Dari segi kuantitas saat ini memang umat muslim memang banyak bahkan bisa dikatakan sebagai agama mayoritas. Terutama dibagian eropa diamana perlahan-lahan telah banyak yang menyatakan diri mereka telah memeluk islam sebagai agamanya. Namun di balik semakin banyaknya yang manganut islam masih lebih banyak pemuda islam yang dilihat dari segi kualitas pemahamn islam itu sendiri semakin menjauh. Terbukti dengan makin banyaknya kemaksiatan yang sudah terang-terangan oleh pemuda islam itu sendiri diklangan masyarakat..Namun dimanakah peran kita sebagi sosok pemuda islam. mungkin sedang sampai detik inipun masih dalam pertanyaan “Apa yang harus kita lakukan untuk mengembalikkan izzah islam dan Berjaya hingga tegaknya daulah islam?”
Ya..peran pemuda saat ini dipertanyakan. Karena pemuda yang memiliki usia, semangat dan jiwa yang masih kuat membara dalam menggapai apa yang ingin dicapai dalam hidupnya, mempunyai potensi yang luar biasa hebat. Sungguh Luar Biasa Allah menciptakan manusia yang dikarunia, potensi akal, fisik dan ruh. Lalu, bagaimana kita berterimakasih pada sang maha Pencipta atas karunianya itu. Memiliki peran apakah kita dalam penciptaaNya itu. Jika kembali kepada apa yang Allah perintahkan dalam Alqur’an:
“Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu” (Qs.Adzzariat:56)
Kembali kepada pertanyaan kita, Bagaimana kita mengelola potensi yang dimiliki untuk beribadah kepadaNya?..pertanyaan yang ditanyakan oleh seorang yang belum mengerti apa arti tujuan hidup sesungguhnya. Lagi-lagi kutermenung jika harus berfikir sungguh kita tak ada apa-apanya untuk itu semua. Namun Allah memberi kesempatan usia pada kita untuk belajar bagaimana kita beribadah padaNya. Tak ayal kita sebagai pemuda masih banyak yang belum paham dengan hakikat hidup ini. Masih sering melalaikan usia yang mungkin sampai saat ini belum setara dengan apa yang Allah berikan, waktu yang terbuang percuma, sibuk dengan hal-hal yang tak ada manfaatnya, jangankan untuk orang lain terkadang untuk diri sendiripun kita tak peduli. “Hidup santai aja kali, masih panjang, so mengalir aja seperti air” itu jawaban yang sering kita denger dari pemuda sekarang. Padahal air saja punya tujuan ke muara laut dan dalam menggapai tujuan itupun ia harus melewati bebatuan, ruang yang berkelok-kelok, arus tenang maupun deras. Begitupun hidup..Allah juga menciptakan ujian untuk hambaNya.
Dan pemuda adalah iron stock untuk itu semua. Kita tidak sendirian dalam menegakkannya panji Allah di bumiNya ini. Bersatu bersama menjadi “Agent of Change” dari yang buruk menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik dan menjadi yang terbaik untuk Allah dan RosulNya. Berbicara soal pemuda, terkadang diri ini berfikir ga sih…..fisik dan otak yang masih belia ini jarang sekali dimanfaatkan. Justru orang tualah terus banting tulang, melihat perjuangan mereka ketika muda.
Begitu banyak generasi muda Islam yang -seharusnya menjadi penggerak dakwah menuju kejayaan Islam- menjadikan dosa-dosa yang mereka lakukan sebagai alasan untuk meninggalkan lapangan dakwah. Padahal kemunduran mereka sama sekali tidak membuat keadaan dakwah ini menjadi lebih baik, tapi justru secara tidak langsung mereka telah menjadi “musuh” yang menghambat pergerakan dakwah dengan sikap apatis mereka.
Fenomena ini adalah sebuah kesalahan yang sangat diwaspadai. Jangan sampai semangat untuk beramar ma’ruf nahi munkar menjadi pudar hanya karena dosa dan kesalahan di masa lalu. Bukankah Allah SWT telah berfirman,
“Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. “ (QS. An-Nur: 21)
Maka, jangan sampai kita berhenti beramar ma’ruf nahi munkar dengan alasan kita adalah seorang pendosa. Abul Faraj Ibnul Juazi mengatakan, “Sungguh, Iblis telah berhasil membujuk rayu sebagian ahli ibadah. Dia melihat kemungkaran, tetapi tidak mengingkarinya dan tidak mencegahnya. Lalu orang tadi berkata, ‘Yang mencegah kemungkaran dan menyuruh kebaikan adalah orang yang sudah bagus dan baik. Sementara saya belum baik betul, bagaimana mungkin saya menyuruh orang lain?’ Hal ini adalah sebuah kesalahan, karena dia seharusnya (tetap) mencegah kemungkaran dan menyuruh kepada yang ma’ruf.”
