Minggu, 16 September 2018

Jagoan Tak Berdaya di Meja Operasi

01/09/18
Karna hari ini olahraga...alhamdulillaah barokallaah makanan sampe 3 box untuk tiap guru. Dengan lahap yang kami makan adalah nasi padang dengan porsi 2 centong menurut kami. Minum teh madu..lezat dan nikmat...hingga sore saat privat kuhabiskan box sabana dengan saus. Menjelang maghrib perut sudah merasa kembung. Tapi sostel dan baso udang begitu menggoda. Kulahap ia dan melanjutkannya dirumah berharap dirumah ada mamah dan adik utk ikut merasakan nikmatnya sostel dan baso udang yang kubawa. Tapi, menjelang jam9 malam perutku semakin tidak enak, sepeerti banyak gas dan tidak mampu mengolah semua makanan yang kulahap hari ini. Hingga akhirnya, seperti yang sudah sudah...aku mengira asam lambungku naik, mual tapi tidak bisa muntah..sakitnya semakin terasa hingga aku muntah pada jam11.30..tidak ada orang yang bisa kumintai tolong sakitnya semakin perih seperti di peras..memegang hp saja aku gemetar. Sampai akhirnya aku sanggup memessage adikku untuk membelikan polysilane..alhamdulillaah adikku pulang dan segera membelikannya.setelah minum polysilane pukul 02.30 pagi...aku berhasil terlelap. Hingga pagi menjelang kucoba bangun nyatanya perutku semakin sakit...muter kekanan, bawah, kiri, atas..tak karuan...memasukan makananpun sangat sakit, tidurpun hanya bisa terlentang di kasur tak bisa menghadap kanan maupun kiri, ke kamar mandipun harus sekuat tenaga menahan sakit. Itu berlangsung hingga hari minggu..aku langsung minum ranitidine obat yang biasa ku minum jika perutku sakit seperti ini. Tetap saja kondisiku tidak berubah, hanya lebih kuat berjalan dibanding hari sabtu.
03/09/18
Pagi ini aku haid ternyata, perutku sebelah kiri semakin sakit. Kukira ini hanya sakit perut haid yang sejam dua jam normal kembali. Nyatanya perutku semakin sakit setelah minum jus melon, karna 2 hari tidak bisa masuk apa apa kecuali air putih. Sakitnya semakin kekanan..mamah sudah khawatir dengan kondisiku yang pucat. Akhirnya habis maghrib aku mandi dan memutuskan ke IGD Rawamangun. Setelah diperiksa aku dinyatakan usus buntu dan harus operasi. Karna hari pertama haid, dokter bedah tidak mengizinkan langsung operasi maka dijadwalkan pada hari ke 5 untuk operasi. Maka hari itu aku hanya mendapat suntikan antibiotik dan nyeri. Dan boleh pulang dengan meminum obat selama belum operasi. Kondisiku membaik setelah minum obat dari sana. Makanan sedikit sedikit spt kentang dan telur juga jus masuk ke perut walau masih nyeri bahkan bisa buang air besar. Tapi tetap saja perutku terasa sakit dan fokus kesebelah kanan.
05/09/18
Pagi ini aku konsultasi ke dokter bedah yaitu Dr. Valery di RS. Rawamangun dan menjadwalkan operasi hari jumat tanggal 7. Dengan diagnosa peronitis umum dengan appendicular mass + TB on OAT (IV)..artinya aku terdiagnosa infeksi bakteri lapisan dinding dan peradangan usus buntu dan TB masa pengobatan bulan ke 4.
06/09/18
Aku sudah siap utk di Rawat dan ke RS. Rawamangun untuk booking kamar. Ternyata sampainya disana semua kamar masih penuh. Sedangkan kondisiku sudah tak tahan...nyerinya tak kunjung hilang. Naik motor pelan saja sakit. Suster yang melihat kondisiku menyarankan utk pindah RS saja masuk IGD persahabatan karna jika menunggu kamar kosong dan belum jelas khawatir kondisiku semakin parah. Dengan persetujuan Dr. Valery akupun diperbolehkan cancel jadwal. Kuputuskan ke IGD persahabatan setelah ashar bersama adikku oji. Sampai disana akupun segera ditangani.setelah konsultasi dokter IGD dengan diagnosa kemungkinan besar usus buntu. Pukul 04.30 suster mengambil sampel darah dan urine utk ke lab. Jam17.30 tanganku di infus dengan tusukan jarum berkali kali karna darahku tak keluar. Sampai akhirnya harus lewat arteri yang sakitnya seperti disetrum. Sakit sekali...aku baru merasakan sakitnya diinfus. Pokoknya ga enak deh.
Mulailah perjalanan periksa darah, urine, rontgen, bedah dilakukan hingga bagian obgin. Setelah diperiksa ternyata memang ada kista 3 cm di rahimku..menurut dokter itu tidak bahaya karna aku belum menikah dan hamil. Namun hasil fotonya memang ada granjulan. Jam11 malam dokter Liem sbg dokter bedahku kembali menanyakan keadaan perutku..dan masih sama perut sebelah kanan dan kiriku sakit. Kuyakinkan diri apakah ini memang usus buntu, dan dokter liem dgn raut tidak meyakinkan bilang "kemungkinan besar usus buntu, tapi nanti kita lihat pas operasi ya!". Aku hanya bs pasrah dg kondisiku sambil memperbanyak zikir. Hari semakin malam dan aku mulai mengantuk menunggu persiapan operasi. Jam1.30 malam suster meyakinkanku dan memberitahu operasi akan berlangsung. Jam2 aku masuk R.operasi yang begitu dingin hanya selimut yang menutupi tubuh ini. Aku tak membuka mata karna aku menahan sakit dan ngantuk. Operasipun dimulai. Dokter hanya menyuntikanku bius spinal yang mematikan rasa dari pinggang sampai kaki. Segala obat disuntikan lewat infusku. Sakit..tapi, apa daya tubuh ini sudah pasrah. Semua yang dikatakan dokter dan suara pembedahan ku terdengar dengan jelas.Aku tak bisa membayangkan apa yang dilakukan dokter dengan isi perutku. Ternyata usus buntuku baik baik saja, namun ususku lengket dan memang terjadi inflamasi. Usus buntuku ttp dipotong. Namun dokter belum menemukan apa yang dicari hingga membuat si pasien sakit. Dokter hampir menyerah, dan menelfon bagian obgin untuk datang ke ruang operasi. Dan kadar biuspun mulai menurun. Aku mulai merasakan sakitnya ditarik tarik. Akupun meringis mengucapkan sakit. Dokterpun langsung membius total diri ini. Aku tak tau tepatnya jam berapa operasi selesai yang jelas tubuhku menggigil tak henti henti walau 3 selimut sudah dipakaikan dan Nacl yg dipanaskan diletakan ditubuhku.
Jam8 aku dikeluarkan dari R.Operasi agar terkena matahari. Sampai akhirnya aku dibawa ke Kamar inap bedah. Tubuhku masih kedinginan..wajahku pucat pasi seperti mayat hidup. Pengaruh obat bius membuatku masih kesakitan dan dingin. Mataku tak mampu membuka..hanya bisa meringis kesakitan dan lemas tak berdaya hingga jam4 sore. Dokter obgin yang mengecek kondisikupun hanya memeriksa bekas operasiku. Tubuhku berganti suhu menjadi demam...semakin malam semakin demam,hingga mama harus mengompresku..perlahan suhu tubuhku mulai turun. Aku tak diperbolehkan minum sama sekali harus puasa hingga hari minggu pagi.
08/09/18
Keadaanku mulai membaik setelah suhu tubuhku normal. namun hb darahku masih rendah yaitu 2. Hingga tanganku harus kembali dikorbankan utk diambil darahnya guna ke lab. Dokter wisnu (*cool lhoh dokternya..๐Ÿ˜„) datang dan mengecek kondisiku dan mengatakan padaku bahwa ususku memang megalami inflamasi, namun saat operasi ditemukan nanah yang sudah menyebar dibelakang rahim dan indung telur. Dan dokter menyebutnya operasi laboratomi explorasi. Nanah itu disedot dan dibersihkan. Dokter menenangkanku bahwa operasi ini tinggal pemulihan saja. Tak lama jam8 dokter sulaiman (*yg ini ganteng,baik dan berwibawa๐Ÿ˜…) datang dan mengecek kondisiku. Seperti dokter wisnu, dr. Sulaiman mengatakan hal yang hampir serupa namun ia bilang usus buntuku ttp dipotong karna peradangan dan ususku lengket jadi hanya dibersihkan saja.๐Ÿ˜…
Well...
Seorang Holidah yang biasa jengukin orang sakit dan nungguin orang sakit. Orang yang selalu menjaga kondisi tubuh dan sering nasehatin orang soal makanan dan kebersihan juga kesehatan akhirnya jatuh di meja operasi dan sekarang lemah tak berdaya karna serangan bakteri didalam tubuh. Dan selama ini ternyata penyebab perutku sakit, tipes dan bakteri mudah masuk adalah karna infeksi didalam tubuhku yang sdh mulai menyebar. Oiya diagnosa hasil rumah sakit aku operasi adalah "Abdominal Pain en Appendecitis with tuba ovarium abses" yaitu nyeri perut disertai inflamasi di usus buntu dan nanah di rahim dan indung telur.
Satu persatu teman temanku mulai menjengukku. Mulai dari Ani yang datang pas operasi masih berlangsung. Fera, ibad, bu puji, Indah, mertua muzlif, Rusma, Bu Fit, ka fat dan mba pi, binaan ex bekasi nanad, ratna, anisa,juga keluargaku. Setiap malam oji yang standby menjagaku. Alhamdulillaah adikku ini cukup sabar menjagaku. Karna setiap malam aku harus batuk dan itu sakit. Akupun kembali demam saat malam.adikkupun yang mengompres. Semoga Allah mempermudah urusan dan segera mengabulkan harapan harapanmu adikku yang baik hati dan tidak sombong rajin menabung dan suka menolong.๐Ÿ˜„
10/09/18
Alhamdulillaah hari minggu kemarin drain dan kateter aku udah dilepas. Lebih nyaman, walau harus berusaha yang namanya jadi bayi gede. Yaitu, pipis di pampers...oh GOD..hal paling annoying banget.Berusaha tapi ga bisa sampe akhirnya itu baru akan keluar jika kantung kemih udah penuh.๐Ÿ˜„
Dan alhamdulillaah siang ini aku udah boleh minum susu๐Ÿ˜™. MasyaAllaah susu Rumah sakit enak bangeet (*maybe efek ga boleh makan sampe 5 hari kali yaa..๐Ÿ˜‚) itu susu nikmat banget tiada tara. Setengah jam langsung abis karna minumnya ga boleh sekaligus. Well..Dokter jaga datang dan mengganti perbanku da bilang kalau hari ini aku udah boleh pulang. Alhamdulillaah aku udah bisa duduk walau masih harus sekuat tenaga bangunnya. Tapi tanganku sampai detik ini bekas infusan masih keram dan agak pegal.maklum, abis diambilin darahnya di hampir seluruh area agar darahnya keluar. Dan kebetulan ada adik adik orenji yang datang bisa bantuin bawa barang pas pulang. Dirumahpun perwakilan tetangga pada jengukin (*jazakillaah khoiir mba uti, Mba Desi, Mama sri udah nengokin dan doain biar cepet sembuh),temen badaris Erma dan ima,siti, titis, ce iyya, Ayu, ada wahdah juga.
Jazakumullaah ahsanul jaza untuk para suster yang dari awal bantu ngecek aku, infus aku, dorong dorong aku untuk bantu cek sana sini.Para dokter bedah dan obgyn aku yang udah sabar ngecek kondisi aku. Para suster yang sabar dan ontime cek kondisi aku sampe aku mau pulang. Keluarga, tetangga serta saudara saudariku yang udah jenguk maupun mendoakan. Semoga pekerjaan kalian terus di ridhoi Allah, dimudahkan urusannya,selalu diberi kesehatan dan kesabaran ..yang belom dapat jodoh segera dapet jodoh. yang sudah berkeluarga semoga semakin di rahmati Allah dan dipermudah di dunia dan di akhirat.aamiin yaa robbal 'alamin..
So...Jaga kebersihan dan kesehatan selalu guys. Karna, sakit itu ga enak pake banget. Tapi, kalau kita udah yakin sama Qodarullaah..sakit dinikmatin dan disyukuri aja...jarang jarang kan seorang holidah 2 minggu lebih ga keluar rumah dan di kamar aja, ga ngapa ngapain...laya leye dikasur๐Ÿ˜…. Temen pada silaturahim dan ngedoain..walaupun masih harus sekuat tenaga untuk berjalan cepat, duduk dengan sigap...berdiri dengan sempurna untuk bisa beraktifitas seperti sedia kala.InsyaAllah pemulihan itu berangsur angsur akan segera terjadi..aamiin๐Ÿ˜‰

