Sebuah kenyataan tiap peristiwa yang kita lalui kan terukir dan menjadi pelajaran berharga menuju proses yang Terbaik.
Senin, 07 Mei 2012
Keniscayaan itu Atas izinMu
Ketika semua awal berujung pada pengakhiran..
Kuyakin ini semua yang terbaik atas izinMu...
Ketika Jiwa dan Raga ini bersimpuh pada semua do'a dan Harapan...
Yang kuingin hanyalah meniti jalan ini atas ridhoMu...
Ku tau kau sayang pada hambaMu....
Kau hanya ingin melihat, sejauh apa hambaMu meminta, memohon dan berharap...
Ketika semua terhenyut seperti diamnya malam....
Kau buktikan bahwa hambaMu tak sendirian...
Ada Engkau yang selalu ada dan tak pernah alfa memberi kekuatan..
Kealfaan adalah keniscayaan yang telah terjadi atas izinMu sebagai Ujian...
Walau terkadang ujianMu begitu menyesakkan dada ini....
Semoga KAU gantikan dengan perasaan yang lebih baik....
Menghela nafas panjang bersama sejuta asa dan harapan....
Menjauh tak berarti melupakan pengalaman dan berhenti berharap.....
Jika kau berkehendak maka pastikan terjadi...
Karna Keniscayaan itu Atas izinMu...
Semua Singgasana ini milikMu..
Hanya Engkau Yang berhak atas diri & semesta ini...
Dunia ini penuh dengan keindahan..
Namun kekal dalam keindahan bersamaMu yang kunantikan...
Fatamorgana Dunia ini sungguh melalaikan...
Dan kuberlindung dari semua kelalaian itu Hanya PadaMu...
Karena Keniscayaan itu Atas izinMu...
Kamis, 03 Mei 2012
Kurindu Ukhuwah Tak sebatas Amanah
Indahnya ukhuwah karena kita mencintai saudara kita melebihi cinta pada diri sendiri, indahnya ukhuwah yang terjalin tanpa ada rasa yang kita tujukan selain karena Allah...
Ukhuwah yang terjalin bukan karena kita masih dalam amanah yang mengharuskan kita untuk terus bertemu karena amanah kita. tapi pertemuan yang kita rindukan untuk saling berkumpul karena rindu akan indahnya kebersamaan dalam berbagi suka dan duka juga saling mengingatkan dalan kebaikan dan kesabaran.
Dihibur, disakiti, diperhatikan, dikecewakan, didengar dan diabaikan...Namun itu semua demi kemajuan dan perubahan..melebur dalam canda dan keseriusan..menanam benih kebersamaan, berkumpul, semua untuk mencapai kemaslahatan..Karena Perjuangan itu panjang walau terkadang melelahkan dengan segala kekurangan dan perbedaan....tapi kita tetap SATU. #everlastingmemoryinmylife
Al-Barra’ bin ‘Azib RA meriwayatkan dari Nabi saw, Beliau bersabda tentang orang-orang Anshar,
لَا يُحِبُّهُمْ إِلَّا مُؤْمِنٌ وَلَا يُبْغِضُهُمْ إِلَّا مُنَافِقٌ فَمَنْ أَحَبَّهُمْ أَحَبَّهُ اللَّهُ وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ أَبْغَضَهُ اللَّهُ
“Tidak ada yang mencintai mereka selain orang mukmin dan tidak ada yang membenci mereka selain orang munafiq. Siapa mencintai mereka Allah akan mencintainya dan siapa membencinya Allah akan murka kepadanya.” (Muttafaq Alaih).
Muadz meriwayatkan, aku mendengar Rasulullah saw bersabda;
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْمُتَحَابُّونَ فِي جَلَالِي لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ يَغْبِطُهُمْ النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ
“Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Bagi orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku mimbar-mimbar dari cahaya dari cahaya yang membuat iri para nabi dan syuhada.” (Tirmidzi, hadits hasan).