Seorang lelaki pernah berkata kepada Imam Ahmad bin Hanbal, “Apakah seseorang itu tetap bertahan terus sampai dia sempurna, kemudian baru menda'wahi manusia?”
Imam Ahmad menjawab, “Siapakah orang yang sempurna? Tetaplah berda'wah kepada manusia.”
Begitu pun dengan yang diwasiatkan Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyyah kepada Abul Qasim Al-Maghribi, “Bahwa seorang hamba pasti melakukan kesalahan dan dosa adalah sebuah kemestian yang ada pada seorang hamba. Namun dia harus meminta ampun kepada Allah, sehingga seseorang tidak beralasan (untuk tidak melakukan kebaikan), hanya karena ia telah berdosa”.
DR. A’idh al-Qarni, seorang ulama yang sangat besar perhatiannya terhadap da'wah dan generasi muda Islam saja pernah menemui seorang pelaku dosa dan memintanya agar aktif dalam lapangan da'wah pada Allah, agar dia ikut andil berceramah, ikut serta dalam beramar ma’ruf nahi munkar atau pengajian. Agar ia juga aktif memberikan kata-kata yang sejuk dan baik serta ikut dalam menasihati saudara-saudaranya. Beliau melakukan hal ini dengan sebuah alasan yang sangat baik, “karena setiap orang -walaupun pendosa sekalipun-, pantas dan berhak untuk berdakwah dan berceramah kepada manusia”. Tentunya sesuai dengan kapasitasnya.
Pertanyaannya, bukankah itu sama halnya dengan munafik?
“Bertaqwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlaq yang baik”
Ya, setiap kita pernah berbuat kesalahan… Tapi sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat. Dan dakwah tentunya dapat menjadi sarana taubat terhadap dosa dan keburukan yang telah dikerjakan. Terakhir, sebelum mengakhiri catatan singkat ini marilah sama-sama kita renungkan sabda Rasulullah SAW dalam Shahih Muslim
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalau sekiranya kamu tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kamu. Kemudian Allah akan mendatangkan kaum selain kamu. Mereka berbuat dosa, dan mereka meminta ampun kepada Allah, lalu Allah mengampuni mereka.” (H.R. Muslim)
Ketika kita ingin berubah menjadi yang lebih baik untuk Robbnya..sesungguhnya ikhtiar dan tawakallah kepada Allah saat menhadapi ujian didalam da'wah..
wallohu'alam..........
Sebuah kenyataan tiap peristiwa yang kita lalui kan terukir dan menjadi pelajaran berharga menuju proses yang Terbaik.
Sabtu, 17 Maret 2012
Minggu, 11 Maret 2012
.....::Yakinkanku::.......
Yakinkah masih dalam keistiqomahan do'a yang selama ini kau harapkan.
Jika tidak...yakinkanku untuk berhenti berharap dalam do'a itu...
tak perlu lagi ada keistiqomahan didalamnya jika memang yakin untuk tidak memilih keputusan apapun.
Sadar..ku belum mampu merubah itu semua didalam sini..
Katakan dan buktikan yang sebenarnya Jangan mau tak mau seperti ini sebuah ketidakmungkinan berubah menjadi keyakinan yang nyata....
Karena sejatinya semua itu kan ada jika memang ikhtiar atas do'a itu memang masih dipertahankan hingga takdir menentukan.
it's gonna be right..it's gonna be fine.....I believe...
Jika tidak...yakinkanku untuk berhenti berharap dalam do'a itu...
tak perlu lagi ada keistiqomahan didalamnya jika memang yakin untuk tidak memilih keputusan apapun.
Sadar..ku belum mampu merubah itu semua didalam sini..
Katakan dan buktikan yang sebenarnya Jangan mau tak mau seperti ini sebuah ketidakmungkinan berubah menjadi keyakinan yang nyata....
Karena sejatinya semua itu kan ada jika memang ikhtiar atas do'a itu memang masih dipertahankan hingga takdir menentukan.
it's gonna be right..it's gonna be fine.....I believe...
Jumat, 09 Maret 2012
.............::simbol waktu::...............