Rabu, 25 Januari 2017

Long Journey to be found you..

Aku telah melalui 3 kali proses dengan mereka yang awalnya memberi harapan..namun ternyata memang hanya sekedar harapan yang menguji sebuah proses ketawakalan atas ikhtiar mencari sahabat setia dalam mendampingi hidup. Menggenapkan separuh din dan meluruskan tulang rusuk yang bengkok ini. Namun semua itu untuk meluruskan niat karna-Nya.
Dengan yang pertama..Agustus 2011 tepatnya. Saat usiaku 22 tahun..yang tak pernah terpikirkan dalam hidupku untuk memikirkan pernikahan..aku mengenal yang namanya proses ta'aruf. Aku mendapatkan CV dari sahabatku. Dan ternyata ia adalah orang yg sangat aku kenal dengan baik dan dekat sekali denganku. Kegalauan yang tiada pernah terjadi hingga akhirnya aku menyatakan yakin untuk melanjutkannya. Tapi, hanya sampai tahap murobbi dan pada akhirnya aku memaksakan untuk tidak yakin hingga Allah sesuai dengan prasangkaku..kami tidak berjodoh..2 bulan proses...1 bln kemudian cancel, karena sang ibu yang sedang sakit parah itu belum merstui anaknya menikah. Proses mengelola hati yang terlanjur menerima dan yakin disertai rasa saling mencintai itu harus ku kubur , karena telah membuat separuh hidupku bagaikan tak ingin bergerak lagi menjalani kehidupan. Sempat terperangkap perasaan yang syaithan trs bisikkan di hati dan pikiran untuk menerima menunggunya hingga bbrp bulan tahun depan. Tapi aku menolak, karena aku takut ikatan menunggu itu hanya membuat kami lalai dan memperkeruh hati. Alhamdulillaah, pada akhirnya aku bisa bangkit dari kekecewaan dan keterpurukan ini perlahan demi perlahan..mencoba pasrah dan tawakal..memperbaiki diri dan kembali fokus dengan amanahku ditingkat kampus saat itu. Hingga akhirnya ia memilih menerima tawaran orang lain yang sekarang telah menjadi jodohnya. Aku tak kaget...karana aku telah mengkondisikan diriku selama 7 bulan setelahnya untuk menerima takdir apapun kedepannya. Aku dan sahabat lainnyapun membantu mempersiapkan pernikahannya. Walau jadi sedikit canggung, ia tetaplah saudaraku seiman dan sahabat kami, dan aku bahagia melihatnya bahagia. Ingatlah mencintai dan membenci karena Allah takkan membuatmu kecewa, dan aku percaya itu. Kamipun masih bersahabat hingga detik ini, masalalu itu biarlah menjadi hikmah dan sejarah untuk kami. Tak perlu diungkit , cukup dengan menjalani persahabatan karna Allah.
Yang keduapun datang. Saat itu usiaku 23 tahun dan ia 9 tahun lbih tua diatasku. Kami kenal di medsos sebagai teman diskusi 2 bulan sebelum yang pertama itu melangsungkan pernikahan, disaat hati ini berusaha mengumpulkan lagi kepingannya utk disusun kembali. Ternyata yang kedua ini benar2 mengajakku utk serius. Hingga akupun istikhoroh dan meyakinkan diri untuk mencoba berta'aruf dengannya 2 bulan setelah pernikahan orang pertama. Tahap dari Murobbi ke murobbi dan ta'aruf personalpun lancar. Hingga sampai tahap ia bertemu dengan orangtuaku dan aku bertemu dengan keluarganyapun lancar.Tinggal pertemuan keluarga untuk menentukan waktu untuk lamaran dan pernikahan. Namun tiba2 ia menghilang tak berkabar hampir 2 bulan lebih. Aku bagaikan sarang burung yang tergantung diantara pepohonan. Sungguh perasaan seperti dipermaikan itu akhirnya muncul dan membuatku tak bisa tenang. Padahal aku telah yakin dan menerima apapun kekurangan & kelebihan yg ada padanya. Setelah pas 3 bulan. Aku memutuskan cancel karena tak ada kejelasan apapun darinya untuk melnjutkan atau tidak.
November 2013 pun berakhir. Sungguh kecewa aku terhadap semua laki2. Pandanganku mulai cuek dengan kata ta'aruf dan cenderung menjauhi dan menganggap semua laki2 sama. Dan tak ada yang bisa dipercaya kata-katanya. Hingga aku memutuskan untuk membahagiakan diri dengan melakukan yang aku suka, hobby yang sejak lama tertunda, yaitu naik gunung. bercengkrama dengan alam..bersama mereka yang tak perlu membawa kesedihan,menikmati Alam ciptaan Tuhan yang tiada habis keindahanNya dengan jutaan pujian sekalipun. Melupakan ujian yang menyedihkan dan menciptakan kekuatan utk selalu bangkit dan siap dengan Ujian selanjutnya.
2014 hingga pertengahan 2015 benar2 kunikmati hobbyku. Mengenal banyak orang yang baru dan ku banyak mengambil pelajaran dari mereka. MasyaAllah nikmat mana yang kau dustakan. Walau diantara selipan hari ada saja laki2 menyapa dan berniat serius. Tak hanya satu atau dua tapi beberapa..semua tak ada yang ku gubris...dan tak perlu ku jauhi karena tak ada untungnya juga buatku. Merusak pertemanan hanya karna jatuh hati. Biarlah mereka paham bagaimana mengelola hati..dan berhadapan dengan orang sepertiku. Jika memang serius silahkan penuhi kriteria pendamping yang kuinginkan..lalu temui orangtuaku dan bawa orangtuamu melamar kerumah. See...tantangan itu bisa membuatku sedikit aman dari laki2 yang hanya takjub dengan keindahan wanita dan rasa ingin memiliki saja. Sekalipun ada yang menyanggupi..sungguh tak bisa dipercaya perilakunya. Jikalah pertemanan dan cara berkomunikasiku membuat nyaman laki2. Itu urusan mereka..inilah aku apa adanya..dengan gayaku, tingkahku dan caraku menanggapi kalian wahai kaum adam. Yang memang tanpa sengaja ada pd diriku. Cuek dan santai. Pun tak selalu kalian nyaman juga untukku..jikalah memang saling nyaman, itu karena kebutuhan antara laki2 dan wanita dlm berkawan. Tidak lebih dan jangan baperan. Satu sisi, hobbiku dinilai pelarian kegagalan...yah bisa jadi, terserah orang mau berpendapat apa. Yang penting ga ngerugiin orang dan ga keluar dari koridorNya. Orangtuapun selalu menagihku untuk segera menikah ..karena tanpa sadar usiaku sudah menginjak 26 tahun di 2015 ini. Ditambah kekecewaan padaku yang 2x gagal menikah. Hingga adik bungsuku yg berniat menikahpun blm diizinkan karena kakak wanitanya belum menikah.
Hingga pertengahan tahun 2016 dibulan mei tepatnya. saat usiaku 27 tahun..murobbi memintaku untuk bertukar cv dengan ikhwan yang akan dijodohkan denganku. Aku sempat ragu untuk kembali kenal dengan yg namanya ta'aruf karena takut dikecewakan lagi. Namun aku kembali diyakinkan oleh Allah untuk mencobanya. Kuberikanlah CV ku. Sempat menunggu 2 minggu untuk tau siapa yang dijodohkan.memasuki awal juni Masuklah CV seorang ikhwan yang selama ini dekat, sering berkomunikasi dan menjalani aktifitas bersama denganku yang tak pernah kuduga dalam benakku sedikitpun. Langsung teringat peristiwaku dengan ta'aruf yang pertama..akupun ragu dan sangat takut. Aku berusaha menolak..namun, Allah mengarahkan hatiku untuk melanjutkan untuk berta'aruf dengannya. Sayang saat itu ikhwan itu sdg terkena musibah sakit yang cukup lama. Hingga proses ta'aruf inipun terpending 2 bln lamanya. Hingga sakitnyapun mulai membaik walaupun blm sembuh total..menjelang akhir agustus kami melanjutkan proses ta'aruf ini. Proses ta'aruf via murobbi untuk personal dan saling berkunjung utk berkenalan dengan orang tua secara personalpun lancar. Hingga akhirnya orangtuanyapun silaturahim kerumah untuk bertemu keluargaku. Aku sudah penuh keyakinan dan harapan yang begitu berbunga2. Begitu juga dengan orangtuaku..mereka terlihat bahagia sekali. Walaupun satu sisi aku juga sudah siap jika memang tidak berjodoh. Namun, yang kuharapkan akan ada waktu penentuan lamaran dan pernikahan..lagi2 hanya mimpi. Orangtuanya datang dan menyatakan didepan orangtuaku untuk menunggu sampai kaka pertama si ikhwan menikah. Bahkan kaka pertamanya tanpa malu memperlihatkan keinginanan pernikahannya yang mewah didepan keluargaku. Harapanku kembali hening..kecewa bercampur bingung, sedih dan malu. Terutama pada keluargaku. Sungguh bukan itu yang kuharapkan dari pertemuan keluarga. Kata menunggu yang tak pernah ada kepastian jika tidak dipastikan. Akhirnya akupun memberikan waktu 1 bulan untuk mengkondisikan kepastian lamaran dari keluarganya kepadaku. Namun, lagi-lagi kecewa yang kudapatkan. Orangtuanya tak bisa memberi kepastian kapan mau melamarku, karena kakanya belum juga menemukan jodohnya dalam 1 bulan itu. Tepat di awal Desember kamipun mengakhiri proses ini. Desemberkupun kembali penuh awan kelabu.
1 tahun berlalu tak ada tanda2 ia akan kembali.Entahlah...2017 ini usiaku akan menginjak 28 tahun. Aku sudah tak ingin fokus kesana..orangtuaku memang masih berharap diantara ke 2 dan ke 3 adalah jodohku. Tapi, apa yang bs kulakukan. Rasanya tak mungkin kubertanya kepada mereka masihkah berniat menikah denganku. Terlalu sulit.....Aku hanya bisa berdoa agar diberikan pendamping yang terbaik untuk menjadi imamku dan keluargaku, terbaik untuk agamaku, terbaik untuk da'wah dan tarbiyahku. walaupun keinginan memiliki pendamping hidup itu kuat. Aku hanya bisa berdoa semampuku. Mungkin ke 3 orang itu memang bukan yang terbaik untukku. Atau tepatnya..aku bukanlah wanita yang terbaik untuk mereka. Hingga Akhirnya awal 2017 ini...adik bungsukulah yang usianya baru 23 tahun yang memang Allah telah dekatkan jodohnya..bukan aku. InsyaAllah ia akan menikah dengan wanita yg tlh dijodohkan dengannya oleh murobbinya..dan akan menikah di akhir januari ini. Semoga Allah mudahkan dan lancarkan. Aamiin Biarlah orang berkata apa. Yang penting aku turut berbahagia. Jodoh Allah yang siapkan & tentukan sesuai kebutuhan hamba2nya dengan orang yang tepat dan waktu yang tepat.☺ Sekian. Jakarta, 25 Januari 2017.