Dr Yusuf Qaradhawi dalam bukunya Al Mujtama’ Al Islami mengatakan bahwa ukhuwah Islamiyah yang bercita-cita luhur itu mampu melahirkan al-ikhaa’ul Islami. Dan tujuan terpenting dari padanya adalah persamaan hak (al musaawah), saling membantu (at-ta’aawun), dan cinta kasih karena Allah (al hubb fillah)
Abu Idris Al-Khaulani RA bercerita;
دَخَلْتُ مَسْجِدَ دِمَشْقَ فَإِذَا فَتًى شَابٌّ بَرَّاقُ الثَّنَايَا وَإِذَا النَّاسُ مَعَهُ إِذَا اخْتَلَفُوا فِي شَيْءٍ أَسْنَدُوا إِلَيْهِ وَصَدَرُوا عَنْ قَوْلِهِ فَسَأَلْتُ عَنْهُ فَقِيلَ هَذَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ فَلَمَّا كَانَ الْغَدُ هَجَّرْتُ فَوَجَدْتُهُ قَدْ سَبَقَنِي بِالتَّهْجِيرِ وَوَجَدْتُهُ يُصَلِّي قَالَ فَانْتَظَرْتُهُ حَتَّى قَضَى صَلَاتَهُ ثُمَّ جِئْتُهُ مِنْ قِبَلِ وَجْهِهِ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ ثُمَّ قُلْتُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ لِلَّهِ فَقَالَ أَللَّهِ فَقُلْتُ أَللَّهِ فَقَالَ أَللَّهِ فَقُلْتُ أَللَّهِ فَقَالَ أَللَّهِ فَقُلْتُ أَللَّهِ قَالَ فَأَخَذَ بِحُبْوَةِ رِدَائِي فَجَبَذَنِي إِلَيْهِ وَقَالَ أَبْشِرْ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَجَبَتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ وَالْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ وَالْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ وَالْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ
“Aku pernah memasuki masjid Damaskus, ternyata di sana terdapat seorang pemuda dengan gigi yang putih dan orang-orang bersamanya. Jika mereka memperselisihkan sesuatu mereka mengandalkannya dan mengembalikannya kepada pendapatnya. Aku pun bertanya tentangnya dan dijawabnya bahwa dia Muadz bin Jabal. Esok harinya aku berangkat (ke masjid) pagi-pagi, ternyata ia telah mendahuluiku. Aku mendapatinya melakukan shalat. Ia mengatakan, aku pun menunggunya sampai ia menyelesaikan shalatnya. Setelah itu aku menemuinya dari depannya dan aku ucapkan salam kepadanya dan aku katakan, ‘Demi Allah, aku mencintaimu karena Allah’ Ia mengatakan, ‘Allah.’ Aku katakan, ‘Allah.’ Ia katakan, ‘Allah?’ Aku katakan, ‘Allah,’ Lalu ia memegang dada jubahku dan menarikku kepadanya dan berkata, ‘Berbahagialah karena aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Alah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Orang-orang yang saling mencinta karena-Ku pasti mendapatkan kecintaan-Ku, yang bergaul karena-Ku, yang saling mengunjungi karena-Ku, dan yang saling berkorban karena-Ku.” (Hadits shahih riwayat Malik di Al-Muwattha’ dengan sanad shahih).
Abu Karimah Al-Miqdad bin Ma’di Karib RA meriwayatkan Nabi saw Beliau bersabda,
إِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَلْيُخْبِرْهُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ
“Jika seseorang mencintai saudaranya hendaknya ia memberitahukan kepadanya bahwa dia mencintainya.”(Tirmidzi dan Abu Dawud, hadits hasan shahih).
Anas RA meriwayatkan bahwa,
أَنَّ رَجُلًا كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرَّ بِهِ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّ هَذَا فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْلَمْتَهُ قَالَ لَا قَالَ أَعْلِمْهُ قَالَ فَلَحِقَهُ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّكَ فِي اللَّهِ فَقَالَ أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ
“Seseorang berada di sisi Nabi SAW. Kemudian seseorang lewat dan berkata, ‘Ya Rasulullah, aku mencintai orang ini.’ Nabi bersabda kepadanya, ‘Apakah kamu sudah memberitahukan kepadanya?’ (Anas) berkata, lalu ia menyusulnya dan mengatakan, ‘Aku mencintaimu karena Allah.’ Orang itu menjawab, ‘Mudah-mudahan Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintaiku karena-Nya.” (Abu Dawud dengan sanad shahih).
Beberapa kekokohan ruh cinta karena Allah, yaitu dengan:
>Memberi tahu kepada al akh (saudara) yang dicintai.
Rasulullah bersabda: “Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberi tahu kepadanya “ (HR Abu Daud dan Turmudzi)
>Memanjatkan doa untuknya dari kejauhan ketika mereka saling berpisah.