Suatu masa dimana semua ada awal dan ada akhir....
hari ini genap seorang wanita yang semakin berkurang usianya kembali mengganjilkan bilangan usianya didunia..yah, sekarang ia sudah berusia 23 di tahun masehi ini...entah masih punya berapa lama lagi kesempatannya di dunia ini untuk memenuhi kewajibannya di dunia sebelum semuanya terlambat, sebelum yang Maha pemberi usia ini menagih haknya mengambil usia ini......masih banyak kekurangan dalam memaximalkan sisa jatahnya didunia ini...masih belum bisa bermanfaat untuk orang lain, masih sibuk dengan keinginan-keinginan dunia, masih sering alfa dalam menjalankan kewajiban dari sang Robbnya....masih belum bisa memberikan yang terbaik untuk diri, keluarga..apalagi untuk orang lain....untuk menggapai ridhoNya dunia akhirat.....
sadar,,wanita ini hanyalah insan yang lemah di hadapan Robbnya...no more running away to figth....usia hanyalah tampilan...tapi itu adalah simbol waktu yang Allah berikan untuk mengingatkan bahwa dunia ini hanyalah sementara...maka pergunakanlah sebaik-baiknya.....beruntung wanita ini memiliki keluarga, lingkungan dan sahabat-sahabat yang dapat membantunya dalam menggapai visi & misinya untuk dunia dan akhirat.....wanita ini hanya bisa mengucapkan terimakasih dan berdo'a untuk semua yang telah mendo'aknnya disimbol waktu yang telah ia lewati hari ini......semoga Allah membalas do'a kalian yang lebih dari apa yang telah kalian do'akan untuknya....
dan untuk pertama kalinya wanita itu didoa'akan oleh orang yang pertama kali menjadi yang paling pertama berdo'a untuknya...terimakasih telah mengingat hari lahirnya....dan semoga itu bukan untuk yang terakhir.....untuk kalian yang telah mendoakannya semoga Allah selalu melindungi kalian dan selalu dalam berkah dan ketaatan padaNya....
hari ini genap seorang wanita yang semakin berkurang usianya kembali mengganjilkan bilangan usianya didunia..yah, sekarang ia sudah berusia 23 di tahun masehi ini...entah masih punya berapa lama lagi kesempatannya di dunia ini untuk memenuhi kewajibannya di dunia sebelum semuanya terlambat, sebelum yang Maha pemberi usia ini menagih haknya mengambil usia ini......masih banyak kekurangan dalam memaximalkan sisa jatahnya didunia ini...masih belum bisa bermanfaat untuk orang lain, masih sibuk dengan keinginan-keinginan dunia, masih sering alfa dalam menjalankan kewajiban dari sang Robbnya....masih belum bisa memberikan yang terbaik untuk diri, keluarga..apalagi untuk orang lain....untuk menggapai ridhoNya dunia akhirat.....
sadar,,wanita ini hanyalah insan yang lemah di hadapan Robbnya...no more running away to figth....usia hanyalah tampilan...tapi itu adalah simbol waktu yang Allah berikan untuk mengingatkan bahwa dunia ini hanyalah sementara...maka pergunakanlah sebaik-baiknya.....beruntung wanita ini memiliki keluarga, lingkungan dan sahabat-sahabat yang dapat membantunya dalam menggapai visi & misinya untuk dunia dan akhirat.....wanita ini hanya bisa mengucapkan terimakasih dan berdo'a untuk semua yang telah mendo'aknnya disimbol waktu yang telah ia lewati hari ini......semoga Allah membalas do'a kalian yang lebih dari apa yang telah kalian do'akan untuknya....
dan untuk pertama kalinya wanita itu didoa'akan oleh orang yang pertama kali menjadi yang paling pertama berdo'a untuknya...terimakasih telah mengingat hari lahirnya....dan semoga itu bukan untuk yang terakhir.....untuk kalian yang telah mendoakannya semoga Allah selalu melindungi kalian dan selalu dalam berkah dan ketaatan padaNya....
Selasa, 06 Maret 2012
my desire
In the silences I found you
Beneath the highlight
Come to see you just to know you
Day by day
It`s me on your side
But you can`t see me
And my voice is around you
But you can`t hear me
I`m walk in the silence of you
Life is colorful but you said
Its all plain
Save the reason why I`m still here
Hoping n missing......
I’m weird coz I hate goodbyes
I got misty eyes as they said farewell
But I know where several are
If my dreams get real bizarre
I must keep my heart and I keep like this
twilight is always changing, but you would not go away.....
come and gone....
I’d like to make myself believe
It’s hard to say that I’d rather stay awake when I’m asleep
Coz everything is never as it seems....
..............::: Just my Desire :::..................
