Kamis, 23 Februari 2012

Sosok Tangguh Idaman Surga

Masihkah ada alasan untuk tidak belajar dan menghafal al qur'an? T_T

Alasan Kami Mampu Bertahan

"Al Quran mengajarkan kami utk sanggup bertahan melawan gempuran serangan Israel" demikian papar Dr. Abdurrahman Jamal Yusuf.

Beliau adalah seorg pria berkebangsaan Palestina. Ia mendirikan yayasan Darul Quran was Sunnah di Gaza. Lebih dr 40 ribu hafiz kamil (penghafal 30 juz Al Quran) telah lahir di tangannya.
Dengan bangga ia nyatakan bahwa tradisi menghafal Al Quran membuat bangsa Palestina menjadi bangsa yang tangguh, kuat & istiqomah.

Itulah sepenggal kisah kehebatan bangsa Palestina yang disampaikan Dr. Abdurrahman Jamal Yusuf saat bersilaturahmi ke BAZNAS bbrp waktu lalu.

Lain lagi cerita Bayu, sahabatku. Saat berkesempatan hadir di Gaza dlm rangka menyampaikan bantuan, ia mendapat kehormatan berjumpa dgn tentara elit hamas. Ya, brigade Izzudin Al Qassam yang terkenal itu.

Pasukan super elit dan rahasia kebanggan Hamas & kaum muslimin.
Saking rahasianya, mereka tak saling kenal saat out of duty. Sulit bagi mossad utk mencari, mengejar apalagi mengalahkan mereka.

Saat berjumpa pr tentara bertopeng hitam tsb, Bayu mengajukan pertanyaan mewakili rasa kagumnya, "Apakah muslim Indonesia bisa menjadi anggota bridage Izzudin Al Qassam?!"

Mereka para jundullah itu menjawab dengan ramah, "Tentu bisa... Asalkan memenuhi 3 syarat!!!"

"Apa itu syaratnya?" tanya Bayu kembali.

"Pertama, engkau hrs hafal Al Quran dulu hng tuntas 30 juz!" Jawab jubir mereka.

Glekkk...! Syarat pertama terasa berat untuk Bayu. Namun ia penasaran dgn syarat kedua. Ia berharap syarat berikutnya pasti akan lbh mudah. Lalu ia pun mengutarakan, "Lalu apa syarat kedua?!"

Jubir mereka meneruskan "Anda tidak boleh ketinggalan sholat subuh berjamaah di masjid selama 40 hari berturut-turut, dan syarat ketiga adalah....,"

"Cukup... Cukup!" pinta Bayu. Dua syarat itu sudah menusuk telak pribadi Bayu. Ia pun malu untuk menanyakan syarat yg ketiga.

Itulah sosok tangguh muslimin Palestina yg disampaikan Dr Abdurrahman & Bayu.

Bangsa Palestina dlm kondisi perang lbh dari 60 th masih sanggup menghafal Al Quran.
Lalu apa alasan kita muslimin di sini hng malas menghafalnya?!

Semuanya berpulang kepada diri Anda....

Bobby Herwibowo
Kauny Quantum Memory
Menghafal Al Quran Semudah Tersenyum

Semoga kita menjadi orang-orang tak jenuh untuk menghafal.....semangatkan diri untuk menghafal.....ayo semngat...\\(^_^)//...karena untuk menghafal begitu dahsyat godaannya,,,,,

Selasa, 14 Februari 2012

Keresahanmu Bukti kepedulianmu atas amanahmu

Rasulullah saw. bersabda, “Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah; dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (Ahmad dan Ibnu Hibban)

Amanah adalah kata yang sering dikaitkan dengan kekuasaan dan materi. Namun sesungguhnya kata amanah tidak hanya terkait dengan urusan-urusan seperti itu. Secara syar’i, amanah bermakna: menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan. Itulah makna yang terkandung dalam firman Allah swt.: “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah-amanah kepada pemiliknya; dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” (An-Nisa: 58)

Ayat di atas menegaskan bahwa amanah tidak melulu menyangkut urusan material dan hal-hal yang bersifat fisik. Kata-kata adalah amanah. Menunaikan hak Allah adalah amanah. Memperlakukan sesama insan secara baik adalah amanah. Ini diperkuat dengan perintah-Nya: “Dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” Dan keadilan dalam hukum itu merupakan salah satu amanah besar.

Itu juga diperjelas dengan sabda Rasulullah saw., “Setiap kalian adalah pemimpin dan karenanya akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Amir adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Lelaki adalah pemimpin di tengah keluarganya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan atas anak-anaknya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentangnya. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang itu. Dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (Muttafaq ‘Alaih)

Dan Allah swt. berfirman: “Sesungguhnya Kami menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Namun mereka menolak dan khawatir untuk memikulnya. Dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim lagi amat bodoh.” (Al-Ahzab 72)

Dari nash-nash Al-Qur’an dan sunnah di atas nyatalah bahwa amanah tidak hanya terkait dengan harta dan titipan benda belaka. Amanah adalah urusan besar yang seluruh semesta menolaknya dan hanya manusialah yang diberikan kesiapan untuk menerima dan memikulnya. Jika demikian, pastilah amanah adalah urusan yang terkait dengan jiwa dan akal. Amanah besar yang dapat kita rasakan dari ayat di atas adalah melaksanakan berbagai kewajiban dan menunaikannya sebagaimana mestinya.

