngambil setiap keputusan karena ia adalah amanah dari ketsiqohan jama'ah. Salah melangkah, seribu kritisan siap menghantam...tak terlihat bergerakpun langsung dianggap salah, karena jundi-jundilah yang menilai dan menjalankan semua kebijakan bersama. Bukan mempermasalahkan "arti qiyadah waljundiyah" ataupun sekedar "sami'na wa atho'na". Karena kadang tidak semua level jama'ah harus tau kondisi dan pertimbangan seorang qiyadah.
Ketika ingin bergerak atas nama kebaikan tapi dengan caranya sendiri tanpa mengikuti rule yang adapun menjadi sebuah kesalahan. Tapi disinilah kita merapatkan barisan ketika kita tau karakter qiyadah kita yang mungkin bermacam-macam tipe manusianya, dengan karakter para jundiyahnya. Setiap kita punya peran masing-masing dalam membangun sebuah peradaban. Dan tak semua jama'ah harus tau peranan tiap individu didalamnya. Tapi Bagaimana cara kita memerankan peranan masing-masing didalamnya agar selalu bersinergi dengan jama'ah.Maka qiyadahpun harus bisa berfikir jernih ketika kekeruhan melanda, berbening hati ketika banyak prasangka dan fitnah, berhati-hati dalam setiap tindak tanduknya, Sigap dengan segala kondisi yang ada untuk kembali menenangkan jundiyahnya agar selalu bersinergi dengannya. Berat memang, tapi disinilah peran jundi-jundi yang mutho'ah kepada Allah, Rosul dan ulil 'amrinya untuk siap membantu qiyadahnya agar bisa berjalan bersama dalam mencapai tujuan bersama, mengingatkan dengan cara yang baik dan hikmah, yang tak sekedar kritisan atau bahkan sampai membunuh karakter sang qiyadah.Sehingga qiyadah tidak tsiqoh dengan dirinya sendiri, Yang akhirnya harga diri sang qiyadah sudah tidak dihargai dan dianggap tidak pantas menjadi qiyadah. Tegurlah dg baik & hikmah jika salah atau sebagai jundi tidak sependapat..krna pandangn kita akan sbuah p'gerakan dalam berjama'ah mungkin belum sama hingga menimbulkan kesalahpahaman. Tapi jikalah keputusan itu ternyata tidak sesuai pendapat dan pandnagan, maka sikap husnudzonlah yang terbaik dan melapangkan diri untuk ikhlas dalam mangamalkan..dan itulah AMAL JAMA'I...
Juga Ingatlah "Seburuk-buruknya keputusan itu lebih baik karena hasil berjama'ah dari pada keputusan terbaik hasil dari pribadi"...memang lebih baik keruh dalam berjam'ah daripada jernih dengan seorang diri, tapi tak selamanya jernih dan keruh itu baik untuk jama'ah jika masih mengedepankan kepentingan pribadi alias tidak mau berjam'ah. Tapi bagaimana menciptakan kejernihan dalam kekeruhan untuk mencapai kemaslahatan orang banyak yang juga berjama'ah dan mengenyampingkan pandangan dan persepsi kita pada yang lain demi meraih Ridho-Nyapun secara berjama'ah.
Wallohu'alam bisshowwab...
Senin, 15 Oktober 2012
Iblis Yang Dengan TERPAKSA MENEMUI Rosulullah SAW
Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”
Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”
Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.
Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”
“Siapa yang memaksamu?”
Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”
“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”
Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?”
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
“lalu siapa lagi?”
“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci.”
“Siapa lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”
“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”
” Selanjutnya apa?”
“Orang kaya yang bersyukur.”
“Apa tanda kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
“Usman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
“Ali bin Abi Thalib?”
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)
Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
“Jika seorang umatku berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”
“Jika ia membaca al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
“Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar di waktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“Sedekah yang diam – diam.”
“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar.”
“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
“Shalat berjamaah.”
“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”
“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
“Di bawah kuku manusia.”
Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”
“Pemakan riba.”
“Siapa sahabatmu?”
“Pezina.”
“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk.”
“Siapa tamumu?”
“Pencuri.”
“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir.”
“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai.”
“Siapa kekasihmu?”