Beneath the highlight
Come to see you just to know you
Day by day
It`s me on your side
But you can`t see me
And my voice is around you
But you can`t hear me
I`m walk in the silence of you
Life is colorful but you said
Its all plain
Save the reason why I`m still here
Hoping n missing......
I’m weird coz I hate goodbyes
I got misty eyes as they said farewell
But I know where several are
If my dreams get real bizarre
I must keep my heart and I keep like this
twilight is always changing, but you would not go away.....
come and gone....
I’d like to make myself believe
It’s hard to say that I’d rather stay awake when I’m asleep
Coz everything is never as it seems....
..............::: Just my Desire :::..................
Kamis, 23 Februari 2012
..........::HaRapan & KeNyaTaaN::.............
Kau lemah..karena kau hanyalah manusia biasa yang tak punya banyak kelebihan untuk membuatmu kuat.. Tapi kau kuat ketika kau sandarkan semua kelemahanmu pada yang Maha Pemberi kekuatan......."La haula wa laa quwwata illaa billaah"
Senantiasa kau curahkan apa yang menjadi bebanmu saat ini...beban pikiran maupun perasaan yang sedang kau rasakan....ketika kau berusaha melupakan apa yang membuatmu lemah..kau kan terus berusaha meminta kekuatan dariNya...
Tersadar ketika kau harus bangkit dari semua yang telah kau alami..itu hanyalah setitik ujian yang belum selesai kau lewati....kau pasti mampu menhadapinya...walaupun semua harapan yang kau gantungkan kepadaNya berharap menjadi sebuah kenyataan yang indah adanya...tapi kau harus yakin skenario dari Sang sutradara dialam semesta ini akan memberikan hal yang terbaik untukmu....ketika keresahan itu kembali datang, kegalauan itu semakin menjadi dan pengharapan itu semakin diujung tombak....bersiaplah dengan anugerah terindah yang akan kau dapatkan nanti....Allah takkan salah memberikan naskah skenario pada hambaNya...walaupun saat kau menjalaninya kau merasa dirimulah yang paling menderita...dirimulah yang paling tak kuat....tapi ingatlah..Allah takkan memberikan ujian yang tidak sanggup dipikul hambaNya....Ia menetapkan sesuai kemampuan hamba-hambaNya yang mau bertaqwa..karena Allah hanya menilai derajatnya dari taqwanya..
"Sesungguhnya kami telah ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, yang kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan) karena itu kami jadikan dia mendengar dan melihat" (QS. Al-insan : 2)
Sadar kita hanyalah manusia yang tak punya apa-apa..karena semua yang ada pada diri manusia hanyalah titipan dari Sang Maha Kuasa atas segala sesuatu.....sedih memang jika harapan dan kenyataan atas apa yang impikan bukanlah jadi takdirmu....
Hingga saatnya kau kan rasakan tiap takdir yang kau dapatkan dan jalani dengan kepasrahan PadaNya semua adalah bukti kecintaanNya padamu.....
...I wish u was here...
...I'm the reason,miss u...
...but I know..that's only my dream...
...wish u all the best from Allah SWT....
... this is only mere disire for us.....
Senantiasa kau curahkan apa yang menjadi bebanmu saat ini...beban pikiran maupun perasaan yang sedang kau rasakan....ketika kau berusaha melupakan apa yang membuatmu lemah..kau kan terus berusaha meminta kekuatan dariNya...
Tersadar ketika kau harus bangkit dari semua yang telah kau alami..itu hanyalah setitik ujian yang belum selesai kau lewati....kau pasti mampu menhadapinya...walaupun semua harapan yang kau gantungkan kepadaNya berharap menjadi sebuah kenyataan yang indah adanya...tapi kau harus yakin skenario dari Sang sutradara dialam semesta ini akan memberikan hal yang terbaik untukmu....ketika keresahan itu kembali datang, kegalauan itu semakin menjadi dan pengharapan itu semakin diujung tombak....bersiaplah dengan anugerah terindah yang akan kau dapatkan nanti....Allah takkan salah memberikan naskah skenario pada hambaNya...walaupun saat kau menjalaninya kau merasa dirimulah yang paling menderita...dirimulah yang paling tak kuat....tapi ingatlah..Allah takkan memberikan ujian yang tidak sanggup dipikul hambaNya....Ia menetapkan sesuai kemampuan hamba-hambaNya yang mau bertaqwa..karena Allah hanya menilai derajatnya dari taqwanya..