Macam-macam amanah :
1. amanah fitrah;Allah menjadikan fitrah manusia senantiasa cenderung kepada tauhid,
kebenaran, dan kebaikan.(Al-A’raf: 172)
fitrah bisa saja terselimuti kepekatan hawa nafsu dan penyakit-penyakit jiwa
(hati). Untuk itulah manusia harus memperjuangkan amanah fitrah tersebut agar
fitrah tersebut tetap menjadi kekuatan dalam menegakkan kebenaran. Perkuat
tarbiyah kita dan pahami bi'ah sekitar kita.

2. amanah taklif syar’i (amanah yang diembankan oleh syari’at).
Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan fara-idh
(kewajiban-kewajiban), maka janganlah kalian mengabaikannya; menentukan batasan-
batasan (hukum), maka janganlah kalian melanggarnya; dan mendiamkan beberapa hal
karena kasih sayang kepada kalian dan bukan karena lupa.” (hadits shahih)

3. amanah menjadi bukti keindahan Islam.
Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menggariskan sunnah yang baik maka dia
mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang rang yang mengikutinya tanpa
mengurangi pahalanya sedikit pun.” (Hadits shahih)

4. amanah dakwah; Seorang muslim bukanlah orang yang merasa puas dengan keshalihan
dirinya sendiri. Ia akan terus berusaha untuk menyebarkan hidayah Allah kepada
segenap manusia. Amanah ini tertuang dalam ayat-Nya: “Serulah ke jalan Rabbmu
dengan hikmah dan nasihat yang baik.” (An-Nahl: 125)
Rasulullah saw. juga bersabda, “Jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang
dengan usaha Anda, maka hal itu pahalanya bagi Anda lebih dibandingkan dengan
dunia dan segala isinya.” (al-hadits)

5. amanah untuk mengukuhkan kalimatullah di muka bumi.
“Allah telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya
kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami
wahyukan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah
kalian berpecah-belah tentangnya.” (Asy-Syura: 13)

6. amanah tafaqquh fiddin (mendalami agama).
“Tidaklah sepatutnya bagi orang-orang yang beriman itu pergi semuanya (ke medan
perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa
orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.” (At-Taubah: 122)

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2007/05/171/amanah

Yaa ternyata amanah itu berat sekali...dan ketika kita merasakan keresahan amanah kita dalam kondisi gejolak da'wah yang terkadang membuat kita merasa tidak sanggup menjaga dan menjalaninya,,membuat semangat da'wah menjadi turun, futur semakin ngeluyur mndakati diri yang imannya sedang kabur, hingga saat kita sudah tak sanggup dengan keadaan diri,,membuat kita makin tercebur..dan nyaman dengan ketidak amanahan....maka sesungguhnya apa yang kau miliki saat ini dan kau hadapi saat ini..itu adalah amanah dari Allah..sebagaimana sebuah ujian ketika kita ingin menaikkan levelisasi..amanah adalah satu-satunya yang dapat menjaga kita jika kita berusaha meredam keresahan dengan diringi dengan tawadhu dan tawazhun pada Sang Pemberi Amanah didunia.....
Dan bersabarlah dan teruslah berusaha bangkit dalam menunaikan amanah-amanah yang sedang kau hadapi saat ini..karena itu bukti kepedulianmu atas amanahmu..semoga Allah memberi punggung yang kuat , kejernihan pikiran dan kebeningan hati untuk menjalaninya..bukan karena kesomabongan diri karena merasa besar dengan amanah yang didapat..tapi karena ia akan dimintai pertanggung jawabanNya di akhirat kelak..

wallohu'alam bisshowwab
SALAM SEMANGAT.....

Jumat, 10 Februari 2012

Menjadi Bidadari Surga sang Pangeran tercinta

“Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

“Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.”

“Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”

Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya’. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”


Subhanallah...betapa mulia seorang wanita sholehah bahkan melebihi bidadari - bidadari penghuni surga.Seperti dalam surat An nisa ayat 34 " ..wanita solehah ialah wanita yang tunduk kepada Allah dan mentaati suaminya dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada...

Menikah bukan hanya suatu kegiatan spiritual untuk menyatukan dua kepala, dua hati, dan dua pemikiran. Lebih dari itu, segala hal yang mungkin tidak kita ketahui selama menjalin hubungan akan terungkap dalam suatu biduk yang bernama pernikahan. Kelebihan dan kekurangan, berbagi tawa maupun tangisan, bahkan segala emosi yang tidak pernah tampak pada saat sebelum menikah bisa saja muncul setelah pernikahan. Menikah bukan hanya mencari teman selama hidup di dunia, namun juga teman di akhirat. Disinilah mulai ada pembagian antara hak dan kewajiban seorang suami dan istri. Suami berusaha dalam memberi nafkah lahir dan batin untuk keluarganya dan seorang istri berperan sebagai sumber kebahagiaan bagi suaminya.