Sabtu, 15 Oktober 2016

Dirmu Bukan Orang Lain..

Terkadang kita harus tertawa sendiri melihat skenarioNya..
Kadang kita harus bersedih sendiri ketika yang diharapkan sedang tak sejalan dgn skenarioNya.
Bahkan pasrah ketika arah sudah tak tertentu dan berharap yang terbaik atas skenarioNya.

Padahal, kita hidup untuk menyaksikan dan menyiapkan bekal dikehidupan selanjutnya.
Namun, dunia begitu menggoda utk menyaksikan hidup orang lain yang Indah dihadapan kita.
Sehingga, membuat kita ingin seperti hidup orang lain.
Walaupun merasakan keindahan hidup orang lain terkadang juga membuat kita bahagia.
Tapi, kenyataannya adalah hidup kita untuk kita sendiri walaupun harus berbagi didalamnya...
Kita sering mendengar jadilah diri sendiri. Hei...! Bahkan kita saja masih harus mendidik diri menjadi baik hingga ajal menjelang, karna kita tidak bisa sesempurna Nabiullaah...
lalu, jadi diri sendiri yang seperti apakah yang ingin kau tanam dalam hidupmu sebagai bekal kehidupan?
Ah tidak....kurasa bukan hanya itu....!
Hidup kita pun bergantung pada tujuan hidup kita.
Jika tujuan kita bahagia dunia & akhirat dengan beribadah kepadaNya, maka kehidupan itu akan kita jalani dengan penuh perjuangan bagaimana cara mendapatkannya sbg bentuk ibadah. Tanpa harus melihat orang lain.
Karna ibadah kita tidak untuk orang lain bukan?
Maka kita akan menyaksikan bahwa dunia ini indah untuk berbekal di akhirat jika kau menikmatinya,
bersabar & bersyukur didalamnya dan mencegah kecewa utk mendapat keikhlasan atas smua skenarioNya,
juga berpasrah diri untuk mendapatkan RidhoNya.

Kadang, kita terlalu cepat mengunggah benci ketika terlalu sering kecewa.
Kita terlalu cepat merasa suka ketika terlalu membuatku nyaman.
Benar ..jika antara benci dan suka itu tipis, karna keduanya menyelimuti hatimu selalu...sehingga kita akan terus dihadapakan pada kenyamanan dan kekecewaan.
Kita selalu berusaha memaafkan dan berjuang melawan apa yang tak Seharusnya mengganggu pikiran dan hati kita.
Namun, kita terlalu lemah jika nyatanya kita bercermin. Dan merasa kuat jika bercermin pd yang lain.
Kadang, kenyamanan dan kekecewaan hanyalah pilihan yang cenderung membuatmu stag dan tak mampu lagi melaju.
Tapi, aku lupa...harusnya aku lakukan semua karna Allah..mencintai dan membenci karna Allah.
Hingga kau akan trs nyaman walau harus kecewa..karna yang kau lakukan adalah Lillah..
Hingga suatu saat cinta dariNyalah yang kau dapat.
Indahnya jika Malaikat dan penduduk langitpun turut mencintaimu bukan?
Maka, kejarlah terus cintaNya, agar yang kau rasa adalah kenyamanan karna RahmatNya dan RidhoNya.
Karena kesempatan dalam hidupmu terlalu sedikit dibandingkan kelalaian yang terus mengiringi perjalanan untuk berbekal di akhir kematian nanti. wallohu'alam bisshowwab...

Bisakah kembali??

Guratan kecewa itu kembali tergores bahkan sakitnya tak kunjung hilang..
bagaimana aku bisa bertahan jika pada akhirnya kau menjadi tak lbh baik?
Haruskah rasa bersalah ini trs menghantui setiap saat?
Bagaimana aku harus bersikap, jika sebagai temanpun ku tak mampu...???

Pada akhirnya aku hanya bisa menjadi penyair di hadapan Tuhanku.
Tak bisa berbuat apa apa...hanya bait bait harapan untuknya agar selalu dilindungiNya..
Walau hati ini tertatih untuk kembali tegar..
mata ini tak bs setegar hati ini..ia adalah kesedihan yang tak bisa lagi terbendung.
Ku coba menepis harapan untuk tetap kuat..

Bagaimana bisa kau berkali2 meninggalkan kekecewaan ?
Tak merasakah dirimu dengan semua yang kau lakukan itu tak hanya mengecewakan?
lalu, dimana sebuah perbaikan sebagai seorang hamba?
dimana ikhitiar seorang hamba untuk selalu mengedepankan urusan orang lain dari pada kepentingan dan masalahnya sendiri??

Tuhan...bagaimana aku bisa berlari jika kakiku saja selalu terjerembab dalam setiap melangkah?
Tuhan...bagaiman aku tersenyum jika hati yang penuh nafsu ini selalu menghantui ikhlasku!
Tuhan...aku ingin saudara2ku kembali bersamaku di jalan-Mu..
Tuhan...bantu kami jauh dari segala yang menjauhkan kami padaMu..
Bantu kami...berlari meninggalkan semua yang mengahalangi tujuan kami kepadaMu...
Jikalah kami tak bisa bersama, izinkanlah kami tetap bersaudara...
Jangan biarkan kami terlena pada hati kami yang tak condong pada-Mu.
buatlah kami sadar hakikat kami hanya sebagai manusia yang hanya bisa berusaha dan belajar ikhlas dalam beramal...
yang selalu berharap pada Rahmat dan hidayah-Mu selalu dalam meraih Ridho-Mu.

Senin, 04 April 2016

lelah

Lelah...perjalanan mencari kepastian memang melelahkan.bahkan sulit hingga detik ini membuka hati lagi. Ketakutan akan sebuah kehancuran pertemanan selalu menyapaku.. Kau tau bukan betapa sedihnya diabaikan karna mrncari makna perlindungan atas nama kebaikan. Aku tak pernah berharap kembali pada satu harapan yang ingin sama-sama kita capai. Aku hanya ingin dapat kembali berkawan seperti dulu walaupun rasanya aneh. Tapi, itu lebih baik bagiku dari pada kuharus membuka diri untuk sekedar menyapa atau mengisi Dan meretakkannya kembali. Aku tak mau member I harapan pd selanjutnya ..maka lebih baik aku diam Dan tak menggubris mereka yg ingin berharap padaku. Dan kini senja tak lagi sama. Bolehkah aku khawatir? Jika kalian saja seperti itu,.bagaimana dengan yang lain. Dan aku kembali lelah..semangatku hilang untuk bergabung dengan yang lain. Aku terlalu takut memulai lagi ..

Selasa, 12 Januari 2016

Anastesikah dirimu?


Kau tau apa yang paling membuatku sebal dan mulai tak peduli?
yaitu saat aku harus kehilangan untuk kesekian kalinya, dimana tak semudah itu mengumpulkan sebuah keberanian, kesanggupan menerima resiko dan penerimaan dengan segenap rasa. Dan ketika semua itu sudah ku genggam ..harus kubuang begitu saja ,karena hanya membuat luka dan kecewa mengotori hati.
lalu, satu persatu kembali menyapa..ya hanya sekedar menyapa untuk mengetahui respon ku. sedangkan mereka bukanlah orang-orang yang tak seharokah dan sefikroh denganku... rasanya aku ingin mulai tak peduli dengan semua itu. Yang aku inginkan adalah bebas,,bebas dari semua beban pikiran ini. Karena kuharus melibatkan orang-orang yang yang ada didhidupku untuk ini. Dan aku tak ingin orang-orang yang kusayangi inkut terbebani.walau ku tau ku ingin ada yang mengikatku..aku harus tak memperdulikan perasaankuini. aku hanya bisa tersenyum lebar....dan kembali bertanya..haruskah kujatuhkan genggaman ikatan itu pada orang yang tak seharokah denganku, dengan yang tak sefikroh denganku dan...mungkin aku memang sudah menyerah???
Mencoba untuk fokus dengan semua impian yang lain...tapi,semua seolah buyar ketika kecewa itu hadir lagi,, semangatku hilang, pikiranku kacau...kau seolah racun yang menghalangi kesehatanku. Anstesimu terlalu berdosis rendah dan tak mampu lagi membuatku tenangkan diri. Semoga Allah mengampuniku dan sellau membimbingku untuk terus berjiwa besar dan ikhlas dengan skenarioNya. Semangatlaah...
Aku ingin tetap menjadi bunga yang mewarnai keindahan sekelilingnya...walau kutau, waktu takkan menunggu lama dengan warna dan indahnya.

Senin, 11 Januari 2016

Detakmu

Tiba-tiba aku terdampar ditepian waktu.
Berdetak hidup dengan menyebutkan sebuah nama, seperti meledekku saja.
Mengingatkan aku bahwa dia telah melebur, pada salah satu detikmu.
Mengingatkan aku akan sela yang membuatku kembali berjarak.
Menghantamku saat aku mencoba untuk membuatmu berjalan mundur.
Harusnya kupatahkan kedua jarummu saja!
Agar aku tak ingat akan berapa lama penantian yang harus kuulang
Agar aku tenang duduk menunggu diantara deretan angka tanpa makna,
Untuk menjemputnya…
menjemput harapan yang lama bersemayam dilubuk hati dan selalu ditepis olehmu disebuah kenyataan..
Jika udara adalah media,
aku ingin mengukir nafasku disana.
Meluapkan apapun yang aku rasa, membingkisnya dalam bentuk nama
Saat ia menghirupnya, aku harap ia akan tahu bahwa ada sebuah nyawa yang bersarang disana.
Menunggu untuk di tiupkan kembali dalam wujud nyata. Secepatnya.”
Terlalu dini untuk sakit hati.
Ada cerita yang belum siap patah lagi.
Ada malam yang terus menolak sepi
Terlalu dini untuk tersesat lagi.
Ada langkah yang lelah mencari
Ada nafas yang terengah dan menggema di sanubari
Terlalu dini untuk kehilangan .
Ada damba yang tak ingin lepas
Ada rindu…ridu yang menghujam sebuah rasa.
mendamba sebuah pertemuan yang indah dalam ikatan suci
meraih asa karena ilahi.