Diriwayatkan dari Umar Bin Khathab RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Aku minta izin (pamit) kepada Rasulullah untuk melaksanakan umrah”. Kemudian Rasulullah mengizinkan dan berkata ” Jangan lupa doa kan kami ” Lalu beliau mengatakan suatu kalimat yang menggembirakan ku bahwa aku mempunyai kebahagiaan dengan kalimat tersebut di dunia. Dalam suatu riwayat beliau berkata: “Kami mengiringi do’a wahai saudaraku”
>Bila berjumpa dengan al akh lain maka tunjukkanlah senyum kegembiraan dan muka manis. Rasulullah bersabda “Janganlah engkau meremehkan kebaikan apa saja (yang datangnya dari saudaramu). Dan jika engkau berjumpa saudaramu maka berikanlah dia senyum kegembiraan” (HR Muslim)
>Berjabat tangan bila bertemu. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya bila bertemu dengan saudara-saudaranya agar cepat-cepatlah berjabat tangan. Hal di atas berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abu Daud dari Barra, Bersabda Rasulullah SAW: “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah”.
Menyempatkan diri untuk mengunjungi saudaranya. Dalam kitabnya Al Muwathta, Imam Malik meriwayatkan: Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa, “Allah berfirman: Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena Aku, dimana keduanya saling berkunjung karena Aku dan saling memberi karena Aku”.
>Menyampaikan ucapan selamat yang berkenaan dengan sukses yang dicapai saudaranya. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa mengucapkan selamat kepada saudaranya ketika saudaranya mendapat kebahagiaan niscaya Allah menggembirakannya pada hari kiamat”. (HR Thabrani dalam Ma’jamush Shaghir)
Contoh yang pernah diajarkan oleh Rasul adalah:
a. Berkenaan dengan kelahiran anak
b. Ketika datang dari medan jihad
c. Apabila kembali dari menunaikan haji
d. Bila ada yang menikah
e. Saat Iedul fitri
>Memberikan hadiah yang bersifat insidental.
Iman Dailami meriwayatkan dari Anas dan Marfu’ bahwa Rasulullah SAW bersabda “Hendaklah kalian saling memberikan hadiah karena hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hati”.
>Menaruh perhatian terhadap keperluan saudaranya.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang meringankan beban penderitaan seorang mukmin di dunia pasti Allah akan meringankan beban penderitaannya di akhirat kelak. Siapa yang memudahkan orang yang dalam keadaan susah pasti Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim pasti Allah akan menutupi (aib nya) di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR Muslim)
>Menegakkan hak-hak ukhuwah saudaranya. Dalam rangka mempererat ukhuwah maka adalah wajib bagi al akh untuk menunaikan hak-hak yang dimiliki al akh lain, seperti menjenguk saudaranya yang lain bila sakit, mendo’akan bila bersin, dan menolong bila teraniaya (dizhalimi).
Allah SWT tidak mengaruniakan rasa cinta semata-mata, tetapi Allah juga mengaruniakan ‘hukum’ cinta yang mesti dipatuhi demi mencapai maksud penciptaannya. Dengan ‘hukum’ itu, Allah mengatur agar cinta senantiasa selamat dan menyelamatkan. Begitulah cinta dalam Islam, ia mempunyai kaidah dan peraturan demi menjaga kemurnian dan kesuciannya.
Tentang Cinta itu sendiri, Rasulullah dalam sabdanya menegaskan bahwa tidak beriman seseorang sebelum Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selain keduanya. Al Ghazali berkata: “Cinta adalah inti keberagamaan. Ia adalah awal dan juga akhir dari perjalanan kita. Kalaupun ada maqam yang harus dilewati seorang sufi sebelum cinta, maqam itu hanyalah pengantar ke arah cinta dan bila ada maqam-maqam sesudah cinta, maqam itu hanyalah akibat dari cinta saja.”
Salam Ukhuwah...Miss You All coz Allah..uhibbukum fillaah lillaah (^__^)//
Selasa, 01 Mei 2012
HADAPILAH - Shoutul Harokah
walau terang mencegah....
walau mentari kan membakar..
jangan letih menapaki kehidupan
ujian bagaikan garis sinar sang surya
hadir kedunia bersama berjuta karunia
janganlah lah bertekuk lutut dalam peluh dan putus asa
janganlah bersimpuh dihadapan luka..
hadapilah segala tantangan..sambutlah harimu dengan suka cita
hadapilah segala ujian dalam kesulitan pasti ada kemudahan....