Allah SWT berfirman :
“dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum : 21)

Mencintai pasangan hidup adalah sebuah pekerjaan yang didalamnya begitu banyak tuntutan untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban kita pada orang lain dengan tulus karena Cinta RobbNya. Membuat kita genap-menggenapi, dan saling menyempurnakan karya kehidupan. Memberi semua kebaikan dalam jiwa, mellaui tatapan mata, kata dan tindakan. Dalam rumah penuh cinta itu kita menemukan rasa aman, kenyamanan dan kekutan untuk terus tumbuh. Dan sebab itulah rumah begitu menghadirkan surga dalam kehidupan kita. Utuh dan Abadi. Adakah do'a cinta yang lebih agung dari pada apa yang diajarkan rosulullah pada sepasang suami dan istri..yaitu ketika meletakkan dasar dari bangunan hubungan jiwa yang abadi? letakkan tangan kananmu diatas ubun-ubun istrimu dan do'akan padanya :
"Ya Allah aku Mohon padaMu kebaikan perempuan ini dan semua kebaikan yang tercipta bersama penciptaannya."

Untukmu Bekal yang ingin menjadi Bidadari surga untuk suaminya :

‘Abdullah bin Ja’far berwasiat kepada putrinya pada hari pernikahannya, “Hindarilah olehmu sifat cemburu, karena merupakan kunci terjadinya perceraian. Jauhilah olehmu banyak mencela, karena akan menyebabkan kebencian. Pergunakanlah celak, karena merupakan perhiasan yang paling baik. Dan wewangian yang paling semerbak adalah air.”

Seorang ibu menasehati putrinya pada malam pernikahan, dia berkata, “Kamu wajib untuk qona’ah, mendengar dan taat, menjaga diri dan tenang. Jagalah kecintaan. peliharalah harta benda. Bantulah pekerjaannya. Kerjakan apa yang menyenangkannya. Simpanlah rahasianya. Jangan menentang perintahnya. Tutuplah cela dan sakunya. Cintailah dia ketika sudah tua. Jagalah lisanmu. Pilihlah tetanggamu. Dan kokohlah didalam keimananmu.”


Lalu dimanakah Anda wahai wanita yang mulia dari wasiat-wasiat berharga ini untuk dipersembahkan kepada seorang suami yang disabdakan oleh Rosulullah, “Dia adalah surga dan nerakamu.”

Maka tidak sepantasnya bagi seorang istri untuk tertawa dihadapan suaminya ketika dia dalam keadaan marah. Dan tidak sepantasnya bagi seorang istri tatkala suaminya marah, dia tinggalkan dan tidak berusaha untuk menjadikannya ridha. Karena hal ini akan semakin menambah kemarahan suami. Betapa banyak istri yang mempunyai tempat tersendiri didalam hati suaminya karena dia selalu berusaha untuk mencintainya dan membuatnya ridha, sampaipun tatkala sang suami marah kepadanya dalam keadaan dia yang salah terhadap hak istrinya.

Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang wanita-wanita kalian yang berada disurga? Yang penyayang, banyak anak dan banyak meminta maaf; yaitu wanita yang tatkala dizhalimi (oleh suaminya) mengatakan, ‘Ini tanganku berada di tanganmu, aku tidak akan merasakan ketenangan hingga engkau ridha’.”

Dan istri harus tahu bahwa membantu suami adalah wajib baginya. Wajib baginya untuk menaati suami dalam perkara yang halal. Adapun dalam perkara yang harom, maka tidak boleh menaatinya. Karena itu wajib baginya untuk mengerjakan apa yang dibutuhkan oleh suami dirumahnya, tunduk kepadanya dan tidak sombong.

Istri sholihah adalah yang mengetahui tentang agungnya kedudukan suami; dan besarnya hak suami atasnya. Maka dia akan berusaha keras untuk memberikan ketenangan dan kebahagiaan kepadanya. Seorang istri hendaknya merenungkan sabda Rosulullah, “Seandainya aku (boleh) memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.”

Maka wajib bagi istri untuk melayani suami dengan baik, menjaga rahasianya dan memelihara hartanya, karena dia adalah orang yang diamanati. Jangan sampai membuka tirainya kepada selain suami. Melembutkan hati anak-anak atasnya. Menghindari sikap keras dan kasar. Jika suami memberikan bantuan atau hadiah -misalnya-, maka berterimakasihlah atas perbuatannya dan memujinya dengan baik. Jangan mencela apa yang dia berikan dan jangan mencaci apa yang dia kerjakan untuk istri dan anak-anaknya. Istri harus mencari tempat-tempat yang bisa menjadikan suami ridha, kemudian bergegas mengerjakannya.