Sabtu, 19 Desember 2015

Bahagia itu sederhana

Hari ini aku mendapat sebuah kisah yang cukup membuat ku semakin kuat dan yakin bahwa ujian itu akan sesuai dengan kadarnya.,, dan lagi-lagi memang skenario Allah memang yang terbaik...unik dan lucu...
Siapa yang menyangka, beberapa waktu ia adalah orang yang sangat dekat denganmu dan jatuh cinta padamu, memperhatiakan dan menghawatirkanmu, tertawa dan bercanda juga bercerita bersamamu. Saat itu kau bersama sahabat yang terikat karena sehoby denganmu, yang menemanimu berbagi dan bercerita , membuat kehangatan didalam tenda, dan berkata , berteman apa adanya..iapun berteman akhirnya berteman dengannya , tau tentangmu dengan ia yang telah menaruh hati padamu. Seiring waktu berlalu, pencarian dari sebuah jawaban memang akan terus dicari, hingga ia harus pupuskan rasa itu karena merasa tidak pantas dengan orang sepertimu, orang yang terlihat jauh lebih terpandang dan ya lagi-lagi ia merendah..terlebih setelah ia tau dan mendapat kabar kau akan menikah tahun ini. hilang sudah harapan itu. Hingga perlahan, hari demi hari, ia mulai membagi cintanya untuk orang lain yang ia rasa pantas untuk mendapatkannya, karena harapan berbagi cinta hanya denganmu rasanya sudah tidak mungkin. cerita demi cerita hingga akhirnya tak berkabar sama sekali. Kita menjalani hidup dan cerita masing-masing.
Sudah hampir setengah tahun berlalu, benar -benar hilanglah rasa itu untukmu. karena ia telah menemukan seseorang yang mau menerima cintanya dengan segala yang ada padanya. Dan sayangnya perasaan wanita yang ada pada dirimu memang benar-benar ada,,ya rasa cemburu dan curiga kepada orang yang pernah memliki rasa dengan kita ternyata sudah memiliki kebahagiaan lain tanpa kita.
Ternyata....kecurigaan itu benar-benar terjawab, tepat dibulan kita pernah bersama-sama ceria dan tertawa bersama sahabatmu juga. ia melamar sahabatmu tanpa kamu ketahui. Hingga yang terdengar olehmu adalah berita pernikahan yang akan dilaksanakan esok hari. arena sahabatmu baru memberi tahunya. sehari sebelum perniakhan itu berlangsung.
lalu..apakah kau harus bersedih?
Tidak...aku sangat bahagia..bahagiaaaa sekali melihat kebahgian mereka seperti kebahagiaan kita dulu berssama. Selamat yaaaa kaliaaaan...ini adalah kebahagian walau aku pernah bersedih.pokoknya kau sangat bahagia mendengarnya. Dan ternyata kau yang sudah berencana sebaik apapun, tetap Allah lah sang pemilik skenario terbaik.Kau kembali gagal dan terlewat satu point oleh mereka yang berencana dengan matang dan fokus pada tujuan. Kau tidak menyangka kan ia dan sahabatmu ternyata berjodoh walau pada awalnya mereka hanya bagian dari kisah hidupmu. Kedekatan mereka pun blm lama...hanya 3 bulan. ia yang siap mengambil resiko untuk mendapatkan kebahagiaannya mampu merealisasikan apa yang diniatkan walau mereka dan kamu tau resikonya. Ternyata orang terdekatmu lebih bisa berani menjemput kebahagiaannya dengan resiko-resikonya. Ya itulah kebaikan..ketika itu adalah usaha maximal. insayAllah Allah akan mempertemukan. Bukan hanya niat dan rencana dimulut, tapi tak berani mengambil resiko yang sudah kita takuti bayangannya dari pada realita yang akan terjadi atas izin dan kehendakNYa.
Bahagia itu sederhana..sesederhana kau mampu menjemput kebahagiaanmu dengan keberanian, keistiqomahan dan RidhoNya dalam meraih cinta karenaNya dengan menjaga kesederhanaan dalam cintaNYa. Hingga kelak jutaan kasihlah yang kau dapat atas RidhoNya... :)

Selasa, 08 Desember 2015

Let it Be My way

Pada akhirnya lebih baik menyerah..jika satu sama lain terus merasa terbebani, melepas semua beban yang terus memaksa untuk bernafas diruang yang begitu sempit. melepaskan asa yang belum terizinkan terjadi.. Jika sdh tak ada lagi kemungkinan yang harus diperjuangkan..dan memang lebih baik di akhiri Dari pada harapan itu tak kunjung menuai hasil Dan merusak hati..lebih baik kami mengalah dengan keadaan. Walau kami tau banyak yg kan kecewa. Lebih baik seperti itu. Dari pada tak dianggap sama sekali. Sedih..itu pasti,tapi apa yg bs kami perbuat sekarang. Aku hampir putus asa dalam meminta pada tahap tidak peduli..mungkin juga dengannya..berat & amat menyesakkan, ya ..untuk kesekian kalinya. Tapi tidak..itu bukan aku. aku adlah orang yang kuat sepait apapun yang membuat hati ini sakit. sakit hati itu adalah penyakit hati yang syaithan akan terus menggoda layaknya orang yang patut dikasihani. Biarlah keikhlasanitu yang kan dibayar oleh Allah dengan sesuatu yang lebih baik. Dan ingat ..aku bukanlah pendedam..aku hanya manusia biasa yang sedang di Uji..tak perlu bersedih. ia pun hanya manusia yang hanya bisa berusaha dan pasrah dengan kehendak terbaikNya. Allah takkan pernah salah dengan kehendakNya dan skenarioNya Jika memang Allah takdirkan...insyaAllah akan dipertemukan kembali sejauh apapun melangkah. Yakinlah...
Cinta ini masih tersimpat rapat untuk ia yang kan menjadi pendampingku kelak, siappun ia yang Allah siapkan untukku. Cukuplah...tak perlu memikirkan dan mempedrdulikan mereka yang hanya membuat jatuh cinta jika pada akhirnya hanya akan membuat pertanyaan dan menganggu pikiran. Aku ingin bersama ia yang Allah takdirkan memang untukku, menjadi pembimbing dunia akhiratku. Dan jika saatnya tiba nanti ,,ku berharap kau memang yang terakhir untukku..
Besemangatlah...bukankah kau sudah terbiasa?? :), itulah mengapa kau sangat suka mawar merah dan eidelweis. seperti hobimu yang suka menjelajah puncak. Karena mereka takkan pernah membuat kecewa walaupun harus kau lewati proses yang hampir membuatmu berhenti berharap dengan kesajatian warna, simbol dan tempatnya.
untukmu yang disana...hei, aku baik-baik saja, bahkan aku masih bisa menjadi partner dan teman baikmu. Lupakan apa yang terjadi karena mungkin ini hanya ujian dalam persaudaraan. Dan jikalah takdirnya berkata lain. itu memang sudah menjadi catatan yang disiapkan olehNya.Ya..misteri itu kan selalu terungkap seiring berjalannya waktu. Ikhlaskan dan Tersenyumlah...walau diam itu sudah bisa kau rasakan, biarkan Allah yang mengarahakn dan mengatur untuk tetap dalam koridorNya. Bismillaah..Coz I always moving on..let it be my way..hidup ini masih panjang dengan urusan yang lebih penting daripada memikirkan dan merasakan kebutuhan diri sendiri.SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTTTTTTTTTT!!!!!!!!!!!!

Sabtu, 21 November 2015

Anak-anak

Bertahun-tahun bergelut dengan anak kecil membuatku semakin menyukai anak-anak.Mereka Polos dan menyenangkan..walaupun kenakalan dan aktifitas mereka yang kadang membuat ku tak tahan ingin memarahi mereka, itu tidaklah lebih banyak dari pada senyum ketulusan yang mereka ukir dihati dan wajahku. Dan semakin ku ingin mempelajari mereka dan bermain dengan mereka...membuatku semakin mencintai mereka. Jika kudikatan orang yang tak sabar..tapi bersama mereka ku menjadi nyaman dan tak pernah ada kata tak sabar...kubisa menjadi diriku sendiri di depan mereka tanpa beban...dan kusayang mereka.

entahlah..hanya mereka yang membuatku enjoyed dengan semua yang kuhadapi. walaupun terkadang aku jutek dengan mereka karena ketegasanku dalam mendidik mereka. Mereka sudah harus tau mana yang salah dan benar tanpa meninggalkan masa kanak-kanak mereka.
Aku sering sekali memberi sanksi kepada murid didikku dengan kata istighfar ketika mereka mengatakan atau berbuat sesuatu yang tidak baik. Seperti berkata kasar, bermusuhan sesaat dengan teman mereka,berantem yang mendzolimi tubuh teman lainnya, membantah perintah, iseng dengan teman..dan masiiiih banyak lagi ulah mereka yang membuatku agak sedikit naik darah. Pernah suatu hari salah seorang anak meminjam rautan pada temannya, sebut saja fulan..namun temannya tak memberinya. Fulan langsung marah dan mencubit temannya itu hingga menangis. Anak -anak yang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing tiba-tiba terfokus dengan suara tangisan salah satu teman mereka itu. sontak aku langsung memanggil namanya dan menanyakan kenapa temannya bisa sampai menangis seperti itu.
A(Aku) : "Fulana...kenapa nangis?"
B(Fulana):" dicubit sama fulan bu..." (sambil tersedu-sedu berderai air mata..*lebay :P)
A(Aku) : "Fulaaaan...! fulana di apain sampai nagis?"
c(Fulan):"itu buu, aku masa mau pinjem rautan ga boleh..aku kan cuma pinjem rautan duanx..masa ga boleh..masa ga dikasih..yawda aku cubit aja" A(Aku) : "Ayo ..minta maaf sama Fulana!"
langsung fulan mengulurkan tangannya meminta maaf pada fulana dengan muka cemberut dan masih kesal.. A(aku) : "kalau mau pinjam rautan harus yang baik dong fulan..kalau ga dikasih kita ga boleh marah dan marah-marah sama teman..kan ada teman yang lain yang punya rautan..ayo sekarang 22nya istighfar dan senyum ..liat matanya, ga boleh marah-marahan!" sambil kuledek dengan sebuah candaan yang membuat sekelas tertawa tulus.
beberapa menit kemudianpun suasana kembali normal..dan merekapun berteman dan bermain bersama kembali.

kau tau...sesungguhnya itu adalah pelatihan untukku sendiri agar aku senantiasa beristighfar ketika sesuatu membuat hatiku emosi atau terusik, bahkan perkataan maupun tingkahku yang kurang baik.
kau tau kan istighfar adalah bagian dari cara pendidikan kita pada anak..tidak hanya pada anak, tapi kita yang mungkin sudah bisa dibilang dewasa. Anak-anak itu cermin kepribadian kita...bagaimana pola dan tingkah laku yang membekas dan teraplikasi dalam keseharian itulah cerminan kita saat disekolah. Mengajar itu buatku seperti berpetualang dialam bawah sadar yang kita tau betul itu sesuatu yang kita sadari efeknya. So..Guru buatku bukanlah profesi atau pekerjaan . Dan agak sedikit tidak sependapat dengan "Profesi Guru" digolongkan dalam pekerjaan. Karena itu bukanlah pekerjaan..melainkan proses kita melajar dan mengajarkan apa yang didapat oleh ajaran hidup kita sendiri. :)

Sekedar Menyapa

Sesuatu yang datang ..bisa jadi sebuah peringatan dan sekedar menyapa .. baik , buruknya dan hikmah apa yang kau bisa kau ambil dan dijadikan pengalaman berharga itulah yang bisa membuatmu lebih tangguh mengahadapi apapun yang Allah datangkan padamu..hingga kau bisa lebih bijak mengarahkan hidupmu, mau lebih baik atau lebih buruk ..itu semua kembali pada pilihanmu sendiri..