“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”
“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”
Arti Kehidupan
Seluas dunia saat ingin didengarkan tapi tak Seluas hati ingin bicara....karena ada banyak hal yang sejujurnya ingin kau ungkapkan namun tak bisa kau ucapkan....hanya lewat segores tulisan atau bahkan lukisan yang bisa menggambarkan keabstrakan situasi hati maupun pikiran saat susana begitu menginspirasi yang mampu maengatakan...satu hal tentang pelajaran kehidupan...kau hanyalah insan yang tak punya apa-apa yang bisa kau banggakan karena ini hanyalah dunia. Tapi dengannya kau berada disini mengembalikan tujuan hidupmu dan menjalani proses pencapaian tujuan itu dengan perjuangan menuju Ridho-Nya, kau mempunyai arti dan menjadi bermakna..yah itulah hikmah kehidupan ketika kau termasuk orang-orang yang diizinkan oleh-Nya untuk mendapatkannya...keep inspiring for ur life..
Selasa, 02 Oktober 2012
SO...BERSEMANGATLAH
Siapkan diri buka lembaran baru...semangat baru..moyivasi baru...dan juga ruh yang baru...
tiap kita punya masa lalu yang indah bahkan pahit sekalipun..
tapi itu semua takkan menyurutkan kita untuk terus melangkah meraih mimpi yang kau cita-citakan dalam rangka beribadah kepadaNya...
setiap kita punya kelebihan dan kekurangan..kesalahan dan kebaikan...
pertahankan apa yang baik dalam dirimu..
buang semua mindsetmu yang hanya mengahalangi jalanmu dalam melangkah...
selalu yakin ada skenario indah menanti disetiap ikhtiar yang dilakukan...
Allah melihat apa-apa yang kita kerjakan...
kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan sebaliknya dengan kejahatan...
tatap masa depan demi meraih jannah-NYa..
yakin kau pasti bisa melewati jalan yang ingin kau tempuh itu dengan baik dan perjuangan yang takkan sia-sia..
KEEP UP the SPIRIT n DoN't GIVE UP Guys...!!!
Selasa, 18 September 2012
Just Me..
Didalam masa yang genting tentang ummat...memang ada sisi kebutuhan secara manusiawi dan wajar membayangi atau bahkan mengganggu...
Ketika kita mulai melupakan-Nya, menjauhi surat cinta-Nya, dan malas berdekatan dengan-Nya..melupakan amanah dari-Nya...disitulah terkadang rasa manusiawi yang dibutuhkan itu terkadang hadir menggebu, mengganggu pikiran dan hati..yang terkadang mungkin tidak pantas yang semakin membuat hati jenuh dan tanpa sadar hanya keinginan pribadi yang hadir..atau hanya nafsu sesaat.
Mungkin diri ini sedang alfa..
Mungkin diri ini sedang jauh dari tarbiyah diri
Mungkin diri ini memang egois..
Mungkin diri ini masih dalam keangkuhan
Mungkin diri ini memang belum pantas mendapatkan apa yang diinginkan..
Mungkin diri ini terlalu sering mendzolimi orang lain..
Mungkin diri ini terlalu banyak menyakiti perasaan orang lain..
Apakah ku masih diberi kesempatan memperbaikinya...??
Maaf untuk semua yang tersakiti...
Maaf untuk semua yang tak kupeduli...
Maaf untuk semua hal yang tak kusadari..
Tak pernah bermaksud untuk menyakiti atau bahkan meremehkan..
Tak pernah bermaksud mengabaikan..
Tapi karena rapuhnya jiwa dan lemahnya imanlah yang membuatku tak peduli..
Tak pernah merasa tangguh dan merasa kuat.. dan apalah artinya diri ini
Jalan kembali pada-Nya lah yang terbaik,,Bersandar pada-Nya, bercengkrama dengan-Nya,,Memohon petujuk dari-Nya, Berharap Dia kan senantiasa menjagamu
Berharap secepatnya lulus dai ujian ini.
Hingga ku bisa kembali tanpa rasa yang tak patut ku penuhi saat ini..
Kembali menggoreskan sejarah peradaban pada semua yang dapat diperbaiki..tanpa peduli dengan keinginan hati yang tak terpatri..
Kembali pada komitmen muslim sejati dan terus berjuang untuk da'wah ini..hingga ku tak mampu lagi memberi..saat usia tak lagi ada pada diri ini..maka kuatkanlah azzam ini untuk dedikasi diri pada illahi untuk mendapatkan yang pasti.
janji Allah untuk semua proses perjuangan takkan pernah terhenti sebelum kita mencium dan menginjakkan kaki dalam indahnya surgawi.
Rabu, 29 Agustus 2012
Baik ituuuu.....