Selalu membantu suami untuk menjaga diri dan menghindar dari fitnah. Maka jangan tinggalkan tempat tidur suaminya, menyingkir tidur sendirian. Nabi bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, tidaklah seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, kemudian istri menolaknya, kecuali yang di langit akan marah kepada istri tersebut hingga suami ridha kepadanya.”

Maka temanilah suami didunia dengan cara yang baik. Kerjakan apa yang disukai suami -meski dia tidak menyukainya-, dan tinggalkanlah apa yang tidak disukai suami- meski dia menyukainya- karena mengharap pahala dari Alloh, dan sadar bahwa suami adalah tamu yang sedang singgah ditempatnya dan hampir pergi meninggalkannya, maka janganlah disakiti baik dengan ucapan maupun perbuatan.


Rosulullah bersabda, “Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya didunia, kecuali istrinya dari bidadari berkata, ‘Jangan sakiti dia -semoga Alloh mencelakakan kamu-. Dia di sisimu hanyalah sekedar singgah, sebentar lagi akan meninggalkanmu menuju kami’.”


Ketahuilah bahwa wanita yang paling utama adalah yang selalu menganggap besar apa yang dilakukan oleh suaminya, meski perkara yang kecil. Memuji dihadapan orang lain dengan kebaikan meski suami penuh dengan kekurangan. Dia percaya bahwa semua itu akan berakibat baik baginya. Dan akan menjadi pendorong bagi suaminya pada suatu hari nanti untuk merasakan kecintaan dan kasih sayang istri kepadanya.

Hendaklah bersih hatinya terhadap suaminya. Jika dia kurang didalam memenuhi haknya, maka hendaklah dia pandai-pandai untuk menyampaikan hal tersebut dengan satu cara atau lainnya, tanpa menyakiti atau mencelanya, dengan mencari waktu yang tepat yang ketika itu pikiran suami sedang jernih dan lapang dada.

Wallohu 'alam bisshowwab.. ^_^

Kamis, 19 Januari 2012

KETIKA KAU MERASAKAN KESUNGGUHAN HATI BERBICARA

Cinta…
begitu hebatnya rasa yang Allah sedang titipkan pada setiap insan dibingkai dalam sebuah hati berisi perasaan jiwa atau gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang.
Ketika kau menemukan seseorang yang selalu membuat hatimu bergejolak saat mengingatnya, bahkan terkadang bayangnya dan harapan selalu membuatmu merasakan sesak yang entah kenapa sulit untuk diungkapkan. Kau takkan mampu menolaknya karena ia hadir menjadi fitrah manusia agar saling berkasih sayang. Dan ketika harapan cinta itu bermuara kepada ikatan yang suci agar menjadi nilai ibadah kepada sang penciptaNya, begitu hebat pula cobaan dan ujianNya,,,yang kita tidak tahu akhirnya akan seperti yang kita harapkan atau sebaliknya. ketika hati ini berkata tentang perasaan itu,,kita bertanya “ salah kita mencintainya karena sosok yang ada padanya membuat kita merindukannya….?” .
Sungguh fenomena yang sangat dahsyat yang sering terjadi bagi orang-orang yang ingin selalu menjaga hatinya untuk Allah…menjadi sebuah pertanyaan besar “apa yang harus mereka lakukan”, ketika mereka dalam keadaan saling mencintai, yang dirasakan oleh dua orang insan yang saling merindukan. Sungguh sangat menyesakkan dan apa yang mereka rasakan hanya bisa diungkapkan dengan air mata dan butir-butir do’a sebagai tanda pengharapan agar cinta yang saling bertaut itu tidak menjadi sebuah kemaksiatan dan menjadikan mereka lalai kepada Sang Pemilik Hati….
Sadarkah kalian wahai kaum adam yang begitu kental dengan nilai logika??….kalian sungguh membuat rindu para kaum hawa ketika mereka merasakan rasa cinta pada kalian. Kalian berusaha dengan logika kalian untuk menepis sebuah keyakinan untuk menuju sebuah ikatan suci dengan berbagai alasan…materi, keluarga, pendidikan atau bahkan nama da’wah sekalipun kalian jadikan alasan…yang terkadang kaum hawa kurang mengerti dengan logika kalian..tau mungkin kalian tidak merasa yakin dengan pertolongan Allah atas semua ke khawtiran yang belum nyata sebelum dijalankan…sebuah usaha yang terkadang kalian tepis seenak kalian tanpa memikirkan perasaan yang dirasakan kaum hawa...sungguh ini adalah ujian yang sangat berat ketika mereka merasakannya. Dan seketika itu kaum hawa yang penuh dengan perasaan hanya bisa berharap dan menunggu cinta yang ada pada diri mereka menjadi sebuah kenyataan menjadi sebuah ikatan suci yang bernilai ibadah sehingga menambah kecintaan mereka terhadap Robbnya…bukan menjadi sebuah rasa yang hanya bisa membuat lalai dan terbuai dengan khayalan yang belum tentu nyata ketika takdir Allah nanti menjawabnya. Yang ada rasanya hati mereka terasa remuk, hilang semua harapan , dan tak ada gairah hidup..mereka berada dalam kegalauan yang tak tau kapan semua itu berakhir...jika semua harapan yang ada dalam do’a mereka yang ternyata Allah berikan,bukanlah yang terbaik untuk mereka..kecuali mereka benar-benar bertawakal pada Allah dan menjadi hamba-hambaNya yang kuat dengan iman mereka………….. (Qs. 3:15, 52:21,3:170)
Tapi,,,sadarkah kalian kaum hawa..sesungguhnya rasa yang kalian milikipun tidak salah jika kalian mampu menjaganya untuk Allah agar Dia tidak cemburu dan murka pada kita,,karena mungkin saja Allah memeberi rasa itu bukanlah sebagi rasa yang biasa….tapi sebuah rasa dimana ketika kita merasakannya kita hanya minta kepada Allah mendapat yang terbaik atas semua do’a dan harapan dan itu adalah cara Allah untuk kita dalam bermediasi denganNya dalam meraih kedekatan kepada Sang Penguasa dan Pembolak-balik hati. Menahan nafsu yang hanya menjadi panah syetan agar kita jauh dariNya…sehingga Allah murka dan menjauhkan do’a dan pinta yang terbaik dariNya..
Maka lazimnya rasa cinta seseorang adalah ia akan mencintai siapapun dan apapun yang dicintai dan mencintai kekasihnya dan membenci siapa saja dan apa saja yang dibenci kekasihnya.
Maka lakukankanlah kelaziman itu hanya pada Sang Robbul Izzati. Maka kau kan mendapatkan yang terbaik dariNya....Maka jagalah Allah dalam hatimu...Ingatlah Allah dalam benakmu dan setiap aktifitasmu walau terkadang rasa galau yang entah darimana itu datangnya..membuat kalian semakin galau dalam menjalankan ibadah KepadanNya dalam rangka mendekatkan diri padaNya....