.......::Jika Rindu::......
Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
One step closer
Tak pernah terfikirkan dan terbayangkan...
Sepenuh hati yang dirasa ketika merindu
Seutuh gejolak membakar hati
Seperti cahaya hadirnya di duniaku
Seperti ribuan bintang yang menghujam jantungku..
Cukup didalam do'a ku persembahkan
Jika memang Allah mengizinkan lagi..
Saat yang diharapkan datang itu menyapa kembali...
Mungkinkah kan ada kepastian dalam semua pilihan yang nyata...
Biarlah Allah menjadi sebaik-baik penjaga...
Atas semua do'a dan asa....
Ya Robb..Kutitipkan apa yang Engkau titipkan padaku..
hingga kurasa mampu menjaganya kembali..
Rabu, 25 April 2012
.....................::For me and You::......................
Indahnya hidup di dunia ini ketika kita mampu bersyukur dengan ketetapan yang Allah berikan. :)
Betapa indah jika Allah selalu menetapkan semua urusan didunia jika semua sesuai dengan keinginan kita.....Tapi Allah menguji kesabaran ketika semua yang kau inginkan belum sempat kau raih.
Bersabar terhadap diri adalah keagungan jiwa.
Bersabar terhadap orang lain adalah kebesaran jiwa.
Bersabar terhadap kehidupan adalah Keimanan...
Takdirku dan takdirmu memberi cinta sempurna..walaupun kita tak pernah membayangkan hal pahit sekalipun karena selalu berharap kan berakhir indah. Karena kita yakin Takdir Allah indah...Hopefully still in my heart and my way .. ( ^__^ )"
Harimu dengan orang-orang sekelilingmulah proses belajarmu. Belajar menghargai hidup, diri sendiri dan orang lain. Ketulusan hatimu mengahadapi semua yang terjadi padamu yang kan mendewasakanmu....dan karena imanmulah kau mampu bertahan dalam situasi apapun. Karena Allah sayang padamu, kau masih diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik...
Kesempatan untuk meraih yang lebih baik dan lebih penting dari sekedar keegoisan & keinginan mulia sekalipun.Tak mudah dihati dan tidak mudah dihadapi....walau hidup menyuruhmu berlari bahkan tertatih sekalipun, saat apa yang menimpamu seperti badai yang siap menggulungmu kedalam putarannya hingga tak berdaya melawan arusnya...kau memiliki Allah yang selalu mengawasimu, memperhatikanmu, menyayangimu,menolongmu, memaafkanmu,memberi petunjuk padamu, Dia yang kan selalu menjagamu dalam situasi apapun..selama kau menjagaNya dan selalu bertawakal pada ketetapan apapun yang diberikan olehNya.
Kau harus terus semangat menjalani hidupmu untuk lebih baik lagi dari hari ini,,,,Buktikan kau bisa Berubah menjadi yang terbaik diantara yang terbaik. Hidupmu bukanlah milikmu sepenuhnya..berbagilah dan sayangilah orang-orang yang mencintaimu dalam naungan kasih dan cintaNya..lupakan kecewa dan benci..karena itu hanya akan mengahalangimu menatap masa depan yang lebih baik...Lupakan sedih raih bahagiamu dalam jalanNya..jalan yang penuh aral dan batu juga duri yang tajam. Dan ketika kau menemukan hal yang indah didalamnya itulah hadiah dariNya agar kau selalu bersyukur. Perbanyaklah kebaikan yang dapat bermanfaat untuk diri dan orang lain. Kemulian Akhlak dan kekuatan Ruhiyahmu lah yang mampu memberikan sentuhan dan menularkan cahayaNya untuk yang lain.
Setiap Harimu akan Indah, jika Allah bersamamu , Jika Malaikat mendo'akanmu, Jika Rosulullaah yang menjadi prinsip akhlakmu, Jika senandung Al-Qur'an memberi semangat hidupmu, Jika tangis kerinduan pada syurga menjadi penghiburmu, dan jika syahid menjadi cita-citamu...maka alam semesta dan semua makhluk kan bersamamu dalam meraih ridhoNya.