"Sesungguhnya kami telah ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, yang kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan) karena itu kami jadikan dia mendengar dan melihat" (QS. Al-insan : 2)
Sadar kita hanyalah manusia yang tak punya apa-apa..karena semua yang ada pada diri manusia hanyalah titipan dari Sang Maha Kuasa atas segala sesuatu.....sedih memang jika harapan dan kenyataan atas apa yang impikan bukanlah jadi takdirmu....
Hingga saatnya kau kan rasakan tiap takdir yang kau dapatkan dan jalani dengan kepasrahan PadaNya semua adalah bukti kecintaanNya padamu.....
...I wish u was here...
...I'm the reason,miss u...
...but I know..that's only my dream...
...wish u all the best from Allah SWT....
... this is only mere disire for us.....
Sosok Tangguh Idaman Surga
Masihkah ada alasan untuk tidak belajar dan menghafal al qur'an? T_T
Alasan Kami Mampu Bertahan
"Al Quran mengajarkan kami utk sanggup bertahan melawan gempuran serangan Israel" demikian papar Dr. Abdurrahman Jamal Yusuf.
Beliau adalah seorg pria berkebangsaan Palestina. Ia mendirikan yayasan Darul Quran was Sunnah di Gaza. Lebih dr 40 ribu hafiz kamil (penghafal 30 juz Al Quran) telah lahir di tangannya.
Dengan bangga ia nyatakan bahwa tradisi menghafal Al Quran membuat bangsa Palestina menjadi bangsa yang tangguh, kuat & istiqomah.
Itulah sepenggal kisah kehebatan bangsa Palestina yang disampaikan Dr. Abdurrahman Jamal Yusuf saat bersilaturahmi ke BAZNAS bbrp waktu lalu.
Lain lagi cerita Bayu, sahabatku. Saat berkesempatan hadir di Gaza dlm rangka menyampaikan bantuan, ia mendapat kehormatan berjumpa dgn tentara elit hamas. Ya, brigade Izzudin Al Qassam yang terkenal itu.
Pasukan super elit dan rahasia kebanggan Hamas & kaum muslimin.
Saking rahasianya, mereka tak saling kenal saat out of duty. Sulit bagi mossad utk mencari, mengejar apalagi mengalahkan mereka.
Saat berjumpa pr tentara bertopeng hitam tsb, Bayu mengajukan pertanyaan mewakili rasa kagumnya, "Apakah muslim Indonesia bisa menjadi anggota bridage Izzudin Al Qassam?!"
Mereka para jundullah itu menjawab dengan ramah, "Tentu bisa... Asalkan memenuhi 3 syarat!!!"
"Apa itu syaratnya?" tanya Bayu kembali.
"Pertama, engkau hrs hafal Al Quran dulu hng tuntas 30 juz!" Jawab jubir mereka.
Glekkk...! Syarat pertama terasa berat untuk Bayu. Namun ia penasaran dgn syarat kedua. Ia berharap syarat berikutnya pasti akan lbh mudah. Lalu ia pun mengutarakan, "Lalu apa syarat kedua?!"
Jubir mereka meneruskan "Anda tidak boleh ketinggalan sholat subuh berjamaah di masjid selama 40 hari berturut-turut, dan syarat ketiga adalah....,"
"Cukup... Cukup!" pinta Bayu. Dua syarat itu sudah menusuk telak pribadi Bayu. Ia pun malu untuk menanyakan syarat yg ketiga.
Itulah sosok tangguh muslimin Palestina yg disampaikan Dr Abdurrahman & Bayu.
Bangsa Palestina dlm kondisi perang lbh dari 60 th masih sanggup menghafal Al Quran.
Lalu apa alasan kita muslimin di sini hng malas menghafalnya?!
Semuanya berpulang kepada diri Anda....
Bobby Herwibowo
Kauny Quantum Memory
Menghafal Al Quran Semudah Tersenyum
Semoga kita menjadi orang-orang tak jenuh untuk menghafal.....semangatkan diri untuk menghafal.....ayo semngat...\\(^_^)//...karena untuk menghafal begitu dahsyat godaannya,,,,,
Alasan Kami Mampu Bertahan
"Al Quran mengajarkan kami utk sanggup bertahan melawan gempuran serangan Israel" demikian papar Dr. Abdurrahman Jamal Yusuf.
Beliau adalah seorg pria berkebangsaan Palestina. Ia mendirikan yayasan Darul Quran was Sunnah di Gaza. Lebih dr 40 ribu hafiz kamil (penghafal 30 juz Al Quran) telah lahir di tangannya.
Dengan bangga ia nyatakan bahwa tradisi menghafal Al Quran membuat bangsa Palestina menjadi bangsa yang tangguh, kuat & istiqomah.