Jumat, 18 November 2011

"Takdir Allah gda yang Tau..."

Sebagai seorang insan pasti punya banyak impian dan targetan , tapi lagi-lagi kita tak dapat pungkiri semua Skenario terbaik dan sempurna hanya Ada ditangan Allah....Apakah kita Masih punya usia ketika kita membuka mata untuk esok hari...apakah kita mendapat nikmat atau rizki yang banyak seperti saat ini saat esok hari...atau sypakah jodoh kita saat kita siap nanti....semua hanya bisa kita ikhtiarkan pada Allah atas do'a dan harapan juga usaha continue makhluk dalam menhghadapi kemungkinan2 yang ada dengan planning-planning sesempurna mungkin.........Urusan Hasil semua diserahkan pada Allah..tapi Allah melihat Proses kita untuk mendapatkan hasil yang terbaik..maka ikhtiar terbaiklah untuk mendapat hasil yang terbaik...

Dan tak menyangka....kesiapan atas semua yang terjadi jika dtg tiba-tiba...itulah saat-saat kita dikuasai rasa tak berdaya harus mengatakan apa atau berbuat apa......dan setelah eksekusi itu terjadi entah apa selanjutnya takdir Allah untukku...kuhanya bisa berharap dan berdo'a berikhtiar dan beristikharah untuk proses yang sedanga kujalani ini...semoga diridhoi Allah sehingga diberi kemudahan dan kelancaran.....karena sesungguhnya akupun takut jika harus kehilangan kesempatan ini...dan kalaupun Allah menizinkanku untuk menjalani kesempatan yang ia berikan akupun takut...takut ketika semua kesempatan yang Allah berikan tak dapat kujalani dengan baik....tapi lagi2 manusia tak ada yang tau apa yang terbaik untuknya dalam sgala pilihan..semua butuh petunuj dari Allah....walaupun sempat tak ada rasa percaya....terkadang sedih atau gembira bahkan terkadang pesimis...kupercaya dengan Takdir Allah adalah yang terbaik...karena "TAKDIR ALLAH GDA YANG TAU!!!"


wajar jika ku cemas..wajar jika terkadang ku cemburu dengan yang lain, wajar jika ku selalu mengharapkan yang terbaik untukku..begitupun mungkin denganmu....maka berdo'alah sebanyak-banyaknya karena ia akan bertarung dengan takdir itu.....

"untukmu yang sedang menanti dan berharap takdir terbaik dari Allah..semoga Allah sennatiasa memberikan kebeningan hati untuk menjaga hatimu dan hatinya,,,semoga Allah sennatiasa memberikan kejernihan pikiran untuk sllau memikirkan Allah dari pada memikirkannya, dan semoga Allah senntiasa ada dalam langkah kita..agar kita tidak salah langkah dalam segala keputusan yang kita ambil..sehingga kita menjadi orang yang berhati-hati dalam berprasangka, berkata dan bersikap....dan bersabrlah dalam penantian ini..jika ini yang terbaik maka Allah akan menyatukan apa yang kita harapkan bersama....karena sesungguhnya akupun takut dengan hati Sang pemilik Hati".......