KENAPA Kita DIUJI ?? QURAN MENJAWAB : Qs. Al-Ankabut : 2-3 “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
KENAPA Kita TAK MENDAPAT APA YG Kita INGINKAN ?? QURAN MENJAWAB : Qs. Al-Baqarah : 216 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”
KENAPA UJIAN SEBERAT INI ?? QURAN MENJAWAB: Qs. Al-Baqarah : 286 “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
KENAPA FRUSTASI ??? QURAN MENJAWAB : Qs. Al-Imran : 139 “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman”
BAGAIMANA Kita HARUS MENGHADAPINYA ??? QURAN MENJAWAB : Qs. Al-Baqarah : 45 “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata”
APA YANG Kita DAPAT ??? QURAN MENJAWAB : Qs. At-Taubah : 111 “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka…”
KEPADA SIAPA Kita BERHARAP ??? QURAN MENJAWAB : Qs. At-Taubah : 129 “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal”
Kita TAK SANGGUP !!!! QURAN MENJAWAB : Qs. Yusuf : 12 “….dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.”

see....life must go ON...coz everythings gonna be right..make it well and you will see..always keep Holding ON Your Iman.. :)

Selasa, 17 November 2015

Ikhlas itu tanda Cinta yang Hakiki

Antara diam dengan bertindak... Ikhlas dengan segala rasa...mungkin, mengeluh Dan berada dalam ketidaksabaran adalah kenyataan yg ada...terutama wanita. Mereka lebih baik diam dengan sejuta kata Dari pada harus bertindak.karena ia tau saat bertindak perasaan akan selalu mengakahkan logika.Hingga yang ada hanyalah butiran air mata yg jatuh kepipi dengan jutaan perasaan...begitulah wanita. Tapi,semua itu tiadalah berarti jika kau selalu ikhlas dengan apa yg terjadi pada pikiran & hatimu. Ikhlas dengan sejuta rasa yg harus kau pendam demi mendapatkan ridhoNya. Itulah yang dirasa saat ini. Aku pernah merasakan pecahnya serpihan hati karena kecewa Dan lebih mengedepankan ego yg berasal dari nafsu. Hingga syaitan mudah masuk Dan selalu membisikkan seolah2 akulah wanita termalang saat itu. Hari demi hari, bulan demi bulan berusaha menata kembali serpihan yg pecah itu.berusaha ikhlas dengan apa yg terjadi...Dan ternyata itu semua berhasil terlewati Dan serpihan itu kembali terbentuk, walau retakan2 itu membekas tak dapat dihilangkan.Dan ikhlaslah yang mengembalikan itu semua kembali. Bulan demi bulan hingga 1 thn berlalu..kembali hati itu terjatuh Dan menghancurkan kembali bentuk yang sudah retak itu kembali hancur ..serpihan demi serpihan coba kembali diuntai dengan seutas perekat hati yaitu ikhlas. Hingga ketidakpercayaan terhadap kaum adampun Ku mindset DLM hati Dan pikiran kala itu. Cuek dengan semua yang mendekat walaupun maksud mereka baik. Tak mengindahkan perasaan orang lain yang menaruh rasa.karena aku hanya ingin berteman dann menjali. Persahabatan. Tapi tak Ku elaka n...bahwa sesungguhnya aku but uh pelindung Dan pembimbing dlm perjalanan hidup...teman meraih mimpi ke jannahNya. Terbukalah kembali hati ini untuk siapapun yang berani mengajukan diri Dan meminta pd orangtuaku.Ternyata Allah menjawab doa diluar waktu yg kutargetka .him gga waktu Dan proses itu kembali terjadi. Lagi2 Allah hanya ingin menguji artists sebuah kesabaran...diluar dugaan Dan rencana ternyata lagi2 semua menggantung karena keluarga satu pihak yang blm mengizinkan. Memang proses ini baru 3 bln..tapi data ITU masuk sdh dr 2 bln sblum proses ITU terjadi. Dan sungguh hati INI Kemp ali merasa dipermainkan. Ingin disudahi tapi kondisi masih memaklummi intuk dilanjutkan. Dan entahlah sampai kpn aku sanggup bertahan...dr sekian waktu yg tlh berusaha dijalani dengan segala pemakluman. Jika memang akhir dr cerita ini harus berakhir dengan penantian panjang..itu Mungkin lebih baik daripada harus memaksaka n kehendak. Karena ikhlas itu bukti cinta kita pada sang Pemilik cinta.

Minggu, 18 Oktober 2015

Bersabar itu....

Kau tau rasanya menahan rasa malu untuk sekian kalinya pada orang tua yang telah teryakini tentang masa depan anaknya yang penuh dengan harapan, nyatanya jauh dari harapan mereka??? Rasanya sesak, sedih, ingin teriak dan ah…entahlah, sulit diungkapkan dengan kata-kata, wajar jika begitu sesak karena itu seperti mencari udara yang bersih dalam pekatnya asap.. Mungkin jika hanya sekali cukup melatih diri untuk kembali mencoba..tapi jika harus untuk yang ketiga kalinya???? Mungkin akan berfikir kembali, mengambil jalan yang terbaik untuk sebuah kesiapan. Dan apakah kau tau rasanya menunggu diantara kepastian yang tak bertepi??? Seperti metamorfosa yang mati sebelum datang keindahannya. Bersabarlah….!!! Ya memang hanya dengan bersabar…. Namun jika kesabaran itu pada akhirnya bukanlah metamorfosa yang sempurna…kau harus temukan ulat baru untuk mau bermetamorfosa kembali hingga kesempurnaannya indah pada waktunya. Dan mungkin tak semudah itu kau menemukan makhluk kecil itu diantara sekian banyak tumpukan warna yang sama. Mengalihkan bahkan tak terlihat. Hanya kepasrahan yang jua tak bertepi. Satu hal yang kan terus diyakini , ujian itu pasti menepi tapi sabar dan ikhlas itu takkan pernah bertepi untuk mengiringi mereka yang tetap yakin dengan ketetapanNya pasti selalu terbaik.

Sabtu, 18 Juli 2015

Jangan Biarkan Aku Jatuh Cinta

Entah butuh berapa lama untuk aku mulai jatuh hati. Hal yang sama kembali menyapa. Proses yang sekian lama aku hindari karna rasa takutku lebih besar , rasa kecewaku yg kembali terasa dihati lebih menyelimuti Dari pada rasa yakinku dengan ketatapanNya. Mungkin orang lain melihatku sebagai pribadi yang cuek,tomboy Dan ceria. Andai kalian tau itu adalah coverku sebagai wanita. Karena aku takut kalian memberi harapan sebagai laki-laki..tapi, nyatanya semua Itu tak membantuku..bersikap seperti apapun dihadapan laki2 ..wanita ttp memiliki magnet sendiri yang kadang wanita ITU juga tak mengerti. Maka, memang benar bahwa wanita itu rentan Dan bs menjadi fitnah dunia.semoga aku terlindungi dr fitnah tsb.
Aku tak butuh perhatian lebih,harta berlimpah atau sejuta kata cinta..aku hanya butuh imam yang mau membimbingku menjadi perhiasan dunia yang terbaik untuk berbekal di akhirat kelak. Walau pernah Ku berharap, namun kenyataannya cukup mengecewakan. Bahkan aku sering bercermin mungkin memang aku bknlah perhiasan itu Sekarang. Mungkin aku terlalu takut menjadi perhiasan itu..hingga Allah belum mentakdirkan. Namun kini semua alasan itu kembali luntur dengan hadirnya seseorang yang ternyata dekat sedekat bulumataku. Aku berusaha utk tdk jatuh cinta hingga kepastianlah yang kudapat..bkn sekedar ingin memiliki..tapi karena niatan yang suci..yang sungguh sungguh bisa meyakiniku dengan kesungguhan niatnya, membuktikan dihadapan ayahnya. Bkn yang ingin mencoba sebuah keberuntungannya denganku. Memangnya aku apa? Seenaknya mempermainkan perasaan dengan harapan. Jadi, janganlah menganjakku jatuh cinta jika hanya dalam niatan saja. Bagaimana orang tuamu, bagaimana saudara2mu ,Bagaimana keyakinanmu dan bagaimana kesiapanmu utk menjadi imamku.Dan entahlah ..aku tak tau jika hal yang tak kuinginkan itu terjadi lagi padaku. Aku hanya butuh keberanian Dan pembuktian jika kau benar benar serius untuk membimbingku kejalanNya selalu dengan menjadi ImamKu dunia akhirat..itu saja.jikalah harus dikecewakan untuk sekian kalinya..biarlah men jadi kelabu DLM hidupku yang entah kapan menjadi pelangi. Karena Hujan tak selalu menghadirkan pelangi. Biarlah Allah yang menyembuhkan.
Juli 2015 #JanganBiarkanAkuJatuhCinta

Rabu, 26 Februari 2014

Ku Langsung Jatuh Cinta

Ya...aku langsung jatuh cinta ketika benar kurasakan kaki ini menginjakkan jejaknya di bumi nan indah semeru...dan sejak itulah aku takkan pernah melewatkan hiasan dunia ini begitu saja...rasanya hatiku langsung terenyuh dalam dan tak sanggup melepaskan... :)