Itulah sepenggal kisah kehebatan bangsa Palestina yang disampaikan Dr. Abdurrahman Jamal Yusuf saat bersilaturahmi ke BAZNAS bbrp waktu lalu.
Lain lagi cerita Bayu, sahabatku. Saat berkesempatan hadir di Gaza dlm rangka menyampaikan bantuan, ia mendapat kehormatan berjumpa dgn tentara elit hamas. Ya, brigade Izzudin Al Qassam yang terkenal itu.
Pasukan super elit dan rahasia kebanggan Hamas & kaum muslimin.
Saking rahasianya, mereka tak saling kenal saat out of duty. Sulit bagi mossad utk mencari, mengejar apalagi mengalahkan mereka.
Saat berjumpa pr tentara bertopeng hitam tsb, Bayu mengajukan pertanyaan mewakili rasa kagumnya, "Apakah muslim Indonesia bisa menjadi anggota bridage Izzudin Al Qassam?!"
Mereka para jundullah itu menjawab dengan ramah, "Tentu bisa... Asalkan memenuhi 3 syarat!!!"
"Apa itu syaratnya?" tanya Bayu kembali.
"Pertama, engkau hrs hafal Al Quran dulu hng tuntas 30 juz!" Jawab jubir mereka.
Glekkk...! Syarat pertama terasa berat untuk Bayu. Namun ia penasaran dgn syarat kedua. Ia berharap syarat berikutnya pasti akan lbh mudah. Lalu ia pun mengutarakan, "Lalu apa syarat kedua?!"
Jubir mereka meneruskan "Anda tidak boleh ketinggalan sholat subuh berjamaah di masjid selama 40 hari berturut-turut, dan syarat ketiga adalah....,"
"Cukup... Cukup!" pinta Bayu. Dua syarat itu sudah menusuk telak pribadi Bayu. Ia pun malu untuk menanyakan syarat yg ketiga.
Itulah sosok tangguh muslimin Palestina yg disampaikan Dr Abdurrahman & Bayu.
Bangsa Palestina dlm kondisi perang lbh dari 60 th masih sanggup menghafal Al Quran.
Lalu apa alasan kita muslimin di sini hng malas menghafalnya?!
Semuanya berpulang kepada diri Anda....
Bobby Herwibowo
Kauny Quantum Memory
Menghafal Al Quran Semudah Tersenyum
Semoga kita menjadi orang-orang tak jenuh untuk menghafal.....semangatkan diri untuk menghafal.....ayo semngat...\\(^_^)//...karena untuk menghafal begitu dahsyat godaannya,,,,,
Selasa, 14 Februari 2012
Keresahanmu Bukti kepedulianmu atas amanahmu
Rasulullah saw. bersabda, “Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah; dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (Ahmad dan Ibnu Hibban)
Amanah adalah kata yang sering dikaitkan dengan kekuasaan dan materi. Namun sesungguhnya kata amanah tidak hanya terkait dengan urusan-urusan seperti itu. Secara syar’i, amanah bermakna: menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan. Itulah makna yang terkandung dalam firman Allah swt.: “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah-amanah kepada pemiliknya; dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” (An-Nisa: 58)
Ayat di atas menegaskan bahwa amanah tidak melulu menyangkut urusan material dan hal-hal yang bersifat fisik. Kata-kata adalah amanah. Menunaikan hak Allah adalah amanah. Memperlakukan sesama insan secara baik adalah amanah. Ini diperkuat dengan perintah-Nya: “Dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” Dan keadilan dalam hukum itu merupakan salah satu amanah besar.
Itu juga diperjelas dengan sabda Rasulullah saw., “Setiap kalian adalah pemimpin dan karenanya akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Amir adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Lelaki adalah pemimpin di tengah keluarganya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan atas anak-anaknya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentangnya. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang itu. Dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (Muttafaq ‘Alaih)
Dan Allah swt. berfirman: “Sesungguhnya Kami menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Namun mereka menolak dan khawatir untuk memikulnya. Dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim lagi amat bodoh.” (Al-Ahzab 72)
Dari nash-nash Al-Qur’an dan sunnah di atas nyatalah bahwa amanah tidak hanya terkait dengan harta dan titipan benda belaka. Amanah adalah urusan besar yang seluruh semesta menolaknya dan hanya manusialah yang diberikan kesiapan untuk menerima dan memikulnya. Jika demikian, pastilah amanah adalah urusan yang terkait dengan jiwa dan akal. Amanah besar yang dapat kita rasakan dari ayat di atas adalah melaksanakan berbagai kewajiban dan menunaikannya sebagaimana mestinya.