Minggu, 28 Agustus 2011

.........::Kurindukan Kekuatan Langkahku::..........

Awal pertama ku masuk LDK atau yang sering disapa dengan Badaris pada saat semester 3….ya..semester 4 ku menjadi kaput bpc kramba…dan ku mulai masuk dalam dunia da’wah kampuz…dan yang kurasakan adalah kenyamanan berada disana, bertemu dan saling mengingatkan,, namun begitulah aktifitas…kubisa menambah ilmu, pengalaman dan wawasan juga dapat mengenal saudara-saudari yang sangat ku cintai dan sayangi hingga ku enggan jika harus berpisah dengan mereka semua. Di bpc kramba angkatan kami ada Fera Kurniawati yang subhanallah sangat dewasa, kritis, bijaksana, sabar, seru klo lagi gila bareng, hati-hati, pemikirannya bagus, berwawasan, pokoknya terlalu baik deh buat semua orang, wanita yang bisa ngambil hati orang….ada Erma Dzulhijjah yang paling subur diantara kita semua, hehehe….dia orang yang panikan, baik, lucu, hati-hati, rada penakut, kurang PD depan orang tak dikenal, tipe pembelajar yang baik,,,Vatma(Vatunnajah) yang baik, haus ilmu dan pengalaman, setia menemaniku kemanapun klo lagi ada acara, lucu, polos, flexibel, kurang PD juga, bertanggung jawab, rajin, …..terus ada Nani (Darni) orang yang sangat pemalu tapi proses untuk belajar menjadi orang yang berani berbicara terus ia usahakan, haus ilmu, rajin banget, amanah, tabah , sabar, sensitif,polos juga,,,,terus Dini F.S yang kecil dan imut, tomboy, inget banget waktu dia belum pakai jilbab,,,datang acara ga pke jilbab dan aku tak mengenalnya pas mau masuk “ eh..holidah gw pake jilbabnya neh masuk…”, baik, kritis, gaul, pinter, pembelajar yang baik, keras kepala juga..Siska Maryanti yang sangat feminim, baik, lembut, lucu, sensitif, tapi cuek juga, suka shopping, emaknya anak-anak banget dagh…,ada Fitri Soleha yang sangat sederhana, introvert, baik, pinter, tabah dan penyabar, tapi karena sering sekali terbentur kendala pribadi dan keluarga dia jarang ngumpul dengan kita, terus ada Rina Avani si misterius, pendiaaam banget, tatapannya tajam, serius, tapi kalo dah keluar tanduknya..wew ga nyangka dia orang yang rame, lucu, jayus, pinter, baik, cuek, rada galak si…hehehe…itu di akhwatnya. Sedangkan dikhwannya orang yang pertama x kulihat adalah Achmad Hidayat (iday).. orang yang terlalu baik, amanah, plinplan kadang-kadang, polos, dewasa, sedikit cuex, orang yang terus mau belajar, pinter , loyal,ramah, kurang tegas, bolang alias Bocah petualang juga, sabar banget, perhatian, penolong, bertanggung jawab, sampe-sampe banyak akhwat mungkin bisa saja salah mengartikan kebaikannya itu, penampilan ya standar c ...dan mungkin orang yang paling banyak ngerepotin dia adalah aku, kerena aku sering meminta bantuannya yang dia bisa lakukan sedangkan aku tidak. Terus Irnu Setyadi soulmatenya iday, kemana ada iday disitu ada irnu..kalau akhwat sering ngeledekin mereka berdua adalah angka sepuluh, iday 1, irnu 0…hehehe, irnu itu orang yang keras kepala, so tau, bawel, baik, pembelajar yang baik juga, egois, kekanak-kanakan,,,terus ada bocah lampung si Ahmad Rasyid…dia perantau disini, blm terlalu kenal banyak c….dia orang yang cuex, jayus, caper, baik, dewasa, royal, terus apa lagi …segitu duanx kenalnya…..terus ada Anom, beuh orang yang nyebelin banget buat semua akhwat….keras kepala, sok tau, sok ngatur, ngeyel, kurang sopan, untungnya dia baik, masih mau belajar dan dikasih masukan,,,dan terlihatlah perubahannya oleh kita semua. Firman syaman yang sangat menyebalkan dan egois juga keras kepala.
Lama kita semua untuk dapat saling mengenal satu sama lain menjalin sebuah ikatan ukhuwah bersama, sungguh kurindukan saat-saat bersama mereka. Suka dan duka kita lalui bersama it’s like lollipop love,,,ada merah, biru, hijau dan ungu..berwarna-warni karakteristik kami,,tertawa bersama hingga menangis bersama, semua kita lalui bersama……..uuuhgh jadi kangen. Inilah awal dimana ikatan hati kita diuji saat-saat diakhir pengurusan kami.