Semoga kita bisa menjadi insan yang lebih berhati-hati,tawadhu dan tawazhun disegala aktifitas kita...Luruskan niat..Allah takkan salah menetapkan takdir terbaik untuk kita..selama kau yakin dengan hati nuranimu bicara atas kebaikan yang kau harapkan....Bismillaah....SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTT !!!
Sabtu, 21 April 2012
Pertama dan Terakhir
Tau kah anda bagaimana rasanya kecewa terhadap makhluk...???
Yah kurasa kalian pernah merasakan bagaimana rasa kecewa itu....tapi kecewa untuk pertama mungkin termaafkan, kedua kalinya yah mungkin khilaf..jadi masih dimaafkan, karena kita tau orang yang membuat kecewa itu memang seperti itu..tapi kecewa untuk ketiga kalinya...mungkinkah dimaafkan?? bahkan kecewa itu bukan untuk 1 orang saja..tapi banyak orang...tapi lagi-lagi kita harus berfikir Allah saja Maha memaafkan..kenapa kita yang cuma setitik makhluk tak berdaya tidak mampu memaafkan..biarlah kekecewaan itu melebur seiring keyakinan bahwa setiap perbuatan baik maupun buruk akan kembali pada yang melakukannya. Sekecewa apapun kita, jika sandaran kita adalah Allah...kita takkan kecewa yang berlarut-larut bahkan menimbulkan dendam dalam hati...na'udzubillaah min dzalik...!!!
Bicara soal kecewa...ia seolah meremas hati dan tindakan yang kadang tak terfikir tiba-tiba muncul melambung tinggi kemudian jatuh dengan dentuman keras menerpa hati..ingin rasanya menumpahkan kekecewaan maupun kemarahan pada objek yang ingin kita tuju..mungkin agar objek itu sadar..tapi ternyata, tidak semua cepat sadar akan kesalahan..masih merasa benar mungkin...atau masih merasa tidak melakukan kesalahan hingga membuat orang lain kecewa....entahlah, apa yang ada dipikiran objek seperti itu...sangat aneh dan menyebalkan...
Bagaimana jika kalian merasakan itu semua dalam waktu dekat tanpa jeda yang mengobati kekecewaan secara perlahan...tapi bertubi-tubi kekecewaan itu datang untuk pertama kalinya dalam hidup...apalagi bukan hanya urusan sepele, tapi kekecewaan terhadap harapan dimasa depan....mungkin bisa langsung ingin mati saja jika kita tak bersandar padaNya... ingin rasa tangan ini menggapai sosoknya untuk dihancurkan hingga puas..tapi itu hanyalah nafsu amarah yang ketika itu syetan menggelayuti dan terus membisikkan rasa kecewa...sudahlah kecewapun tak ada artinya jika objek itu tetap tidak bisa berubah...hanya membuat penyakit hati. Dan ingatlah kita tak boleh membenci sosknya tapi bencilah Sifat dan perbuatannya karena Allahpun tidak suka. Mungkin kepercayaan dan harapan pada objek itu akan hilang sedikit demi sedikit hingga tak berarti....yah berharap itu adalah yang pertama dan terakhir...sungguh teguran Allah itu DAHSYAT..itulah penjagaanNya terhadap orang-orang yang selalu memohon petunjuk terbaik dalam hidupnya atas apa yang terjadi pada hambaNya.
Seiring kekecewaan itu memudar dalam penetralan hati dan pikiran, dan jika itu tiba-tiba hadir kembali membawa harapan karena tetap ingin menjadi yang pertama dan terkahir dalam hidup...sungguh fitrah itu benar-benar Dahsyat...
Inginnya jadi yang pertama dan terkahir..tapi kenyataan hanyalah sebuah jebakan
Inginnya merasakan untuk pertama dan terakhir...tapi ranah hanyalah peraduan
Inginnya menetapkan untuk pertama dan terakhir...tapi takdir masih berputar pada seribu jawaban
Selalu berusaha jujur pada kenyataan berharap ada harapan nyata dalam keyakinan yang pasti...Berharap Pertama & terakhir ternyata seolah dipermainkan...
tak bertanggung jawab atas semua yang dilakukan....sudahlah cukup rasanya untuk pertama dan terkahir..entahlah kan tetap menjadi yang pertama dan terakhir atau hanya sekedar picisan hati yang miris pada kenyataan..
hanya bisa menggapai lewat do'a.