Macam-macam amanah :
1. amanah fitrah;Allah menjadikan fitrah manusia senantiasa cenderung kepada tauhid,
kebenaran, dan kebaikan.(Al-A’raf: 172)
fitrah bisa saja terselimuti kepekatan hawa nafsu dan penyakit-penyakit jiwa
(hati). Untuk itulah manusia harus memperjuangkan amanah fitrah tersebut agar
fitrah tersebut tetap menjadi kekuatan dalam menegakkan kebenaran. Perkuat
tarbiyah kita dan pahami bi'ah sekitar kita.
2. amanah taklif syar’i (amanah yang diembankan oleh syari’at).
Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan fara-idh
(kewajiban-kewajiban), maka janganlah kalian mengabaikannya; menentukan batasan-
batasan (hukum), maka janganlah kalian melanggarnya; dan mendiamkan beberapa hal
karena kasih sayang kepada kalian dan bukan karena lupa.” (hadits shahih)
3. amanah menjadi bukti keindahan Islam.
Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menggariskan sunnah yang baik maka dia
mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang rang yang mengikutinya tanpa
mengurangi pahalanya sedikit pun.” (Hadits shahih)
4. amanah dakwah; Seorang muslim bukanlah orang yang merasa puas dengan keshalihan
dirinya sendiri. Ia akan terus berusaha untuk menyebarkan hidayah Allah kepada
segenap manusia. Amanah ini tertuang dalam ayat-Nya: “Serulah ke jalan Rabbmu
dengan hikmah dan nasihat yang baik.” (An-Nahl: 125)
Rasulullah saw. juga bersabda, “Jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang
dengan usaha Anda, maka hal itu pahalanya bagi Anda lebih dibandingkan dengan
dunia dan segala isinya.” (al-hadits)
5. amanah untuk mengukuhkan kalimatullah di muka bumi.
“Allah telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya
kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami
wahyukan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah
kalian berpecah-belah tentangnya.” (Asy-Syura: 13)
6. amanah tafaqquh fiddin (mendalami agama).
“Tidaklah sepatutnya bagi orang-orang yang beriman itu pergi semuanya (ke medan
perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa
orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.” (At-Taubah: 122)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2007/05/171/amanah
Yaa ternyata amanah itu berat sekali...dan ketika kita merasakan keresahan amanah kita dalam kondisi gejolak da'wah yang terkadang membuat kita merasa tidak sanggup menjaga dan menjalaninya,,membuat semangat da'wah menjadi turun, futur semakin ngeluyur mndakati diri yang imannya sedang kabur, hingga saat kita sudah tak sanggup dengan keadaan diri,,membuat kita makin tercebur..dan nyaman dengan ketidak amanahan....maka sesungguhnya apa yang kau miliki saat ini dan kau hadapi saat ini..itu adalah amanah dari Allah..sebagaimana sebuah ujian ketika kita ingin menaikkan levelisasi..amanah adalah satu-satunya yang dapat menjaga kita jika kita berusaha meredam keresahan dengan diringi dengan tawadhu dan tawazhun pada Sang Pemberi Amanah didunia.....
Dan bersabarlah dan teruslah berusaha bangkit dalam menunaikan amanah-amanah yang sedang kau hadapi saat ini..karena itu bukti kepedulianmu atas amanahmu..semoga Allah memberi punggung yang kuat , kejernihan pikiran dan kebeningan hati untuk menjalaninya..bukan karena kesomabongan diri karena merasa besar dengan amanah yang didapat..tapi karena ia akan dimintai pertanggung jawabanNya di akhirat kelak..
wallohu'alam bisshowwab
SALAM SEMANGAT.....
Amanah adalah kata yang sering dikaitkan dengan kekuasaan dan materi. Namun sesungguhnya kata amanah tidak hanya terkait dengan urusan-urusan seperti itu. Secara syar’i, amanah bermakna: menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan. Itulah makna yang terkandung dalam firman Allah swt.: “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah-amanah kepada pemiliknya; dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” (An-Nisa: 58)
Ayat di atas menegaskan bahwa amanah tidak melulu menyangkut urusan material dan hal-hal yang bersifat fisik. Kata-kata adalah amanah. Menunaikan hak Allah adalah amanah. Memperlakukan sesama insan secara baik adalah amanah. Ini diperkuat dengan perintah-Nya: “Dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” Dan keadilan dalam hukum itu merupakan salah satu amanah besar.