Saat itu awal Desember dimana telah dibentuklah panitia syiar 2009 dari bulan November…ya, Achmad Hidayat atau iday terpilih menjadi ketua Pelaksana, Mohammad Ilham yang pendiam dan kalau bicara terburu-buru kadang ga jelas juga sich, berasal dari cabang Depok ini terpilih sebagai Sekum, Erni Anggraeni yang cantik, lembut dan teliti juga sensitif ini berasal dari cabang Ciledug terpilih menjadi bendum, dan Hendra dari Depok yang lebih ga jelas lagi orang dan sifatnya, kebanyakan ngeluh n komentar ini terpilih sebagai Kordinator acara dengan diriku sebagai kordinator acara Akhwat. Entah nasib apa yang menimpaku, selalu saja aku harus berpasangan dan bekerja sama dengan orang yang menyebalkan dan bikin gondok seperti Hendra. Yah…gimana nggak gondok…Kalau rapat ga pernah sependapat, selalu saja ingin pendapat dia yang diambil. Setiap ku hubungi untuk membicarakan Acara tak pernah ia balas,,di sms ga pernah dibalas, ditelp..operatornya kemahalan boo…. sekalinya balas ga bisaaa terus dengan alasan “ Khawatir..jika harus rapat atau berinteraksi dengan akhwat,,!” . Tapi tu orang lama-lama jadi ga bisa diharapkan juga. Waktu telah berjalan 2 minggu dari terbentuknya kepanitiaan kami, di acara aku ga sendirian ada Fera, Indah P.A. dari Depok juga yang orangnya tu baweel banget, hiperaktif, rada aneh, egois, nyablak, kritis, kretaif sih, berani dan sensitif juga ternyata, Ada Puput Natalia si kosek-kosek yang cantik, lembut, baik, sopan, mandiri, bertanggung jawab, kritis dan wong jowo banget deh…berasal dari wonogiri ini dari cabang Wolter. Tau kenapa dia dipanggil kosek ? itu karena dia sering sekali mengeluarkan kata-kata itu jika sedang bicara terutama dikalangan akhwat pastinya. Terus ada Rohani atau Ani yang sangat takut dan geli jika harus berhadapan dengan kucing….itulah kelemahan dia, dan kelebihan dia adalah bijaksana, santai, kreatif, lucu, amanah, multitalent… perlahan tapi pasti dan kusuka gayanya yang cuek tapi pasti. Waktupun terus beranjak bersama persiapan kami, tapi tetap urusan di cabang tak terlupakan, kami harus mempersiapkan rekrutmen syiar dan regenerasi 2 bulan lagi,,,kami pun focus dengan syiar..sampai masalah villa yang tak kunjung kami dapatkan lantaran sudah terbooking semua di kawasan bogor,,,syuro demi syuro kami lalui sambil bersilaturahin dengan kampus lain. Hingga malam yang tak kami inginkan terjadi,,mabit dari bpp..dan ternyata disana adalah momen pemira(pemilihan raya) BEM BSI 2010…..dan kandidat utama adalah sego dari kramba, Abdul Hajat dari ciledug, dan Achmad Hidayat dari Kramba…sungguh ironi kami dengan semua ini,karena melihat kondisi ikhwan di badaris yang sedang kekurangan SDM atau mungkin inilah tabiat da’wah,,sedikit pengikutnya, ternyata harus dikirim ke BEM. Hingga akhirnya terpilihlah Achmad Hidayat untuk didelegasikan ke BEM. Malam itu kami sangat syok bahkan sangat sedih karena merasa kehilangan sosok seorang iday yang penuh dengan tanggung jawab. Kami semua menangis kehilangan khususnya bpc kramba saat itu, hingga kami tak sanggup memberikan tanggapan sepatah pun untuk menanggapi keputusan ini , padahal ia tetap berada dalam barisan kami,,entah mengapa kami merasa begitu kehilangan. Terutama di para akhwat, hingga akupun sedih berhari-hari hanya karna ini,, dan ini tak bisa kubiarkan berlarut-larut, kami tetap harus menjalani apa yang kami persiapkan yaitu syiar dan kepengurusan ini.
Selebihnya mereka yang ku kenal ,kalian adalah bagian dari hidupku yang takkan terlupakan.
maaf tak bisa kusebutkan kalian satu persatu...namun kalian sudah ada didalam catatan hatiku insyaAllah selamanya...Ku Mencintai Kalian karena Allah.....