Jumat, 06 Desember 2013

PERBEDAAN PENDAPAT DALAM ISLAM
(Makalah Dewan Syariah DPP WI, di Diskusi ICMI Sulsel, 30 September 2007)
Dalam tradisi ulama Islam, perbedaan pendapat bukanlah hal yang baru, apalagi dapat dianggap tabu. Tidak terhitung jumlahnya kitab-kitab yang ditulis ulama Islam yang disusun khusus untuk merangkum, mengkaji, membandingkan, kemudian mendiskusikan berbagai pandangan yang berbeda-beda dengan argumentasinya masing-masing.
Untuk bidang hukum Islam, misalnya. Kita bisa melihat kitab Al Mughni karya Imam Ibnu Qudamah. Pada terbitannya yang terakhir, kitab ini dicetak 15 jilid. Kitab ini dapat dianggap sebagai ensiklopedi berbagai pandangan dalam bidang hukum Islam dalam berbagai mazhabnya. Karena Ibnu Qudamah tidak membatasi diri pada empat mazhab yang populer saja. Tapi ia juga merekam pendapat-pendapat ulama lain yang hidup sejak masa sahabat, tabi’in dan tabi’ tabi’in.
[1]Contoh ini berlaku pada semua disiplin ilmu Islam yang ada. Tidak terbatas pada ilmu hukum saja, seperti yang umumnya kita kenal, tapi juga pada tafsir, ulumul qur’an, syarh hadits, ulumul hadits, tauhid, usul fiqh, qawa’id fiqhiyah, maqashidus syariah, dan lain-lain.
Penguasaan terhadap perbedaan pendapat ini bahkan menjadi syarat seseorang dapat disebut sebagai mujtahid atau ahli dalam ilmu agama.
[2]Orang yang tidak memiliki wawasan tentang pandangan-pandangan ulama yang beragam beserta dalilnya masing-masing, dengan begitu, belum dapat disebut ulama yang mumpuni di bidangnya.
Sikap Toleran terhadap Perbedaan Pendapat
Yang menarik, dalam mengemukakan berbagai pendapatnya, ulama-ulama Islam, terutama yang diakui secara luas keilmuannya, mampu menunjukkan kedewasaan sikap, toleransi, dan objektivitas yang tinggi. Mereka tetap mendudukkan pendapat mereka di bawah Al Qur’an dan Hadits, tidak memaksakan pendapat, dan selalu siap menerima kebenaran dari siapa pun datangnya. Dapat dikatakan, mereka telah menganut prinsip relativitas pengetahuan manusia. Sebab, kebenaran mutlak hanya milik Allah subhanahu wata’ala. Mereka tidak pernah memposisikan pendapat mereka sebagai yang paling absah sehingga wajib untuk diikuti.
“Pendapatku benar, tapi memiliki kemungkinan untuk salah. Sedangkan pendapat orang lain salah, tapi memiliki kemungkinan untuk benar.” Demikian ungkapan yang sangat populer dari Imam Syafi’i.
Dalam kerangka yang sama, Imam Ahmad bin Hambal pernah berfatwa agar imam hendaknya membaca basmalah dengan suara dikeraskan bila memimpin shalat di Madinah. Fatwa ini bertentangan dengan mazhab Ahmad bin Hambal sendiri yang menyatakan bahwa yang dianjurkan bagi orang yang shalat adalah mengecilkan bacaan basmalahnya. Tapi fatwa tersebut dikeluarkan Ahmad demi menghormati paham ulama-ulama di Madinah, waktu itu, yang memandang sebaliknya. Sebab, menurut ulama-ulama Medinah itu, orang yang shalat, lebih utama bila ia mengeraskan bacaan basmalahnya.
[3]Khilafiyah dalam Masalah Furu’iyah Penting untuk segera digarisbawahi bahwa perbedaan pendapat sebagaimana dipaparkan di atas adalah perbedaan pendapat dalam masalah-masalah furu’iyah belaka. Atau dalam istilah Umar Sulaiman al Asyqar, dirinci sebagai al khilaf al maqbul dan al khilaf as sa’igh al maqbul.
[4]Contoh-contoh untuk al khilaf al maqbul adalah perbedaan ulama mengenai bentuk manasik yang lebih utama, antara qiran, ifrad dan tamattu’; mengeraskan bacaan basmalah di dalam shalat jahriyah, jumlah takbir yang dianjurkan dalam shalat ‘ied, dan redaksi doa istiftah yang lebih afdhal. Perbedaan ulama dalam masalah-masalah tersebut tidak lebih dari perbedaan yang sifatnya variatif belaka. Sehingga kita dapat memilih yang lebih sesuai dengan keadaan dan kondisi kita masing-masing. Mengamalkan salah satu pendapat dari berbagai pendapat yang ada sama sekali tidak mengurangi nilai sahnya ibadah. Semua ulama sepakat terhadap keabsahan ibadah dengan salah satu bentuk tersebut.
[5]Adapun al khilaf as sa’igh al maqbul, ialah perbedaan pendapat yang tidak dapat dikompromikan, namun tidak keluar dari ijtihad yang prosedural sesuai dengan medodologi ilmiah yang dikenal ulama.
[6]Perbedaan pendapat tentang najisnya air yang kurang dari dua qullah bila terkena najis sedangkan tidak terjadi perubahan rasa, warna atau bau; hukum mandi jumat, hukum membaca al Fatihah bagi makmum, hukum qunut shubuh, dll. merupakan contoh-contoh kasus yang dapat dikategorikan dalam bentuk perbedaan pendapat yang kedua ini.
Muhammad bin Husain al Jizani, dalam disertasi doktornya untuk kajian Ushul Fiqh di Universitas Islam Madinah, KSA, yang mengantarnya memperoleh yudisium summa cum laude disertai pengahargaan tingkat I, menulis tentang sikap islami terhadap masalah ijtihad sebagai berikut:
[7] 1. Tidak menganggap fasiq, mubtadi’ dan kafir pihak yang berselisih paham;
2. Melakukan dialog yang sehat dengan mengutamakan dalil dan argumentasi;
3. Tidak memaksakan kehendak atau paham kepada pihak lain;
4. Tidak mengklaim kebenaran mutlak berada pada pihaknya.
Namun demikian, patut ditambahkan pula bahwa kendati saling menghormati perbedaan pendapat, ulama-ulama itu tetap sepakat tentang kewajiban untuk selalu merujuk kepada Al Qur’an dan Hadits.
[8]Imam Abu Hanifah menegaskan, “Bila satu hadits dalam satu permasalahan telah shahih, kandungan hadits itulah mazhabku.”
Ia juga mengungkapkan, “Tidak halal bagi siapapun untuk menganut pendapat kami bila dia tidak tahu dasar pengambilannya.”
Imam Malik tidak kalah tegasnya. “Aku ini hanyalah manusia biasa,” tukas Malik, “yang bisa benar dan bisa salah. Maka pertimbangkanlah pendapat-pendapatku. Pendapat yang sejalan dengan Al Qur’an dan Sunnah, ambillah. Sedangkan yang tidak sejalan dengan Al Qur’an dan Sunnah, tinggalkan.”
“Setiap masalah yang terdapat Hadits Nabi yang shahih di dalamnya, sesuai dengan pendapat ulama Hadits; yang berlawanan dengan pendapatku, aku ruju’ (kepada Hadits dan meninggalkan pendapatku), baik semasa hidup atau matiku.” Demikian Imam Syafi’i menyatakan sikapnya.
[9]Khilafiyah yang Tercela
Di samping khilafiyah dalam masalah furu’iyah di atas, terdapat pula perbedaan pendapat berikutnya. Perbedaan pendapat ini, masih meminjam istilah al Asyqar, yaitu al khilaf al madzmum (perbedaan pendapat/khilafiyah yang tercela). Yang dimaksud dengan perbedaan pendapat yang tercela seperti pendapat-pendapat atau paham yang berseberangan dengan pokok-pokok ajaran agama.
[10] (biasa disebut tsawabit atau ma’lum minad diin bid dharurah atau atau qawathi’ud diin atau ushulud diin). Paham-paham serta gagasan yang berseberangan dengan pokok-pokok ajaran agama ini tidak jarang dilontarkan secara provokatif dan terkesan menggungat. Gugatan terhadap pokok-pokok ajaran agama ini, secara menyesatkan, biasanya berlindung di bawah slogan pembaruan Islam atau bahkan slogan ijtihad.
[11] Walaupun sebenarnya inti dari slogan-slogan itu tidak lebih dari penisbian terhadap segala bentuk kemapanan. Termasuk terhadap ajaran- ajaran agama yang telah tetap serta sangat jelas landasannya, baik itu dari Al Qur’an atau Hadits yang sahih.
Gugatan kepada pokok ajaran agama yang mapan ini umumnya disebut sebagai paham yang nyeleneh. Sebab ia menyelisihi pemahaman yang mendasar dan dianut secara umum oleh umat. Terkait dengan paham nyeleneh ini, menarik untuk menyimak perkataan Ali berikut. Imam Ali berkata, “Akan muncul pada akhir zaman sekelompok manusia yang melontarkan pendapat yang tidak pernah dikenal oleh orang-orang Islam. Mereka mengajak orang lain kepada pendapatnya. Siapa yang mendapati mereka hendaknya menentang, karena penentangan itu akan bernilai pahala di sisi Allah.” (Riwayat al Harawi)
[12]Pernyataan Imam Ali tidak berlebihan. Khalifah sebelumnya, Imam Umar bin Khattab, bahkan telah mengambil tindakan tegas terhadap bentuk penyimpangan semacam itu.
Sulaiman bin Yasar bertutur tentang seorang laki-laki yang bernama Shabigh yang datang ke Madinah, ibu kota negara waktu itu. Laki–laki ini gemar melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang berisi keraguan terhadap Al Qur’an di masyarakat. Umar kemudian menghukum Shabigh dengan mendera kepalanya dengan pelepah korma hingga mencucurkan darah dan Shabigh bertobat. (Riwayat ad Darimi)
[13]Sikap terhadap Khilafiyah yang Tercela
Al Khilaf al Madzmum sangat berbeda dengan dua perbedaan pendapat yang sebelumnya. Bila pada khilafiyah dalam masalah furu’ tadi kita menyaksikan toleransi dan penghargaan yang tinggi ulama terhadap pihak yang berbeda pandangan; sebaliknya di sini. Ulama-ulama Islam justru menunjukkan sikap tegas dan tanpa kompromi.
Yahya bin Ya’mar, seorang tabi’in, bercerita bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Umar, seorang ulama besar dari kalangan sahabat, tentang sekte yang mengingkari adanya takdir Allah, dan bahwa manusia memiliki kehendak mutlak terhadap perbuatannya. Jawab Ibnu Umar, “Bila bertemu orang-orang itu sampaikan bahwa Ibnu Umar berlepas diri dari mereka dan mereka pun hendaknya melepaskan diri dari Ibnu Umar. Demi Allah, bila mereka bersedekah dengan emas sebanyak tanah bukit Uhud, Allah tidak akan menerima amalan mereka hingga mereka tobat.” (HR. Muslim)
[14]Ini adalah contoh sikap ulama sahabat, yang diperankan oleh Ibnu Umar, terhadap orang-orang yang seenaknya berbicara tentang rukun iman, menambah atau mengurangi. Tidak jauh berbeda dengan itu adalah upaya mengkaji akidah Islam dengan mengandalkan metode mantiq atau filsafat, atau lebih dikenal dengan ilmu kalam. Imam Syafi’i, yang tadi populer dengan toleransinya terhadap masalah ijtihad, berkata, “Mazhabku terhadap pengikut ilmu kalam adalah dihukum dengan pukulan cambuk di kepalanya dan diusir.”
[15]Al khilaf al madzmum ini, dengan demikian, tidak dihadapi dengan sikap yang toleran. Tapi dengan sikap tegas. Sebab, persoalan-persoalan akidah dan ushulud diin mewakili esensi dan pokok dari ajaran Islam. Persoalan-persoalan tersebut merupakan bagian yang demikian sensitif, krusial serta khas ajaran Islam. Sehingga penodaan terhadap esensi tersebut sama dengan menggugat eksistensi Islam itu sendiri.
[16]Keyakinan atas kebenaran mutlak agama Islam dengan kepercayaan terhadap kesesatan agama-agama lain, adalah ajaran yang sangat fundamental dalam Islam.
[17] Sebagaimana juga kesucian Al Qur’an dan kesempurnaannya
[18]serta kedudukan ijma’ (konsensus) ulama sebagai salah satu sumber otentik ajaran Islam.
[19] Bila hal-hal yang mendasar seperti ini dipermasalahkan, apalagi yang tersisa dari ajaran Islam?
Faktor-faktor yang Melatarbelakangi Lahirnya Paham-paham Nyeleneh
Beberapa faktor penyebab timbulnya paham-paham nyeleneh ini, antara lain:
[20]1.Rendahnya pemahaman agama. Hal ini, misalnya, dapat lahir dari penguasaan bahasa Arab yang minim. Akibat langsungnya, akses terhadap Al Qur’an, Hadits serta literatur-literatur induk ajaran Islam otomatis jadi terbatas pula.
Sayangnya, rendahnya pemahaman agama ini tidak mampu menekan semangat tinggi sebagian orang untuk berijtihad. Padahal ijtihad memerlukan ulama dengan kualifikasi dan tingkat kompetensi serta kapasitas keilmuan yang tinggi. Karena tidak memiliki itu semua, akhirnya yang diandalkan adalah sekadar lontaran-lontaran pemikiran namun tanpa landasan metodologi yang jelas.
[21]Rendahnya kualitas pemahaman agama bisa juga akibat dari rendahnya mutu pendidikan agama secara umum. Salah satu pemicunya, input sekolah-sekolah agama yang biasanya “sisa” calon siswa yang tidak mampu bersaing memperebutkan kursi sekolah favorit. Bukan rahasia lagi bila sekolah-sekolah agama masih sering dianggap sekadar pelarian bagi mereka yang tidak lulus di sekolah-sekolah unggulan.
[22]2.Memperturutkan hawa nafsu, baik itu karena mengejar popularitas, materi, atau kepentingan-kepentingan sesaat lainnya. Al Qur’an menggambarkan sikap manusia pemuja nafsu sebagai:
“Maka pernahkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan mereka, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya (Allah mengetahui bahwa ia tidak dapat menerima petunjuk yang diberikan kepadanya), dan Allah telah menutup pendengaran dan hatinya, dan meletakkan tutup atas penglihatannya. Maka siapakah yang memberinya petunjuk sesudah Allah? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS. 45: 23)
Fenomena memperturutkan hawa nafsu ini misalnya dapat dilihat dari penolakan secara serampangan terhadap Hadits dengan klaim bertentangan dengan Al Qur’an.
[23] Selanjutnya menjadikan sejarah sebagai sumber pemahaman agama. Padahal sejarah bukanlah agama. Sejarah bukan pula “guru agama” (adillah syar’iyyah mu’tabarah).
Bila hendak objektif, justru bagian sejarah yang paling otentik adalah Hadits. Sebab, Hadits adalah rekaman peristiwa perkataan dan perbuatan Nabi yang telah melalui proses penyaringan ketat, lewat pengkajian sanad (rantai periwayat Hadits) dan matan (redaksi) sekaligus. Metode “saring” ini, sama sekali tidak dikenal dalam tradisi keilmuan manapun di luar Islam.
[24]3. Konflik dan permusuhan. Kebencian atau sikap tidak senang kepada pihak lain kerap melahirkan subjektivitas yang berlebihan. Pada gilirannya, sikap ini akan berujung pada sikap ujub dan akhirnya penolakan terhadap kebenaran. Allah berfirman (QS. Ali Imran: 19), artinya: “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”