Itu juga diperjelas dengan sabda Rasulullah saw., “Setiap kalian adalah pemimpin dan karenanya akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Amir adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Lelaki adalah pemimpin di tengah keluarganya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan atas anak-anaknya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentangnya. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang itu. Dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (Muttafaq ‘Alaih)
Dan Allah swt. berfirman: “Sesungguhnya Kami menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Namun mereka menolak dan khawatir untuk memikulnya. Dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim lagi amat bodoh.” (Al-Ahzab 72)
Dari nash-nash Al-Qur’an dan sunnah di atas nyatalah bahwa amanah tidak hanya terkait dengan harta dan titipan benda belaka. Amanah adalah urusan besar yang seluruh semesta menolaknya dan hanya manusialah yang diberikan kesiapan untuk menerima dan memikulnya. Jika demikian, pastilah amanah adalah urusan yang terkait dengan jiwa dan akal. Amanah besar yang dapat kita rasakan dari ayat di atas adalah melaksanakan berbagai kewajiban dan menunaikannya sebagaimana mestinya.
Macam-macam amanah :
1. amanah fitrah;Allah menjadikan fitrah manusia senantiasa cenderung kepada tauhid,
kebenaran, dan kebaikan.(Al-A’raf: 172)
fitrah bisa saja terselimuti kepekatan hawa nafsu dan penyakit-penyakit jiwa
(hati). Untuk itulah manusia harus memperjuangkan amanah fitrah tersebut agar
fitrah tersebut tetap menjadi kekuatan dalam menegakkan kebenaran. Perkuat
tarbiyah kita dan pahami bi'ah sekitar kita.
2. amanah taklif syar’i (amanah yang diembankan oleh syari’at).
Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan fara-idh
(kewajiban-kewajiban), maka janganlah kalian mengabaikannya; menentukan batasan-
batasan (hukum), maka janganlah kalian melanggarnya; dan mendiamkan beberapa hal
karena kasih sayang kepada kalian dan bukan karena lupa.” (hadits shahih)
3. amanah menjadi bukti keindahan Islam.
Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menggariskan sunnah yang baik maka dia
mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang rang yang mengikutinya tanpa
mengurangi pahalanya sedikit pun.” (Hadits shahih)
4. amanah dakwah; Seorang muslim bukanlah orang yang merasa puas dengan keshalihan
dirinya sendiri. Ia akan terus berusaha untuk menyebarkan hidayah Allah kepada
segenap manusia. Amanah ini tertuang dalam ayat-Nya: “Serulah ke jalan Rabbmu
dengan hikmah dan nasihat yang baik.” (An-Nahl: 125)
Rasulullah saw. juga bersabda, “Jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang
dengan usaha Anda, maka hal itu pahalanya bagi Anda lebih dibandingkan dengan
dunia dan segala isinya.” (al-hadits)
5. amanah untuk mengukuhkan kalimatullah di muka bumi.
“Allah telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya
kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami
wahyukan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah
kalian berpecah-belah tentangnya.” (Asy-Syura: 13)
6. amanah tafaqquh fiddin (mendalami agama).
“Tidaklah sepatutnya bagi orang-orang yang beriman itu pergi semuanya (ke medan
perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa
orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.” (At-Taubah: 122)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2007/05/171/amanah
Yaa ternyata amanah itu berat sekali...dan ketika kita merasakan keresahan amanah kita dalam kondisi gejolak da'wah yang terkadang membuat kita merasa tidak sanggup menjaga dan menjalaninya,,membuat semangat da'wah menjadi turun, futur semakin ngeluyur mndakati diri yang imannya sedang kabur, hingga saat kita sudah tak sanggup dengan keadaan diri,,membuat kita makin tercebur..dan nyaman dengan ketidak amanahan....maka sesungguhnya apa yang kau miliki saat ini dan kau hadapi saat ini..itu adalah amanah dari Allah..sebagaimana sebuah ujian ketika kita ingin menaikkan levelisasi..amanah adalah satu-satunya yang dapat menjaga kita jika kita berusaha meredam keresahan dengan diringi dengan tawadhu dan tawazhun pada Sang Pemberi Amanah didunia.....
Dan bersabarlah dan teruslah berusaha bangkit dalam menunaikan amanah-amanah yang sedang kau hadapi saat ini..karena itu bukti kepedulianmu atas amanahmu..semoga Allah memberi punggung yang kuat , kejernihan pikiran dan kebeningan hati untuk menjalaninya..bukan karena kesomabongan diri karena merasa besar dengan amanah yang didapat..tapi karena ia akan dimintai pertanggung jawabanNya di akhirat kelak..
wallohu'alam bisshowwab
SALAM SEMANGAT.....
Langganan:
Postingan (Atom)