Jumat, 29 Juli 2011

Ketika berusaha Melangkah dalam Ketatihan yang Nyata..

Ketika Kami berusaha melangkah dari ketatihan yang nyata…
Entah apa yang terjadi dengan skenario Allah untuk kami. Dulu kami berjanji untuk saling membantu bahu membahu untuk bersama memperbaiki da’wah ini menjadi lebih baik. Da’wah yang syamil mutakamil….untuk kami dan semua yang akan menjadi objek da’wah kami demi tegaknya kalimat Allah yang hak. Terus berusaha dalam rangka memperbaiki diri dan sekeliling kami. Desain da’wah yang mungkin harusnya sempurna menjadi acuan kami untuk memperbaiki ini semua. Ruhiyah, Ukhuwah, Ketsiqohan dan Kesolidtan yang kami harapkan menjadi penguat da’wah ini. Adalah misi kami dalam menggapai cita cita da’wah dengan keridhoannya. Menjadi insan-insan yang senantiasa berusaha istiqomah walaupun ujian dan cobaan datang bertubi-tubi , namun itu bukanlah pengahalang kami untuk tetap berda’wah.
Namun kini yang dirasa adalah semua berjalan tanpa ada kesatuan. Berjalan sesuai kemampuannya sendiri tanpa melihat potensi diri dan yang lain untuk bersama bahu membahu membangun da’wah ini. Mungkinkah ini hanya persaanku saja yang mungkin hanya perasaan takut akan sendiri dalam berjuang, merasa tidak pantas, atau merasa sombong?? . Cita-cita da’wah kami yang begitu sempurna hingga sulit menjangkaunya karena banyaknya kekurangan yang kami miliki. Ruhiyah kami yang tak pernah sebanding dengan apa yang kami katakan dan lakukan. Masih menjadi jundi-jundi yang sami’na wa ashoina terhadap qiyadahnya. Selalu menjadi jundi yang kecewa dengan keadaan yang buruk karena kesalahan orang lain tanpa menginstropeksi diri. Ya..atau kami hanyalah insan yang hanya bisa bicara tanpa melakukan apa yang telah kami katakan dalam da’wah. Melangakah dengan keegoisan dan kefuturan??
Saudara/I ku sungguh ironi jika melihat da’wah seperti itu.Mungkin memang sulit, tapi kesulitan itu kan mencair seiring do’a, ikhtiar & tawakal kita hanya pada Allah . Menjadi da’I yang berkomitmen sebagai muslim sejati. Hamba yang selalu belajar mentazkiyahkan nafsnya untuk berhati –hati dalam berkata, bertindak dan bertingkah laku.
.Da’wah bukan hanya sekedar membangun rumah kardus yang rapuh. Bukan pula merupakan pekerjaan sambilan yang bisa dilakukan dikala waktu senggang. Da’wah adalah proyek terbesar didalam membangun sebuah peradaban. Akan tetapi proyek ini tidak akan tegak tanpa adanya kekuatan gerakan da’wah yang berlandaskan pada kekuatan amal jama’I dan ukhuwah yang solid.
Kemanakah kalian wahai pejuang-pejuang da’wah yang senantiasa di cintai Allah ??
Ku rindu mereka…Kurindu ukhuwah tak sebatas amanah,,,,,ku rindu setiap langkah yang kita ambil adalah untuk Kemaslahatan ummat…..ku rindu saat kami harus berjuang bersama…..Mengapa harus tercampur titik hitam yang akan menodai itu semua sedikit demi sedikit…padahal kami berjanji memperbaiki itu semua..setahap demi setahap.
Ya Robb…da’wah ini sulit…..
Tapi tiada kesulitan bagiMu untuk kami…..
jika engkau berkehendak untuk memudahkannya……
Berikan kekuatan pada kami dalam mengemban amanah da’wah ini……
Berikan kemudahan kami untuk terus memperbarui niat kami hanya UntukMu………
Berhati-hati dan tenang dalam mengambil segala keputusan dan langkah……………..
Kuat dalam membangun bunker dalam jiwa kami….yang tersembunyi dengan aman….
Jadikan santai kami adalah dalam rangka kesibukan padaMu…
Tersenyum dalam ksedihan karena itu adalah hadiah tebaik dariMu..
Kuat bekerja dalam kesulitan dariMu, Optimis didepan tantangan & gembira dalam sgla situasi yang menjadi scenario indahMu…
Ya Allah…sesungguhnya Engkau Maha mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan kecintaan kepadaMu, bertemu untuk taat kepadaMu,bersatu dalam da’wahMu, dan berjanji setia untuk membela syariatMu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, kekalkanlah kasih sayangnya. Tunjukkanlah jalannya & penuhilah ia dengan cahayaMu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman & keindahan tawakal kepadaMu, hidupkanlah dengan Ma’rifahMu. Dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalanMu. Sesungguhnya engkau sebaik-baik penolong.
Saudara/iku teruslah berkarya dalam da’wah, ukir sejarah dengan kemuliaan, Jangan pedulikan ringan atau berat, pujian atau celaan, mudah atau Sulit, sakit atau tidak, karena semua itu tak ada artinya selama hati dipenuhi ikhlas. Ketika semua terasa berat&sulit ,Pikiran terasa penat, gundah gulana marasuk kedalam diri kita maka Mohonlah pertolongaNya & jdikan sabar & shalat menjadi penolongnya.. Setiap generasi mempunyai zamannya dan Setiap generasi memiliki amal, maka beramalah dengan sebaik-baiknya amal…….
Wallahu’alam bisshowab….