4.Mengabaikan manhaj nabawi dalam mempelajari agama dengan mengandalkan pemikiran-pemikiran sesaat serta analisis yang prematur. Metodologi ilmiah yang diperkenalkan ulama, seperti musthalahul hadits, balaghah, ushul fiqh, dsj. sebenarnya adalah metode standar yang disarikan dari ajaran Islam itu sendiri untuk menjadi parameter dalam mengukur tingkat kesahihan atau keilmiahan suatu pendapat.
Mengabaikan metodologi ini sama dengan menabrak prosedur-prosedur standar dalam melakukan ijtihad. Upaya seperti ini lebih tepat disebut “mengacak-acak” agama (meminjam istilah KH. M. Amin Jamaluddin, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam, Jakarta) daripada pembaruan, sebuah istilah yang sangat sering diklaim secara sepihak.Wallahu ta’ala a’lam.(Pemakalah: Ketua Dewan Syariah DPP WI H.Said.Abd.Shamad, Lc, Pemateri lainnya: Prof.Ahmad M.Sewang dan Prof.Dr.M.Qasim Matar)
[1] Lihat, misalnya: Ibn Qudamah (w. 620 H.), al Mughni, Juz VI (Kairo: Hajr, 1992), h. 364-367, 423, 609, dll.
[2]Abdul Karim bin Ali an Namlah, al Jami’ li Masa’il Ushul al Fiqh (Riyadh: Maktabah ar Rusyd, 2000), h. 399-400.
[3]Lihat: Ibn Taimiyah (w. 728 H.), Majmu’ ar Rasa’il al Muniriyah, Juz I (Beirut: Dar Ihya’ al Turats al ‘Arabi, 1343 H.), h. 124.
[4]Umar Sulaiman al Asyqar, Nazharat fii Ushul al-Fiqh (Urdun: Dar an Nafa’is, 1999), h. 385-403.
[5] Ibnu Taimiyah, h. 123.
[6]Tentang ijtihad, pengertian, hukum, syarat al mujtahad fiih, kriteria mujtahid; lihat: Muhammad bin Husain al Jizani, Ma’alim Ushul al Fiqh (Jeddah: Dar Ibn al Jauzi, 1998), h. 470-486.
[7] Ibid., h. 492-493. Bandingkan pula dengan: Khalid bin Utsman al Sabt, al Amr bi al Ma’ruf wa an Nahy ‘an al Mungkar (London: al Muntada al Islami, 1995), h. 324-338.
[8]Mani’ bin Hammad al Juhani, al Mausu’ah fii al Adyan wa al Madzahib wa al Ahzab al Mu’ashirah, Juz I (Riyadh: WAMY, 1418 H.), h. 112.
[9]Lihat: Abdul Hamid al Atsari, al Wajiz fii ‘Aqidah as Salaf as Shalih (Riyadh: Dar ar Rayah, 1422), h. 161-162.
[10]Lihat: Umar Sulaiman al Asyqar, h. 387-390.
[11] Tidak sedikit kalangan yang menilai bahwa gerakan-gerakan pebaruan pemikiran yang tumbuh dalam basis-basis pertahanan budaya Islam sebenarnya adalah bagian dari skenario besar gerakan sekularisasi di dunia Muslim. Lihat: M. Anis Matta, Dari Gerakan ke Negara ( Jakarta: Fitrah Rabbani, 2006), h. 68-69.
[12]Abdullah bin Muhammad al Harawi (w. 481 H.), Dzamm al Kalam wa Ahlih, Juz IV (Madinah Munawwarah: Maktabah al ‘Ulum wa al Hikam, 1998), h. 246-247.
[13] Abdullan bin Abdurrahman ad Darimi (w. 255 H.), Sunan ad Darimi, Juz I (Damaskus: Dar al Qalam, 1996), h. 58. [14] Muslim bin Hajjaj, Shahih Muslim, Juz I (Beirut: Dar al Ma’rifah, 1994), h. 103-107.
[15]Az Dzahabi menulis, “Fatwa ini diriwayatkan dari Syafi’i mendekati derajat mutawatir.” Lihat: Muhammad bin Ahmad az Dzahabi, Siyar A’lam an Nubala, Juz X (Beirut: Mu’assasah ar Risalah, 2001), h. 29.
[16]Dalam kacamata ini, kita dapat memahami dengan baik fatwa MUI tanggal 29 Juli 2005 yang menyatakan paham pluralisme agama bertentangan dengan Islam dan haram umat Islam memeluk paham ini. Juga aliran Ahmadiyah yang divonis umat sebagai aliran di luar Islam sebagaimana keputusan Majma’ al Fiqh al Islami OKI (1985), Majma’ al Fiqh al Islami Liga Muslim Dunia (1975), Majelis Tarjih Muhammadiyah (1934), Syuriah PBNU (1995), dan Munas MUI (2005). Lihat: Adian Husaini, Pluralisme Agama: Parasit bagi Agama-agama (Pandangan Katolik, Protestan, Hindu dan Islam), (Jakarta: Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, 2006), h. 46-59.
[17]Al Qur’an jelas menegaskan, “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran: 85)
Juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Zat yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorang pun, baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang diriku dari umat (manusia) ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa kecuali ia akan menjadi penghuni neraka.” (HR. Muslim)
[18] Lihat: QS. 15: 9.
[19]Lihat: QS. 4: 115.
[20]Umar Sulaiman al Asyqar, ibid.
[21] Umar bin Khattab berkata, “Hati-hatilah terhadap manusia yang hanya mengandalkan logika semata (dalam masalah agama). Mereka adalah musuh Sunnah. Mereka tidak berdaya menghapal hadits-hadits, makanya mereka cuma memakai logika. Mereka sesat dan menyesatkan.” Dikutip oleh Ibn Qudamah, Raudhah an Nazhir wa Junnah al Munazhir (Beirut: Dar al Kutub al ‘Ilmiyah, 1994), h. 149
[22] Faktor ini sedikit banyaknya dapat menjelaskan kenapa paham-paham nyeleneh tumbuh lebih “subur” di perguruan-perguruan tinggi yang notabene membawa label Islam daripada perguruan-perguruan tinggi “umum”. Buktinya, dari Fak. Syariah IAIN Semarang terbit buku Indahnya Kawin Sesama Jenis: Demokratisasi dan Perlindungan Hak-hak Kaum
Homoseksual (Semarang: Elsa, 2005), dari UIN Yogyakarta lahir tesis master berjudul Menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan oleh Aksin Wijaya (Yogyakarta: Safiria Insania Press, 2004), dan dari UIN (dulu IAIN) Makassar lahir Rekonstruksi Sejarah Al Qur’an oleh Taufik Adnan Amal, yang isinya meragukan keabsahan Mushaf Utsmani (Yogyakarta: FKBA, 2001). Lebih jauh mengenai liberalisasi Islam di Indonesia, baca: Adian Husaini, Liberalisasi Islam di Indonesia: Fakta dan Data (Jakarta: Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, 2006).
[23]Lebih menyedihkan lagi bila klaim ini dilontarkan oleh orang yang tidak hapal Al Qur’an.
[24] Lihat: Mahmud at Thahhan, Taisir Musthalah al Hadits (Riyadh: Maktabah al Ma’arif, 1987), h. 181. Bandingkan dengan: Muhammad Musthafa al A’zhami, Dirasat fii al Hadits an Nabawi wa Tarikh Tadwinih, Juz II (Beirut: al Maktab al Islami, 1992), h. 391
NB: Bantahan Tulisan Prof.Dr.Qasim Matar pada Kolom Jendela Langit Harian Fajar, dimuat di Harian Fajar
[1] Diantaranya Quthb Ash-Shufiyah Asy-Sya’rani dalam kitabnya “Mizan”.
[2] Lihat pembahasan yang bagus tentang kaidah ini dalam Kitab Al-Ihkam fi Ushul Al-Ahkam, karya Ibnu Hazm V/68, dan juga Kitab Jami’ Bayan Al-Ilmi wa Fadhlihi, karya Ibnu Abdil Barr : Bab Dzikri Ad-Dalil fi Aqwal As-Salaf ‘ala Anna Al-Ikhtilaf Khatha’ wa Shawab.