Sekian waktu berada dalam harapan...ternyata hanya menunggu dalam kekecewaan dan tanpa kepastian...
terluka dan bersedih itu kepastian...tapi memaafkan itu lebih baik..
semoga berubah karena Allah kan memberi yang terbaik..walau sesungguhnya dalam hati tetap masih ingin jadi yang pertama dan terkahir...Hati masih meragu..Robb tolong Bantu insan yang lemah ini...Do'a dan azzam hanya kepadaMu..."FA IDZA AZZAMTA FATAWAKKAL 'ALALLAAH"
Selasa, 27 Maret 2012
Kejujuran itu Sulit tapi Menenangkan
Ada rahasia yang sangat pribadi didalam diri tiap orang. dari yang biasa hingga terpopuler. bahkan orang-orang yang hidup dalam kesunyian.tak pernah dikenal kecuali oleh ayah ibunya. Semua punya dunia pribadi yang tersembunyi.
Hanya Orang-orang yang besar, yang berani jujur pada dirinya, pada Allah, bila karena satu dan lain hal, ia melakukan kesalahan, ia menyadari lalu memohon ampun kepadaNya.
Hidup ini punya tradisi alaminya, sesuatu yang sering kita kenal dengan sunatullah. itulah harmoni, sebuah langgam yang tak memberi tempat bagi pelanggaran, penyimpangan, apalagi pengkhianatan. Maka seonggok kesalahan adalah penyela yang sengat dan menusuk-nusuk, bagi langgam kehidupan yang harmonis itu. Apapun bentuknya, seberapapun besarnya.
Selalu ada yang tersembunyi, dari tiap kesalahan yang ada pada diri pribadi kita. seberapapun orang mengenal kita, tetapa saja ada yang tidak diketahui. Setidaknya, bahwa isi hati kita tak pernah diketahui siapapun. Teatapi, kesalahan tetaplah kesalahan. dan disnilah ujianNya. Mengakui kesalahan dihadapan Allah, ditengah kesendirian yang berkuasa terhadap keputusan diri sendiri, ditengah pilihan pribadi yang sangat merdeka itu tidak mudah..
kesalahan adalah yang mengantarkan ke sisi gelap kehidupan. tapi banyak orang yang rugi karena terlempar kedalamnya tapi ia tak kunjung bermunajat, memohon dan menyandarkan diri kepada Allah.
Dunia ini pentas. gemerlap panggungnya belum tentu sama dirunag gantinya, indah memukau disisi dramanya belum tentu seperti kehidupan nyatanya. didepan publik begitu mengharu biru, klimis dan slalu benar belum tentu sesungguhnya begitu pada kehidupan nyatanya. ada saja siis kelam yang tersembunyi. dari kadar yang sederhana, seperti kebiasaan-kebiasaan buruk hingga kadar yang mengerikan mungkin pernah menjadi kesalahan dari dalam diri kita.
Maka kejujuranlah yang dapat menenagkan apapun yang kita anggap itu salah..karena fitahnya manusia adalah kembali pada kebenaran karena kebenaran itu datang dari sang Maha pencipta dan kesalahan terjadi karena diri pribadi yang sudah lalai dalam kehidupan dunia. mungkin kita menyembunyikan kesalahan karena itu sebuah hal yang tidak layak untuk orang lain...
Dalam lingkup yang sangat pribadi. Rosulullah menasehati agar kita berhati-hati dengan kesalahan dan dosa-dosa yang tak dianggap, hingga akhirnya menumpuk sedikit demi sedikit. Didalam diri kita ada wilayah yang orang tidak tahu tapi kita sangat mengetahuinya...dan Allah Maha mengetahui apa-apa yang tersembunyi dan apa-apa yang kita kerjakan....wilayah itu bisa berupa kebaikan & keshalihan yang bisa menjadi pupuk bagi kebersihan hati. sedangkan kesalahan, bila kita sadari bisa menjadi pintu pendekat diri kepada Allah dalam munajat yang dekat dan tersendiri..dan ketika itu edekatan kepadaNyalah yang membuat hati ini jujur dan menenangkan..jika bukan diri ini yang menasehati diri sendiri untuk kemabali pada keimanan sesungguhnya siapa lagi yang kita harapkan...karena kejujuran itu sulit tapi menenangkan dan sahabat yang baik memang banyak.. tapi yang terbaik hanyalah Allah...the best one...
Langganan:
Postingan (Atom)