Banyak yang dipelajari dan dijadikan pengalaman dari setiap orang yang dekat denganmu. Ada tipikal orang yang sangat baik hingga tak pernah terbesit dalam dirinya untuk berprasangka buruk terhadap orang lain sedikitpun. Hingga semua orang mengenal kebaikannya, ketulusannya, ketegarannya, kesabarannya....ya, kelebihan itu terkadang tak ada bagi tipikal orang yang cuek, kurang sabar, terlalu was-was dengan segala situasi dan kondisi..bisa dibilang mungkin jadi agak lebay..saling melengkapi memang... Adalagi tipikal orang yang kelebihan yang ada padanya menjadikan dirinya tanpa sadar itu menjadi kesombongan dihadapan orang lain...tipikal seperti ini pasti suka berantem dengan orang yang bertipikal cuek...karena gayanya juga lebay dan terkadang angkuh..Kemudian tipikal orang yang polos tapi sekali berkata, omongannya "nyues" dalem buat yang denger...lalu ada yang egois dengan pemikiran dan pemahamnnya sendiri sehingga kadang dia tidak sadar bahwa saat itu ia subjektif terhadap orang lain. Ada juga yang santai, kadang bawel, tapi ga suka yang macem-macem...selama tidak ada yang menjadi ancaman serius buat dirinya..jalan aja...ada juga yang kekanak-kanakan bahkan setiap masalah sepele jadi sebuah masalah yang besar..kadang bingung juga dengan yang seperti itu.."please deh...kapan dewasanya kalau semua hal yang ga penting dianggap jadi sebuah masalah yang besar"..but setiap orang ga bisa kita samain..setiap tipikal punya karakter, watak atau kebiasaan yang berbeda..tergantung diri dan lingkungan juga pemebelajaran dalam membantuk pribadinya masing-masing.
Kagum deh jadinya sama orang-orang yang "baik"..so, jangan pernah nolak deh dapet orang yang "baik"..apalagi "baik agamanya"...#Uups
"Paling dekat dengan Aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya. "(HR. Ar-Ridha)
"Aku mencintaimu karena agamamu,Jika hilang agamamu dari dirimu,maka hilanglah cintaku padamu."
Dalam berhablumminnaas pun kita harus saling mencintai..karena mencintai itu :
Bukan bagaimana kita melupakan… Tapi bagaimana kita memaafkan…. Bukan bagaimana kita mendengar Tapi bagaimana kita mengerti Bukan bagaimana kita melihat.. Tapi bagaimana kita merasakan… Bukan pula bagaimana kita melepaskan… Tapi bagaimana kita bertahan…
Sedeeep daagh....Tapiii..
Kadang jika sedang jenuh dengan keadaan diri..kita berfikir ingin seperti orang lain yang lebih baik menurut pandangan kita..but jika kita berfikir seperti itu..kapan kita tau siapa diri kita dan sejauh apa potensi kita untuk diri dan orang lain.so..just be your self for everything...
Baik itu relatif koq...yah bisa dilihat dari teman-teman sekelilingnya yang ia miliki dan seperti apa ia berbuat baik pada sekelilingnya..
Dalam sebuah hadits mengatakan :
"Teman yang paling baik disisi Allah adalah yang paling baik terhadap temannya, dan tetangga yang paling mulia disisi Allah adalah yang paling baik kepada tetangganya" (HR. Turmudzi)
Tapi, sadarkah,,,dibalik tipikal semua itu...adalah dampak axiomatik kita juga terhadap pencipta kita, dan sejauh apa kita meletakkan sebuah subtansi dalam berkomunikasi dan bersosialisasi dengan sekeliling kita,,tidak terlalu berlebihan dan juga tidak merendahkan orang lain dari setiap pendapat atau apa yang mereka pikirkan..so belajar memahamilah dan bersabar didalamnya that's the point.
Mengedepankan sebuah kekerabatan dari pada menciptakan perceraian atau kerusakan hubungan...dan ingat setiap apa yang ada disekeliling kita itu juga biasa jadi sebuah ujian Sang pencipta untuk kita..agar axiomatik kita pada sang pencipta lebih dalam dan lebih kenal siapa pencipta kita.
Semoga kita termasuk orang yang "baik" yah..dan bisa dapet yang "baik" juga..aamiin..dan terus menjadi lebih baik..dimata Allah tentunya..jika sudah mendahulukan Allah..maka semesta dan isinyapun ngikut..termasuk makhluk ciptaannya.. insyaa Allaah..:)
teringat sebuah tulisan from Strawberry:
Jangan MENCARI tapi MENJADI..