Senin, 25 November 2013

I try and be understanding

Sebelumnya pintu itu tertutup untuk semua, karena tak yakin dengan hal itu. Kemudian suatu hari pintu itu berhasil terbuka untuk menerima sebuah niat baik yang datang karena kebaikan dan kesungguhan hati. Namun ia pergi dan hanya sampai di ruang tengah itu. Walau saat itu mulai berusaha membagi kisah dengan terbukanya pintu itu, mulailah merasakan sebuah rasa yang amat berat di hati, sakit dan sesak ketika melihat bersama yang lain,,atau merasa terabaikan ketika tak satupun respon baik terhadap diri..ingin terus menghabiskan sisa waktu bersama. Ternyata semua itu berakhir di ruang tengah itu dan menyisakan kenangan yang cukup dalam dan membuat pintu itu semakin terkunci rapat. Membuat si pemilik mulai ragu kembali untuk membuka pintu itu, kecewa dan sempat tak ingin melihat keadaan luar lewat jendelanya. Hingga ia mampu Membenahi serpihan yang pecah didalamnya dan menenangkan diri untuk berusaha merenovasinya.

Dan Saat pintu itu sedikit terbuka untuk meyakini si pemilik bahwa diluar pintu itu ada sesuatu yang indah dan lebih baik yang takkan membuat serpihan didalamnya. Ternyata ada yang datang kembali untuk masuk dan mengenali isi dibalik pintu itu , ia berusaha menerima sekuat hati dengan yang terjadi didepan matanya hari itu. Berusaha menutup diri dan enggan tersentuh kembali. Tapi sesaat ia kembali melihat dibalik jendelanya "mungkin hal yang indah dan lebih baik itu datang dari tamu yang satu ini"..maka ia kumpulkan segenap keberanian dan kekebalan hati menghadapi yang akan terjadi dengan menerima niat baik yang datang padanya itu kembali dengan harapan lebih baik dan takkan meninggalkan serpihan didalamnya. Namun perlahan ia mulai menjauh entah apa yang membuatnya perlahan menghindari pintu itu disaat si pemilik mulai nyaman, mulai merasakan kebanggaan kembali, mulai tersenyum kembali dengan semua kekurangan si dia yang telah masuk kedalam seluruh ruang dan membenahi ruang tengah itu..si pemilikpun tak mengerti mengapa ia melakukan itu padanya..sipemilik mencoba menerima dan mencoba mengerti bahwa semua yang terjadi memang kehendak sang Maha pemilik segalanya walau harapannya belum pernah putus hingga detik ini. ia hanya bisa berharap setiap yang datang janganlah meninggalkan jejak langkah yang mendalam atau membuat serpihan lagi didalamnya. Karena ketika kau laukan itu kau tidak tau bahwa ruang itu sangatlah ia jaga untuk yang benar -benar tulus dengan niatnya dan tegas dengan harapannya..bukan sekedar bermain-main didalamnya dan meninggalkan jejak yang tak berarti apa-apa. Coz I try and be understanding. Maka jadilah yang terbaik untuk si pemilik ruang ini jika memang niat yang tulus itu benar benar ingin diwujudkan bersama.

kadang kita ingin tapi menolak diri untuk terus maju
Kadang pikiran lebih menguasai dari pada keyakinan hati
Tapi satu yang kita lupa...kita mencoba untuk berhasil..bukan untuk gagal
Kita berani untuk dapat merasakan bukan hanya berpikir
Kita ingin bersatu bukan untuk nafsu tapi untuk niatan suci
Maka mengapa tidak kita mencoba agar kita mengerti..
karena semua adalah skenario-Nya yang kita tak tau dimana letak keindahan yang dipersiapkan-Nya untuk kita setiap waktu..hari ini, esok dan seterusnya hingga saat nafas ini terhenti dan menemui fitrhanya.

Selasa, 19 November 2013

My Favourite

Menulis itu bukan hanya sekedar membagi secercah kisah...menumpahkan apa yang ada di otak atau sekedar iseng...tapi menulis itu suatu karya dan ketika kita menuangkannya dengan penuh perasaan kita berharap ada kebermanfaatan untuk orang lain di dalamnya.. Mungkin orang yang membaca bisa saja suka, tidak suka, biasa saja, atau bahkan bisa juga meremehkan...entah karena hanya berisi curhatan atau berisi sesuatu yang tidak penting...tapi buat penulis, ketika ia mampu merangkai kata atas semua yang dirasakan...itu adalah bagian kepuasan dalam mengarahkan emosioanal diri.
Membahas tentang menulis banyak moment-moment inspiring yang pernah saya rasakan dan bisa kita nikamtin sambil menenangkan pikiran...seperti :

1. Jalanan sekitar Monas yang penuh Pepohonan dan lampu Kota di petang hingga malam hari. Buat saya, jalanan itu semua menginspirasi, karena jalanan tempatnya orang berjalan menjalani kehidupan dari memulai atau ketika akan mengakhiri aktifitas.Tapi entah mengapa berjalan malam hari disekitar jalanan monas itu mengundang ketenangan dan kebersyukuran tersendiri. Tenang dan Indah. Melukiskan Gambaran ditengah hirik pikuk kota, masih ada pepohonan yang rindang dan lampu kota tersenyum menyapa diri.
2. FlyOver Cempaka Putih Hemmh,,,tempat yang satu ini unik apalagi di malam hari, indah dan keren...Lampu-lampu kota sekitar gedung-gedung pencakar langit sedikit menginspirasi untuk berfikir sejenak bahwa kita ini semakin lama semakin kerdil dihadapan Tuhan kita. Semakin hari semakin banyak gedung bertebaran berlomba-lomba menjulang ke langit agar terlihat mewah, megah menampakan kesuksesan orang-orang didalamnya. Tapi apakah mereka benar benar sukses dunia dan akhirat atau hanya mengejar dunia saja. Dan yang menjadi pertanyaan adalah dari kita sudah bisa berfikir tentang arti kesuksesan.. Apa yang sudah kita perbuat untuk kesuksesan diri, keluarga dan orang-orang sekitar kita.
3. Atap gedung atau gedung yang bisa melihat kota dari atas
4. Danau
5. Taman bermain anak-anak
6. Kamar Ruang privasi kita yang satu ini tempat yang menginspirasi semua aktifitas kita dari mulai bangun mpe mau tidur lagijadi tempat kita berfikir "Mau ngapain kita hari ini" dan sebelum melelapkan mata "udah ngapain aja kita hari ini.
itu beberapa tempat yang bisa menginspirasi pikiran untuk bisa menuangkan tulisan buatku...:)

Ridho dan di Ridhoi-Nya

Sebuah keniscayaan ketika semua yang terjadi pada kita bukanlah sekedar cerita klasik tuk masa depan...didalamnya begitu banyak peristiwa memetik hikmah....bagi yang beruntung mendapatkannya ialah pemiliknya.
Ketika melihat sekeliling kita, orang-orang tercinta, terdekat bahkan terjauh sekalipun..mereka mempunyai kelebihan yang luar biasa hebat, ketika lebih banyak melihat sisi positif dari kelebihan orang lain, begitu menginspirasi untuk kita lakukan juga pada hidup kita...tak lain tak bukan tujuannya adalah menjadi insan yang lebih bermanfaat dan lebih baik lagi. Mungkin tulisan ini tak ada pengaruhnya tapi setidaknya dengan tulisan ini ku-mampu menginspirasi diri sendiri untuk terus berusaha menggali potensi agar bisa bermanfaat untuk orang lain...begitu sulitnya untuk menjadi bermanfaat untuk orang lain karena mungkin kita bukan siapa-siapa yang tak punya apa-apa...tapi memiliki kemauan untuk terus belajar...yah ku belajar dari mereka semua, begitu indah dan tentramnya hati ini ketika melihat kelebihan yang dimiliki orang lain jika kita ridho dengan semua yang terjadi pada diri kita , karena ketika kita ridho dengan yang terjadi dengan kita, kitapun akan ridho dengan kehebatan yang ada pada orang lain sehingga menjadikan kita menjadi insan yang senantiasa bersyukur .... bersyukur masih bisa melajar dari orang lain sehingga kita bisa turut menikmati kebahagiaan atas kesuksesan orang lain
bersyukur masih bisa tersenyum dengan kebahagiaan orang lain
Dan membuat kita Bersabar karena Allah masih ingin kita terus belajar dan tidak sombong dengan yang baru kita miliki
Karena yang kita cari adalah diri ini ridho dengan semua skenario Allah karena kita sebagai makhluk ciptaanNya yang ingin di ridhoi-Nya..(^__^)
Seandainya dunia ini penuh dengan orang-orang yang ridho dan ingin diridhoi-Nya...indah banget kali ya...
Tapi Allah akan terus menguji hamba-Nya hingga hamba-Nya mampu dan layak untuk kembali kesisi-Nya dan ditempatkan di tempat yang layak di surga-Nya...subhanallaah...(^__^)...(^__^)...(^__^)

Senin, 16 September 2013

Life start Here

Ga banyak dari mereka disekeliling kita yang tau banget tentang kita kecuali ia dan Sang Maha mengetahui. Kadang rasa nyaman itu ketika kita menjadi diri sendiri dengan semua yang terjadi pada diri tanpa ada campur tangan orang lain walaupun dengan ia yang sangat dekat dengan kita sekalipun. Mereka nyaman buat kita ketika kita mempunyai kebahagiaan buat mereka. Tapi soal kesedihan berharap itu hanyalah ujian hidup yang sedang lewat didepan diri dan mencoba untuk diselesaikan sendiri. Tak selalu seperti itu bisa dikatakan mandiri atau tegar, sebenarnya ia rapuh bahkan sangat rapuh tapi tidak untuk didepan orang lain.


********** Ketika orang sibuk begitu senang dengan semua yang diharapkan itu tercapai, senyuman riang dan tatapan optimis begitu melekat di pandangan.
Ketika semua orang bergembira atas yang terjadi adalah sebuah anugerah terindah, senyuman kebahagiaan melingkar di rona wajah mereka.
Dan ketika orang sibuk mengejar apa yang diharapkan untuk segera tercapai, ada usaha untuk melekatkan pandangan optimis untuk terus ada didepan mata.
Dan ketika seseorang bersedih atas yang terjadi adalah sebuah ujian hidup, sebuah senyuman harus terus menyapa disetiap rona wajah yang melihatnya.
Mungkin kau harus merasakan sedih hari ini untuk merasakan kebahagiaan esok..
Mungkin kau harus terus berusaha tersenyum hari ini,agar kau dapat memberikan senyuman ketulusan untuk orang lain esok..
Mungkin kau harus merasakan beban berat hari ini, agar senyuman dan beban ringan menyapamu esok...
Ya.. Hidup tanpa beban adalah meraih senyuman ketulusan yang senantiasa kau selalu hadirkan untuk menyapa kebahagian yang mengiringi keoptimisan untuk meraih apa yang ingin dicapai dalam do'a dan harapan hidup ini..
karena hidup bukan untuk sekedar hidup..
dan kehidupan yang berjalan disetiap harinya pastilah berbeda..
selama kau hadapi dengan senyuman dan keoptimisan bahwa semua kan tercapai pada waktu yang indah dan atas izinNya.
********La Tahzan********

*****Life Start Here*****