Jangan mencari yang baik,tapi jadilah yang baik. Jangan mencari yang sholeh,tapi jadilah akhwat sholehah.. Jangan mencari yang solehah,tapi jadilah ikhwan sholeh... karna walaupun kita mencari tapi diri kita tidak menjadi,ALLAH tidak akan memberikan..namun jika kita menjadi tanpa mencaripun ALLAH sudah menyiapkan karna untuk masalah jodoh,ALLAH akan memberikan sesuai dengan kepribadian & kadar keimanan kita..(QS.An-Nur:26).
Semakin kita mencari kesempurnaan,semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada,yang ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan.Sadari bahwa apa yg kita dapatkan hari ini adalah yang terbaik menurut ALLAH & jangan pernah ragu,karena kesadaran itu akan menjadikan kita nikmat menjalani hidup ini...
Janganlah kamu mencintai seseorang dengan cara yang berlebihan,karena bisa jadi suatu ketika nanti kau akan malah balik membencinya.Begitu pula dengan benci,janganlah kamu membenci seseorang dengan mendalam,karena bisa jadi pada suatu hari nanti kamu malah balik mencintainya”(Ali bin Abi Thalib ra).
Berusaha mencari orang yang baik-baik dan sholeh untuk di jadikan pasangan hidup memang suatu yang baik..Tetapi lebih baik menjadikan diri sendiri orang yang baik terlebih dahulu sebelum memberi selembar kriteria sebagai calon,pendamping,lebih baik kita dulu di utamakan dalam mempelajari Agama Islam dan Mengamalkannya....Berusahalah menjadi baik kepada yang lebih baik..
Semoga kita di pertemukan jodoh dengan orang baik Agamanya,tentunya baik dalam pilihan-Nya...Aamin ya Rabbal'alamin..
Kamis, 23 Agustus 2012
Tiada yang salah Dalam Belajar
Sesuatu yang sudah dirancang dengan maksud penuh dengan kebaikan...terkadang harus berantakan hanya karena keegoisan semata...
Tidak ada yang sia-sia dengan usaha atas niat baik itu jika ternyata tidak dapat dijalankan..biar Allah yang menilai & memberi ganjaran...
Ketika berbeda itu antara aku,kamu atau kita slh atau aku,kamu & kita benar..maka yang baik kita benarkan, yang salah kita perbaiki..ambil yg terbaik untuk semua..
Tempatnya khilaf adalah fitrah manusia..maka dengan sering b'istighfar & saling menasehatilah kita dapat meminimalisirnya juga mohon ampunan padaNya.
Terkadang nasehat itu menyakitkan tapi baik untuk kita amalkan sebagai bentuk sebuah penjagaan..bukan berarti bermaksud menyalahkan atas ketakpedulian.
Saat ingin mengingatkan ada perasaan dan logika yang dijabarkankan menjadi sebuah nasehat...tapi terkadang tak semua merasa butuh nasehat.
maka merenung dan bermuhasabhlah ..mungkin saat itu adalah nafsu yang menguasai
Dibalik amanah ada keterikatan yang tak bisa ditebak yang sudah terangkai indah..tapi dibalik keterikatan ada amanah besar yg perlu dselesaikan & prioritaskan.
Amanah itu berat..kau harus berusaha menjadi pengemban yang baik..berusaha menjadi pemimpin yang adil dan bisa bersikap dengan tegas dan bijaksana untuk diri dan orang lain dalam menjalankan amanah tersebut.
Dibalik kekurangan dan kelebihanmu..kau sudah berusaha menjalankan yang terbaik...hanya saja kau perlu terus belajar bagaimana orang lain menilaimu dan bagaimana kau bersikap pada orang lain dengan baik...
Maka jika sudah berniat baik...lanjutkan selama itu baik...sambil trs lurusin niat....jgn sampe belok ditengah jalan...#BackToAllah
Hanya karena sebuah sikap atau perkataan yang kurang berkenan bisa saja menyebabkan satu kezhaliman terhadap orang lain...maka berhati-hatilah ketika berbicara dan bersikap.
Maka apapun yang terjadi bukanlah sepenuhnya kesalahan jika semua harus berantakan....tapi ada sebuah pembelajaran yang harus kau petik hikmahnya demi menjadi dirimu yang lebih baik..
Teruslah mengasah ilmu, menjernihkan pikiran..membeningkan hati..menjaga lisan dan menjaga tingkah laku adalah dampak axiomatikmu terhadapNya..karena didunia ini adalah karena-Nya...berAqidah hanya kepadaNya, beribadah yang benar untukNya, dan ber Akhlak yang baik untuk mendapat keridhoanNya..
#EdisiBelajar
Langganan:
Postingan (Atom)

